expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Oktober 2021

Review Jafra Revitalize

 Halo, selamat malam. Pada postingan kali ini saya ingin menuliskan pengalaman saya menggunakan dua produk jafra revitalize. 

Awal pakai karena saya tertarik melihat seorang rekan yang wajahnya terlihat berbeda. Usut punya usut, ternyata dia sudah beberapa bulan menggunakan Jafra sehingga wajahnya terlihat berbeda. Karena tergiur, saya kemudian menabung (you knowlah ya, harga Jafra itu tinggi buat saya hehe). Setelah konsultasi dengan konsultan Jafra, saya disarankan menggunakan Jafra Revitalize. 

Saya pun kemudian membeli revitalize solar protection (pelembab siang) dan facial wash. Harusnya sih sepaket dengan pelembab malam dan serumnya, tapi karena uangnya tidak cukup yah disesuaikan saja 😂

Setelah pemakaian rutin selama sebulan, saya merasa belum ada perubahan berarti. Pelembab siangnya mudah diaplikasikan ke wajah. Aroma pelembab dan facial washnya wangi tapi tidak terlalu mencolok. 

Hanya saja, sepertinya ada kandungan di facial wash yang tidak cocok dengan kulit saya. Karena setelah menggunakannya wajah terasa kering, bahkan saat cuaca panas sekali, wajah saya seperti mengelupas. Akhirnya saya jadi malas menggunakannya. Ditambah saya sedang hamil anak pertama, saya jadi malas dandan 🤭. Akibatnya, pelembab siang dan facial wash yang harusnya habis 5-6 bulan baru habis setahun 😂😂

Kesimpulan: 

Saya suka dengan Jafra solar protectionnya tapi agak kurang suka dengan facial washnya. Tertarik untuk membeli sepaket lengkap (solar protection, facial wash, krim malam, serum vitamin C dan serum royal jelly) karena mungkin hasilnya akan berbeda daripada hanya menggunakan dua produk saja, tapi nanti. Tidak tahu kapan, karena untuk sekarang lebih memprioritaskan kebutuhan anak-anak 🤭😂

Demikian review dari saya. Namanya skincare pasti cocok cocokan yah, seperti saya dan rekan saya. Bagus di rekan saya ternyata belum tentu bagus di saya. 

Next saya ceritakan pengalaman saya menggunakan skincare lainnya 😉


Rabu, 24 Februari 2021

Menu Puree buah untuk MPASI

 Sebelumnya saya tuliskan menu makanan mpasi yang saya buat selama 24 hari ke belakang. Sekarang saya ingin menuliskan menu camilan berupa buah hehe.

Cara menyajikan buah untuk MPASI:

*buah keras seperti pir dan apel, dikukus dulu lalu dilumatkan di saringan kawat.

*buah empuk seperti pepaya, buah naga, pisang, dan alpukat langsung dilumatkan di saringan kawat.

*buah seperti kurma, dikukus lalu dilumatkan di saringan kawat.

*Jeruk langsung saya berikan ke bayi setelah saya ambil bijinya. Dia bisa nyedot sendiri hehe.

Untuk buah-buahannya saya berikan buah pepaya, buah naga, jeruk, apel dan pir. Alhamdulilah, sejauh ini si bayi sangat suka.

Semoga menginspirasi.

Menu MPASI 6 bulan

 Assalamualaikum, halo. Alhamdulilah awal Februari ini si bayi udah boleh makan. Saya mau sedikit berbagi menunya untuk kurang lebih 12 hari. Kenapa 12 hari, padahal sekarang sudah hari ke 24? Karena satu menu saya berikan untuk 2 hari hehe. Kenapa begitu? Karena

- Saya sedang mengenalkan dan membiasakan si bayi dengan bahan makanan. 

- Untuk mengetahui apakah si bayi alergi terhadap sebuah bahan makanan atau tidak. Sebenarnya untuk mengetes alergi bagusnya 1 menu untuk 3-5 hari. Tapi saya ga tega ngasih menu itu itu aja ke bayi.

Pengetesan alergi itu wajib buat bayi saya, karena keluarga besar saya dan suami memiliki alergi terhadap seafood dan daging sapi. 

Menu mpasi yang saya buat adalah menu 4 bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein, serat, dan lemak tambahan.

Oiya, persiapan untuk mpasi saya tidak terlalu heboh. Saya hanya beli pelumat kentang (tapi sampai sekarang belum terpakai) dan juga saringan kawat. Saya juga beli margarin f*rvita tapi kemudian saya baca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa penggunaan margarin sebaiknya hanya seminggu dua atau satu kali saja. Makanya, saya belum buka margarin tersebut. 

Berikut menu makanan si bayi:

1. Nasi (karbo), telur (prohe), bayam (serat), tahu (prona) dan minyak sayur (lemak tambahan / LT)

2. Nasi, daging ayam negeri, wortel, tahu dan minyak.

3. Nasi, daging sapi, wortel, tempe dan minyak.

4. Kentang, daging ayam, wortel, tempe dan minyak.

5. Kentang, daging ayam, wortel, tahu, dan margarin.

6. Kentang, hati ayam, wortel, tahu dan margarin.

7. Nasi, hati ayam, wortel, tempe dan minyak.

8. Nasi, hati ayam, wortel, tahu dan minyak.

9. Nasi, ikan tongkol, kacang merah, labu siam, dan minyak.

10. Nasi, daging ayam, kacang merah, labu siam dan minyak.

11. Jagung, daging ayam, wortel, kacang merah, dan minyak.

12. Jagung, daging ayam, wortel, tahu, dan minyak.

Cara memasaknya:

* Untuk daging (ayam + sapi) direbus dulu lalu dikukus. Tapi tidak dikukus juga tidak masalah, yang penting sudah matang dagingnya.

* Untuk bahan makanan lainnya, dikukus saat saya masak nasi di rice cooker.

* Untuk kacang merah direndam dulu semalaman lalu baru dikukus.

* Setelah dikukus dan direbus, lalu bahan makanan dihaluskan menggunakan blender.

Setelah halus, kemudian dimasukkan ke wadah kecil kecil yang ada tutupnya dan disimpan di kulkas. Setiap akan diberikan, dihangatkan dulu dengan cara diberi sedikit air panas atau direndam dalam panci air panas atau dimasukkan ke rice cooker. Kemudian baru diberi LT sebanyak 1-2 sendok. Makanan siap disajikan, jangan lupa berdoa dan tersenyum. 

Nah, demikian menu mpasi saya untuk si bayi selama 24 hari. Semoga menginspirasi.


Minggu, 07 Februari 2021

Ide Kado untuk Pengantin

Bila postingan sebelumnya saya membahas ide kado untuk bayi atau ibunya, pada postingan kali ini saya ingin memberi kado untuk pengantin. 

Kalau dulu biasanya saya hanya akan memberi sprei atau jam dinding atau gelas pasangan, hihihi...

Sekarang, setelah menikah saya jadi tahu ada banyak barang yang bisa dijadikan kado dan inshallah pasti terpakai bukan hanya untuk jadi pajangan di lemari.

1. Peralatan masak (wajan, panci, set pisau, dan sebagainya)

2. Kompor

3. Rice cooker

4. Setrika

5. Dispenser

6. Perlengkapan makan (tempat nasi, tempat bekal, piring, gelas, set sendok dan sebagainya)

7. Mixer

8. Alat presto

9. Blender atau chopper

10. Pernak pernik kamar atau kamar mandi (gantungan baju, tempat sabun dan sebagainya)

Nah itu beberapa ide kado untuk pengantin, tapi sah-sah aja kalau teman-teman mau memberi bedcover, sprei, handuk pasangan, jam dinding atau kain untuk pasangan. Tentunya disesuaikan dengan budget saja.

Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.




Ide Kado untuk Bayi

Berbekal pengalaman, dulu sebelum nikah dan punya anak, saya bingung ketika akan memberi kado pada temen yang baru melahirkan. Pada akhirnya, kado yang pilih hanya baju bayi atau set perlengkapan mandi aja, haha. Ternyata saya baru tahu kalau baju bayi sebaiknya tidak banyak-banyak karena si bayi cepet besar sedangkan set perlengkapan mandi, belum tentu cocok dengan kulit si bayi. Mubazir kalau akhirnya kado-kado itu tidak terpakai.

Nah sekarang, karena saya sudah punya bayi (alhamdulilah), saya ingin memberi ide pada teman-teman yang mungkin sedang kebingungan mau ngasih apa ya buat new mom atau new born baby. 

1. Set perlengkapan makan untuk persiapan mpasi

2. Mainan seperti softbook, puzzle, bola bola kecil atau teether

3. Gendongan SSC m-shape

4. Kursi kecil (high chair) untuk belajar makan.

5. Sofa bayi

6. Bantal menyusui

7. Minyak telon 

8. Korset untuk ibunya

9. Jaket bayi 

10. Clodi 

Nah, itu beberapa ide untuk kado yang menurut saya akan sangat terpakai. Tapi kalau teman-teman mau beli seperti penghangat botol susu, alat pensteril botol susu, atau slow cooker, boleh juga.

Dan sebaiknya teman-teman tidak membeli baby walker karena sekarang penggunaan baby walker tidak dianjurkan oleh dokter karena membahayakan keselamatan bayi.

Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat.


Kamis, 16 Juli 2020

Perjalanan Kehamilan

Saya ingin menceritakan sedikit perjalanan kehamilan saya. Setelah 6,5 tahun menunggu, alhamdulilah saya hamil. Qadarullah, kehamilan pertama saya keguguran, teman-teman sudah membacanya mungkin di postingan tentang keguguran. Alhamdulilah, 2x haid, selepas keguguran, Allah memberikan saya kehamilan yang kedua. 
Ketika bulan Desember, entah bagaimana, saya lebih peka pada tubuh saya. Dimulai dari payudara yang nyeri hingga mual-mual tak jelas saya beranikan diri untuk testpack. Padahal saat itu, haid saya belum terlambat. Masih sekitar seminggu lagi. Alhamdulilah, hasil TP garis dua dengan jelas. Saya tinggalkan TP di kamar mandi, sengaja ingin tahu suami ngeh atau engga hehe. Ketika dia selesai dari kamar mandi, dia tunjukkan TP tersebut dan bertanya, "ini maksudnya apa?" Saya berikan pembungkusnya, dan disitu tertulis garis 2 = positif hamil. Dia seakan tidak percaya dan mengajak untuk periksa ke bidan atau dokter kandungan. Tapi saya memintanya untuk menunggu, karena belum lewat jadwal haid. Kami pun menunggu dengan penuh ketidaksabaran, setidaknya 2-3 minggu setelah TP pertama. Tak lupa saya ambil foto hasil TP tersebut. 
Ketika 2 minggu sudah lewat waktu haid, saya kembali TP, hasilnya alhamdulilah masih garis 2. Akhirnya kami pun periksa ke dokter kandungan.
Di dokter, saya minta USG, alhamdulilah sudah terlihat kantung janin. Dokter menyarankan untuk datang lagi 4-5 minggu ke depan. Berharap janinnya sudah bisa terlihat. Selain itu, karena saya punya riwayat keguguran, dokter menyarankan untuk tidak terlalu capek. Begitu ada flek, saya diminta untuk langsung rebahan dan bedrest karena khawatir terulang lagi. Oiya, ketika periksa, usia kandungan saya sudah berjalan 6 minggu.
Waktu berjalan terasa sangat lambat bagi kami yang sedang menunggu 4-5 minggu berlalu hehe. Suami mulai menunjukkan taringnya, hehe, dia melarang saya jalan kaki pulang pergi ke sekolah. Sebagai gantinya, dia meminta adiknya mengantar jemput saya setiap hari. Selain itu, dia langsung membelikan susu kehamilan dan tak segan membuatkannya bila saya malas hihihi... Alhamdulilah, dia perhatian.
Trisemester pertama berjalan seperti biasa, mual-mual sudah jadi kebiasaan baru. Alhamdulilah, mual-mualnya terjadi di sore atau malam hari. Alhamdulilah lagi, tidak ada drama malas makan ataupun sebal menghirup aroma-aroma tertentu, dan juga drama ngidam yang aneh-aneh hehe. Tapi saya merasa cepat lelah.
Setelah 4-5 minggu, kami kembali periksa ke dokter. Setelah di USG, alhamdulilah janinnya sudah terlihat. Ya Allah, betapa bahagianya saya, ada sebuah kehidupan baru dalam rahim saya😭😭 sesuatu yang sudah saya impikan dan masih terasa seperti mimpi. Alhamdulilah....
Trisemester kedua merupakan waktu yang nyaman buat saya. Tidak lagi mual-mual dan flek. Ya, di trisemester pertama saya beberapa kali mengalami flek, dan seperti kata dokter, begitu flek muncul saya langsung rebahan dan izin tidak masuk sekolah.
Ketika trisemester 2, bulan kelima, pandemi covid mulai terjadi. Sekolah-sekolah terpaksa melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Itu masih berlangsung hingga saat ini, bulan Juli 2020. 
Memasuki usia kandungan 6 bulan, nafas saya mulai terasa sesak dan pendek-pendek, dan juga batuk. Saya ke dokter dan diberi obat, tapi masih berlanjut hingga usia kandungan 7 bulan. 
Memasuki usia kandungan 8 bulan, nafas saya sudah kembali normal. Ternyata, mungkin sesaknya karena posisi kepala janin yang menekan diafragma dan setelah posisi kepala janin sudah dibawah, saya bisa bernafas lebih normal, alhamdulilah. Tapi, timbul hal lain, tepat di usia kandungan 32 minggu (8bulan) daerah lipatan paha kanan saya nyeri. Rasanya seperti orang yang patah tulang atau keseleo gitu. Di hari-hari pertama, saya bahkan harus rambatan kalau mau ke kamar mandi dan otomatis tidak keluar rumah sama sekali. Sampai sekarang, usia kandungan 35w 5d, nyeri tersebut masih saya rasakan. Saya hanya berharap, mudah2an segera sembuh, saya bisa berjalan normal lagi dan nyeri ini menjadi penggugur dosa-dosa saya, aamiin.
Demikian cerita saya hingga menjelang 9 bulan kehamilan, mudah-mudahan ada hikmah yang bisa teman-teman ambil atau pelajari.
Bagi para pasangan yang masih menunggu garis dua, semoga Allah lekas memberikannya. Jangan putus asa dan tetap semangat, Allah tahu yang terbaik buat kita semua.

Rabu, 01 Juli 2020

Keguguran

Hallo... Saya mau cerita tentang pengalaman keguguran yang saya alami tahun lalu. 
Bulan Juli - Agustus - September 2019 buat saya dan suami merupakan bulan-bulan penuh kegiatan. Kami sempat LDM waktu itu selama kurang lebih 7 minggu hehe...
Saya betul betul tidak menyadari bahwa Allah memberikan sebuah kehidupan di rahim saya. 
Akhir Juli sekolah kembali beraktivitas untuk awal ajaran baru (2019/2020), dan jadwal saya saat itu benar-benar padat. Sekolah menjadi 2 shift, karena kekurangan ruang kelas, sehingga kelas 7-8 masuk pagi dan kelas 9 masuk siang. Qadarullah, saya memegang kelas 8 dan 9, ditambah SMK kelas 10-11.  Sehingga dari 6 hari kerja, hanya sehari saya pulang cepat, sekitar jam 3 😂😂 sisanya, saya di sekolah dari jam ½8 hingga jam 5 sore. 
Selama itu pula, setiap hari saya merasa lelah, saya pikir itu karena jadwal saya yang padat ditambah saya pulang pergi jalan kaki. Hingga di pertengahan Agustus, seorang rekan guru mengalami keguguran karena tidak tahu sedang hamil. Tiba-tiba, saya pun ingat sepertinya sudah agak lama saya tidak haid. 
Saya ingat terakhir haid itu akhir bulan syawal, berarti sudah sekitar 2 bulan saya belum haid. Saya pikir itu tidak masalah, karena saya pun sempat beberapa kali telat. 
Kemudian di minggu ketiga Agustus, sekolah tempat tugas suami mengadakan acara di Pangandaran, saya juga ikut. Minggu keempatnya (hari Sabtu), saya mengikuti wisuda ppg di UPI. Sebenarnya tidak lama, hanya sampai dhuhur, tapi saya dan suami lanjut berbelanja ke Pasar Baru.
Ketika hari Senin (tanggal 1 September) saya mendapati flek di celana dalam, saya pikir saya akan haid. Sehingga, saya pun tidak sholat dimulai hari itu. Tapi anehnya, flek tersebut tidak diikuti darah seperti biasanya. Hanya hari itu saja, tapi saya tetap positif thinking, belum. Kemudian, hari Selasa, di kelas terakhir (saya ingat sekali) kelas 11- PS1 menjelang pulang, saya merasa perut saya sangat sakit hingga saya yang sedang menjelaskan sambil berdiri langsung bersandar ke meja. Saya pikir, haid saya sudah keluar. Setelah kelas bubar, saya sempatkan ke kamar mandi, anehnya tidak ada darah haid. Saya tidak bercerita apapun ke suami.
Kemudian, jam ½12 malam itu, saya terbangun karena merasakan sakit yang luar biasa di perut saya. Seperti ingin bab, lagi-lagi saya pikir karena saya mungkin salah makan. Saya pun ke kamar mandi tapi tidak keluar apapun. Kemudian saya kembali ke kamar, tapi saya masih merasakan sakit. Untuk yang kedua kali, saya kembali ke kamar mandi dan saya terkejut karena tiba-tiba darah bergumpal-gumpal keluar. Saya masih berpikir itu darah haid. Setelah membersihkan diri, saya kembali ke kamar. 
Beberapa menit saya rebahan, kembali rasa sakit datang, malah lebih sakit. Saya sampai tidak bisa berdiri tegak dan rambatan ke tembok untuk ke kamar mandi. Kemudian, keluar lagi gumpalan darah dan sesudahnya, ada sebuah gumpalan berwarna putih. Setelah gumpalan putih itu keluar, saya seperti merasakan sebuah kelegaan luar biasa. 
Melihat itu, saya sudah berpikir jangan-jangan saya keguguran. Karena saya ingat obrolan dengan sesama guru, bahwa rasanya keguguran dan melahirkan itu seperti ingin bab plus pipis.
Saya lalu memanggil-manggil suami. Suami yang setengah terkantuk-kantuk datang menghampiri, dan saya tunjukkan gumpalan putih tersebut. Dia hanya terkejut. Kemudian saya pun menelpon adik saya, istrinya seorang bidan, berharap mereka belum tidur. Setelah menelpon dan menunjukkan foto (dari gumpalan darah hingga gumpalan putih), adik ipar saya berasumsi bahwa saya memang keguguran. Dia menyarankan saya tespek pagi-pagi lalu setelah itu USG. Mendengar itu, saya benar-benar lemas. Antara sedih, bingung, dan bahagia.
Pagi-pagi, suami lalu membeli tespek, setelah dapat saya pun langsung memakainya sambil mandi. Saat itu, saya masih bersiap-siap ke sekolah. Karena setelah mules itu selesai, tidak ada rasa sakit atau lemas, yah kadang-kadang memang terasa nyut-nyutan di perut tapi sakitnya hilang datang.
Selesai mandi, hasil TP masih 1 garis. Saya tunjukkan ke suami, saya simpan diatas meja lalu saya dandan. Tak lama suami berkata, "ini muncul garis satu lagi, kenapa?" Saya kaget lalu mengeceknya, dan beneran, ada 2 garis merah yang artinya saya memang positif hamil. Lemaslah saya, ternyata beneran keguguran. Akhirnya saya tidak jadi ke sekolah, suami juga izin datang terlambat. Kami pergi ke bidan dulu. Qadarullah, bidannya sedang dinas. Akhirnya, kami kembali pulang. Suami meminta saya beristirahat sedangkan dia ke sekolah.
Sorenya, kami datang ke sebuah klinik bidan yang juga ada USG. Setelah saya ceritakan sambil menunjukkan foto, bidan dan dokter berasumsi hal yang sama dengan adik ipar saya. Kemudian dokter melakukan USG, dan yah benar. Sempat ada kantung janin di dalam rahim saya dan terlihat masih ada jaringan yang belum keluar. Dokter memberi pilihan pada saya untuk kuret. Tapi dia juga memberikan waktu seminggu untuk menunggu jaringan tersebut keluar dengan sendrinya. Bila jaringan tersebut tidak juga keluar setelah seminggu, mau tidak mau saya harus dikuret. Saya dan suami mengambil waktu yang diberikan oleh dokter. 
Sepulang dari dokter, saya minum air rempah-rempah (jahe, kunyit,madu+lemon). Kemudian saya minum juga di Kamis pagi sambil minta suami membeli air kelapa muda. Qadarullah, Kamis malam, jaringan tersebut keluar dengan sendirinya. Hari Jumat dokter di klinik tersebut tidak buka praktek, akhirnya saya pergi ke dokter Pung di Banjaran. Setelah di USG, alhamdulilah rahim saya sudah bersih. Tapi dia tetap memberikan obat. Obat yang sangat keras, karena perut saya seperti diremas-remas setelah meminumnya.
Jadi, begitulah pengalaman keguguran saya. Alhamdulilah, setelah 2x haid, Allah memberikan kehamilan lagi. Alhamdulilah...

Selasa, 19 Mei 2020

Resep Agar-agar Ubi Ungu

Ibu mertua memberi beberapa buah ubi ungu, berhubung kalau dimakan gitu aja bosan, akhirnya googling deh kreasi dari ubi ungu. Nah, dari sekian banyak resep, saya memilih membuat agar - agar ubi ungu tentunya yang sederhana dan mudah hihihi...

Bahan-bahan:
  1. Ubi ungu yang sudah dikukus 2 buah
  2. Bubuk agar-agar merk apapun
  3. Gula pasir 140gr (kalau kurang manis tambahkan lagi)
  4. SKM putih 60 ml
  5. Air putih 825 ml

Cara membuat:
  1. Haluskan ubi ungu dengan air 500 ml.
  2. Setelah halus, masukkan dalam panci.
  3. Tambahkan agar-agar, gula, dan SKM lalu aduk rata.
  4. Tambahkan lagi air hingga habis.
  5. Nyalakan api dan aduk hingga mendidih.
  6. Setelah mendidih, matikan api.  
  7. Kemudian masukkan adonan ke dalam cetakan.
  8. Tunggu hingga dingin baru masukkan ke dalam kulkas.
  9. Agar-agar ubi ungu sudah siap disajikan 😁
Selamat mencoba 😄

Resep Martabak Teflon Mudah dan Sederhana

Hohoho... WFH ini tampaknya membuat saya menjadi lebih sering berkreasi agar tidak jenuh diam di rumah. Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir. Saya rindu bercanda dan berdebat dengan para siswa.
Kali ini saya mencoba membuat martabak teflon.
Bahan-bahan:
  1. Telur 1 butir 
  2. Gula6 sdm
  3. Garam ¼sdt
  4. Terigu 10 sdm
  5. Ragi ½sendok eskrim
  6. Air hangat ¼ gelas kembang
Toping:
1. Gula pasir untuk taburan segenggam
2. Meses 
3. Keju parut
4. SKM secukupnya

Cara membuat:
  1. Aktifkan ragi + gula 1 sdm + air hangat dalam ½ gelas eskrim 
  2. Kocok telur + gula 5 sdm + garam
  3. Tambahkan tepung terigu
  4. Masukkan air ragi, bila kurang encer tambahkan  air hangat hingga adonan cukup (tidak encer dan tidak kental).
  5. Diamkan adonan minimal 30 menit. 
  6. Panaskan teflon yang sudah dioles minyak atau mentega dengan api agak besar. Bila sudah cukup panas, kecilkan api sangat kecil. Lalu masukkan adonan.
  7. Tunggu hingga bersarang, lalu taburi gula. pasir 
  8. Tutup teflon dan biarkan hingga matang (atasnya sudah kering).
  9. Angkat martabak dari teflon lalu oleskan mentega, tambahkan meses, keju parut dan susu kental manis.
  10. Tutup martabak matang dan olesi mentega di bagian luarnya.
  11. Martabak siap untuk disajikan 😁

Nah, demikian cara membuat martabak ala saya. Mudah, hemat, dan higienis tentunya. Selamat mencoba.

Kamis, 30 April 2020

Resep Odading / Roti Goreng Sederhana

Hallo hallo.... Untuk buka puasa hari ini saya persiapkan odading untuk suami. Sengaja beli ragi biar bisa berkreasi di libur panjang karena pandemi covid-19. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir dan kita bisa kembali beraktifitas seperti biasa aamiin...
Bahan - Bahan:
  1. Ragi (saya takar sekitar 3/4 sendok eskrim)
  2. Gula 4,5 sendok plastik (1 sendok untuk dicampur dengan ragi) sesuaikan dengan selera
  3. Terigu 17 sendok plastik
  4. Garam (sedikit)
  5. Air hangat 1/2 gelas 
Cara membuat:
  1. Campurkan gula (1 sendok) dengan ragi dan air hangat untuk mengaktifkan ragi. Kemudian diamkan selama 15 - 30 menit. (tanda ragi aktif adalah ragi berbusa)
  2. Campur rata gula dan tepung terigu serta garam. 
  3. Masukkan air ragi ke dalam tepung lalu aduk rata.
  4. Diamkan adonan selama 1 jam atau lebih. 
  5. Adonan akan mengembang dua kali lipat, kempiskan. 
  6. Panaskan minyak di wajan.
  7. Potong atau bentuk adonan odading sesuai keinginan lalu goreng.
Odading pun siap untuk disantap. Gampang kan? hihihi...
Demikian resep sederhana dari saya, selamat mencoba.

Resep Perkedel Kentang

Hallo.... Hari ini hari ke tujuh puasa. Mudah-mudahan masih semangat puasa dan beribadah lainnya, sayang kan kalau bulan Ramadhan berlalu sia-sia begitu saja? 🤭
Kemarin saya bikin perkedel kentang aci. Karena di mang sayur hanya tinggal kentang saja. Tadinya mau saya bikin kentang bumbu merah. Ternyata suami minta dibuat perkedel. Okelah, akhirnya saya buat perkedel.
Bahan-bahan:
1. Kentang sebungkus (saya hitung isinya ada 14 buah)
2. Tepung aci 1 sdm
3. Garam 1 sdt
4. Royco 1 sdt
5. Pedes bubuk ½sdt
6. Bawang daun (optional)
7. Telur 1 butir

Langkah-langkah:
1. Rebus dulu kentang hingga empuk. Lalu dihaluskan pakai ulekan.
2. Tambahkan telur ke dalam kentang yang sudah dihaluskan dan aduk rata.
3. Tambahkan aci dan bumbu lalu aduk rata.
4. Terakhir, masukkan bawang daun.
5. Panaskan minyak di wajan, adonan perkedel siap untuk digoreng.

Perkedel aci ini menurut saya lebih mantap. Karena kulitnya garing di luar tetapi lembut di dalam dan tidak mudah hancur, asalkan tidak sering dibolak balik ketika digoreng. Pas disajikan dengan sayur sop dan sambal, mantaap.
Selamat mencoba 😄😄

Senin, 06 April 2020

Resep Salad Buah Sederhana

Wuaah, it's been so long no write here, hihihi... 
     Sekarang sedang mewabah virus corona (Covid-19) di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sudah hampir tiga minggu saya "libur" dari kegiatan belajar mengajar karena kebijakan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Semoga wabah ini segera berakhir dan kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat. Terutama karena menjelang Ramadhan.
     Selama WFH ini, saya sebenarnya ingin mencoba memasak beberapa resep masakan, hihihi... Unfortunately, bawaanya mager banget. But, it doesn't mean I don't try at all. Saya mencoba membuat salad buah. Tadinya ingin pesan ke seorang rekan yang jualan salad buah. Tapi, agak agak malas, akhirnya saya mencari resep salad buah di cookpad. 
Naah, ini dia salad buah ala saya, yang pasti sederhana dan sangat mudah.
Bahan yang dibutuhkan:
  1. SKM (susu kental manis) putih 3 sendok makan
  2. Mayonaise (saya pakai yang merk Maestro) 3 sendok makan
  3. Yogurt (saya pakai yang dijual di warung harga 500-an, hihihi) 2 buah
  4. Buah
    Khusus untuk buah, bisa apa saja yang teman - teman punya. Saya kebetulan ada semangka dan melon, sebelumnya saya bikin semangka, buah naga dan pepaya. Sebenarnya bisa bila hanya satu macam buah, tapi kurang menarik yah. Lebih menyenangkan menggabungkan beberapa jenis buah-buahan. Tidak perlu banyak-banyak, cukup satu potong per buahnya. Saya biasa beli semangka (1 potong) dan pepaya / melon (2 potong) di tukang rujak, harganya bisa Rp. 2000, - atau kalau mamangnya udah langganan bisa jadi Rp. 5000, - / 3 potong hehe...
  5. Agar - agar (optional), waktu pertama bikin saya pakai agar karena masih ada sisa agar-agar hari sebelumnya. Tapi kedua kalinya tidak pakai.
  6. Air matang (saya pakai 1 tutup botol tupperware yang 500 ml)
  7. Keju parut (optional), saya tidak pakai karena tidak ada persediaan keju
Cara membuat:
  1. Campurkan SKM, yogurt, mayonaise dan air dalam mangkuk. Aduk rata.
  2. Potong buah kecil - kecil. Lalu masukkan dalam mangkuk campuran SKM, yogurt, mayonaise dan air. Aduk rata.
     Salad buah sudah jadi dan siap untuk dimakan. Tapi saya sarankan untuk menyimpannya terlebih dahulu di lemari es beberapa jam hingga dingin. Oiya, bila membuat salad buah sendiri, hasilnya lebih banyak daripada kita beli, hihihi... lebih hemat dan kenyang kan. Satu mangkuk yang saya buat ini, biasa dimakan berdua dengan paksu. Kalau pas lagi ada buah, dia langsung minta dibuatkan salad. Saya biasa membuat salad pagi - pagi, sambil masak. Kemudian saladnya saya masukkan lemari es untuk disantap di siang atau sore hari. Rasanya tentu segar dan yummy....
Demikianlah resep sederhana dari saya, selamat mencoba.

Sabtu, 18 Mei 2019

Pengajuan NPWP Online

     Haaiii... kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya ketika mengajukan pendaftaran NPWP secara online.
    Caranya mudah, tinggal kunjungi website https://ereg.pajak.go.id/ lalu pilih daftar (bagi yang belum punya akun, kalau sudah punya akun langsung login saja). Setelah klik menu daftar, kita akan diminta alamat email dan juga kode captcha. Setelah itu kita langsung cek email akan ada email baru dari eregistration. Kita akan diminta untuk mengklik sebuah link yang nantinya bertujuan membuat akun kita (nama dan juga pasword). 
    Setelah membuat akun, kita lagi lagi harus mengecek email karena nantinya ada email untuk mengaktivasi akun yang sudah kita buat. Setelah akun aktif, kita pun bisa masuk ke menu utama, dashboard pendaftaran. 
    Kita klik menu pendaftaran lalu akan muncul beberapa pilihan. Karena saya ingin membuat NPWP, sehingga saya memilih menu pendaftaran NPWP. Setelah mengklik menu tersebut nanti kita akan diharuskan untuk mengisi seperti identitas kita, alamat, dan lain sebagainya. Kemudian kita juga bisa memilih antara mengirimkan via pos syarat-syarat pengajuan NPWP atau cukup dengan menguploadnya di website tersebut. Saya waktu itu memilih untuk menguploadnya.
    Setelah selesai, kita lalu mengklik menu minta token, setelah token terkirim ke email, kita masukkan saat memilih menu kirim permohonan. Selesai sudah. 
     Rentang waktu dari saya mengirim ajuan permohonan hingga menerima keputusan diterima atau ditolah itu sekitar tujuh hari kerja. Unfortunately, permohonan pengajuan saya ditolak, huhuhu...
     So, saya harus mengulang lagi pengajuan permohonan NPWP atau kalau nanti suami sudah tidak terlalu sibuk, saya akan langsung datang ke kantor pajak setempat.
Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat. 

Kamis, 09 Mei 2019

Membeli tiket online

Assalamualaikum....
     Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman sekaligus testimoni saya ketika memesan tiket bus dan kereta secara online.
     Awal bulan Mei lalu, saya ingin mengunjungi adik ketiga saya di Gontor. Seperti biasa, rencana saya menggunakan transportasi darat, yakni bus dan kereta api. Setelah rencana matang, saya pun lalu memesan tiket. Saya berangkat menggunakan bus dan pulang menggunakan kereta api. 
    Awalnya ingin menggunakan kereta api pulang pergi, tapi setelah melihat jadwal kereta api, ternyata datang di stasiun Walikukun itu menjelang pagi semua. Wah, agak agak ngeri saya nih kalau mesti nyampe di stasiun tengah malam ataupun dini hari, hehe...
    Akhirnya, ya sudah saya hanya memesan tiket pulangnya saja. Pesan tiket kereta api langsung di web KAI-nya, yaitu www.kai.id atau pasang aplikasi KAI access di smartphone. Mudah sekali, tinggal masukkan tanggal keberangkatan, stasiun keberangkatan, stasiun tujuan dan jumlah penumpang, setelah itu tinggal menentukan akan pergi naik kereta apa. Saya memilih naik kereta Kahuripan kelas ekonomi biaya tiketnya 80ribu rupiah, dengan biaya administrasi bank totalnya kurang dari 90ribu, mantap kan. Kenapa Kahuripan? Karena berangkatnya jam empat sore, jadi saya merasa masih amanlah kalau naik transportasi umum kemudian masih ramai juga dan tiba di Bandung jam tiga pagi kurang. Biasanya tiba di rumah 15 menit sebelum adzan subuh, bisa mandi dulu. Lalu shalat subuh terus tidur sampe siang, haha. 
       Walaupun kelas ekonomi, tapi cukup nyaman kok. Selama penumpang sebelah kita juga friendly. Saya pernah dapat penumpang yang tidak friendly, dia duduknya ngabisin tempat. Qadarullah, dia juga turunnya di stasiun Kiaracondong. Hmmm... cukup menguras kesabaran, 11 jam dunk duduk dengan sangat tidak nyaman. 
      Oiya, kereta Kahuripan ini bangkunya 3-2, jadi ketika memesan tiket dan pergi sendirian, pastikan memilih tempat duduk di bangku yang 2 penumpang (karena berhadap-hadapan jadinya 4 penumpang). Biasanya seat D - E itu yang untuk 2 orang (D di lorong sedangkan E di dekat jendela). Sedangkan seat nomor A sampai C itu untuk 3 orang. 
     Keuntungan beli tiket online itu, kita bisa menentukan kursi dan gerbong yang ingin kita tempati. Saya lebih suka duduk di gerbong 2, atau 3 atau 4. Perasaan sih mudah gitu kalau mau turun hihihi... Tapi itu sesuai selera ya, hehe... Dalam satu gerbong itu ada AC-nya 2 atau 3 gitu saya lupa. Jadi, di gerbong pastinya dingin dan tidak ada yang merokok, hihihi... Kemudian toiletnya juga bersih, pramugari kereta juga sering menawarkan dagangannya, dimulai dari minuman seperti kopi, teh, susu dan coklat, kemudian makanan seperti pop mie, nasi goreng, mie goreng, dan nasi ayam, juga bantal. Selain itu juga ada petugas kebersihan yang beberapa kali akan meminta sampah dan memberi kantong baru untuk sampah. Keren kan. Kurangnya kereta ekonomi Kahuripan hanyalah tempat duduk yang berhadap-hadapan.
     Sebenarnya saya sudah beberapa kali ya memesan tiket kereta api secara online, mudah sekali dan cepat (tapi tergantung jaringan juga, hehe). Kemudian, bukti pembelian tiket akan dikirim via e-mail. Jadi tidak khawatir lupa nyimpan tiket hehe. Setelah tiba di stasiun, tinggal scan barcode tiket e-mail untuk mencetak tiket asli. Lalu duduk manis nunggu kereta datang.
     Tiket pulang sudah di tangan, tapi saya belum memesan tiket berangkat, haha... Qadarullah, karena sesuatu dan lain hal, paksu tidak bisa mengantar saya ke agen bis. Saya biasanya pergi naik bus Pahala Kencana. Setelah mencari-cari di internet, saya tahu bahwa saya bisa memesan tiket bus Pahala Kencana secara online. Awalnya ragu banget karena saya membaca beberapa pengalaman blogger yang kurang baik. Kemudian saya cari lebih banyak dan saya teliti tahunnya. Akhirnya saya menyimpulkan, pengalaman kurang baik tersebut terjadi beberapa tahun lalu, mungkin di awal - awal penerapan tiket online, dan ada beberapa pengalaman baik setelah tahun tersebut walaupun si empu blogger kurang detail menuliskannya. 
     So, saya putuskan untuk memesan tiket secara online dari website www.pahalakencana.co.id. Sama seperti memesan tiket kereta, kita tinggal memilih tempat keberangkatan (saya memilih di agen pusat, dengan alasan kalau terjadi kesalahan bisa langsung diperbaiki), tempat tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang di menu RESERVASI. Setelah itu, nanti ada pilihan rute bus. Tinggal kita pilih, lalu klik lanjutkan. Kemudian pilih tempat duduk (saya memilih di bangku pertama sebelah kiri), dan memilih cara pembayaran. Harga tiket bus pahala kencana ke Ngawi itu sekitar 170ribu, total dengan biaya administrasi menjadi kurang dari 190ribu. 
     Setelah merencanakan keberangkatan (kita dapat email rencana keberangkatan), kita harus kembali ke awal halaman lalu klik menu PELUNASAN. Dari situ kita akan mendapat kode untuk pembayaran. Setelah transfer, kembali ke awal halaman dan klik menu CETAK TIKET. Barulah tiket kita akan terkirim ke e-mail. Agak ribet memang, tapi so far memudahkan sekali. 
     Karena ini merupakan pengalaman pertama saya, setelah mendapat tiket e-mail saya pun menelpon agen bus Pahala Kencana untuk mengkonfirmasi. Alhamdulilah, sudah terkonfirmasi. Saya pun lega karena jadi berangkat hehe...
      Oiya, bus Pahala Kencana berangkat dari agen pusat jam tiga sore. Tapi waktu itu jam tiga kurang juga sudah berangkat kok, mungkin karena penumpangnya sudah pada siap. Di dalam bus, saya mendapat snack berupa roti dan air mineral botol, kemudian di tengah perjalanan bus akan berhenti di rumah makan. Kita bisa makan, tapi menunya sudah ditentukan hehe... Kalau mengambil menu lain, kita tinggal bayar sisanya aja. Nanti di kasir kita akan diminta menunjukkan tiket, saya hanya tinggal menunjukkan tiket pdf karena tiketnya tidak saya cetak :D
     Demikianlah pengalaman dan testimoni saya membeli tiket kereta api dan bus secara online. Kalau tiket kereta api insya Allah sudah tidak diragukan lagi ya. Sedangkan untuk bus, -untuk berjaga-jaga- kita bisa langsung menelpon agen pusat dan mengkonfirmasi pembelian tiket kita. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat :D

Senin, 10 Desember 2018

Membuat Bumbu Dasar

Haaaaiii.... tetiba hari ini saya ingin membuat bumbu dasar untuk stok bumbu di rumah. Mungkin karena saya merasa bosan dengan masakan yang ala kadarnya, hihihi...
Maksud saya, biasanya kalau masak saya pakai bumbu sederhana bin simple, yakni irisan bawang merah, putih dan tomat. Ndak pakai kemiri, ketumbar, cabai merah, kunyit, jahe dan lengkuas, apalagi serai dan salam, hihihi... 
Jadi, saya pun mencari kembali rumus resep bumbu dasar putih dan merah. Saya rasa saya hanya akan paling sering menggunakan kedua bumbu tersebut hehehe...
So, saya pakai resep bumbu ini. 
                                                               Resep Bumbu Dasar Putih
  1. 18 siung bawang merah
  2. 9 siung bawang putih
  3. 8 buah kemiri
  4. Minyak secukupnya (untuk menggoreng dan campuran ketika akan dilumatkan)
Langkah - langkah
1. Kupas bawang merah dan bawang putih lalu potong jadi dua.
2. Masukkan kemiri, bawang merah, dan bawang putih ke dalam blender.
3. Tambahkan minyak secukupnya. Lalu nyalakan blender dan tunggu hingga halus.
4. Panaskan wajan dengan sedikit minyak.
5. Masukkan bumbu yang sudah di blender ke dalam wajan dan tumis hingga wangi dan berubah warna.
6. Tunggu hingga dingin lalu masukkan ke dalam wadah.
7. Bumbu dasar putih siap digunakan. Simpan  di dalam kulkas.

                                                            Resep Bumbu Dasar Merah
  1. 14 siung bawang merah
  2. 7 siung bawang putih
  3. 10-15 cabai merah (saya lupa ndak dihitung ;D)
  4. 4 buah cengek
  5. 8 buah kemiri
  6. Minyak secukupnya (untuk menggoreng dan campuran ketika akan dilumatkan)
Langkah - langkah
  • Cuci bersih cabai merah dan cengek.
  •  Kupas bawang merah dan bawang putih.
  • Masukkan cabai, cengek, bawang merah, bawang putih, dan kemiri ke dalam blender.
  • Tambahkan minyak secukupnya. Lalu nyalakan blender dan tunggu hingga halus.
  • Panaskan wajan dengan sedikit minyak.
  • Masukkan bumbu yang sudah di blender ke dalam wajan dan tumis hingga wangi dan berubah warna.
  • Tunggu hingga dingin lalu masukkan ke dalam wadah. Simpan  di dalam kulkas.
  • Bumbu dasar merah siap digunakan. 
Ini penampakan bumbu yang sudah saya buat dengan takaran yang sudah saya sebutkan di atas
Lumayan banyak kan ya, hehe... Oiya, resep bumbu dasar putih dan merah ini didapatkan dari koki terkenal dan legendaris, Rudi Khoerudin. Menurutnya, bila dimasukkan ke dalam kulkas, bumbu ini akan tahan selama 2-3 bulan. 
Selamat mencoba :D

Kamis, 06 Desember 2018

Membuat Kikil (kulit sapi) Empuk

     Halo... Saya suka makan kikil (kulit sapi), sayangnya kalau beli masakan matang, kikilnya kadang empuk dan kadang masih alot. Alhamdulilah kalau pas dapat yang empuk sih, kalau pas dapat yang alot, hmmm... capek nguyah cyiiiin hehe...
    Awal - awal, saya sendiri juga tidak bisa memasak kikil dengan empuk. Karenanya saya pun rajin browsing di google untuk mendapatkan tipsnya. Nah, ketika saya mendapatkan tipsnya, saya praktekkan deh. Sekarang, suami lebih suka masakan kikil yang saya masak sendiri daripada beli, hihihi....
    Begini tips yang saya dapatkan, setelah kikil dipotong kecil-kecil atau sesuai keinginan, lalu dicuci bersih. Setelah itu, rebus kikil hingga mendidih, tunggu hingga 5-10 menit. Kemudian matikan apinya, buang air rebusan tersebut dan ganti dengan air baru. Setelah mendidih, matikan api, buang air rebusan dan ganti dengan air baru. Sekali lagi, rebus kikil hingga mendidih, setelah mendidih lalu matikan api dan buang airnya. Kemudian kikil siap untuk dimasak sesuai keinginan. Kesukaan suami adalah kikil bumbu kecap.
    Setelah 3 kali merebus dengan air yang selalu baru, hasilnya adalah kikilnya empuk dan tidak lengket hehe... Ribet sih memang, tapi demi kikil yang empuk dan tidak lengket, saya rela banget :D
     Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat :D

Senin, 03 Desember 2018

Menyimpan Sayuran

     Di awal-awal pernikahan, saya bingung ketika akan memasak, hihihi... Karena mang sayurnya ketika sampai di rumah kami hanya tinggal beberapa macam saja, sayur mentah sendiri kadang ada kadang tidak. Di sekitar rumah saya pun jarang tukang warung sayuran mentah, kalaupun ada, belanjanya minimal dua hari sekali, hiks. Alhamdulilahnya, ada bibi penjual sayur matang yang suka datang ke sekolah, saya pun terselamatkan olehnya :D.
     Nah, awal semester ajaran ini, ada warung sayuran mentah yang baru buka. Qadarullah, si bibi yang tukang sayuran matang pun awal semester jarang datang ke sekolah karena sudah habis pagi-pagi katanya. Saya pun akhirnya berbelanja sayuran mentah di warung tersebut sekalian saya jalan ke sekolah (saya ke sekolah jalan kaki, hehe). 
     Awalnya bingung sih, karena kalau belanja sayuran tiap hari repot sedangkan kalau belanja banyak takut layu dan busuk. Saya lalu browsing di internet mengenai hal ini, qadarullah ternyata sedang ada tren kekinian tentang menyimpan sayuran di kulkas. Istilah kerennya adalah food preparation. 
     Jadi, (menurut saya ya) sayuran itu bisa bertahan agak lama di kulkas dengan penyimpanan yang benar. Saya pun lalu mencobanya. Ketika membeli sayuran, di rumah, saya pisahkan jenis-jenisnya dalam wadah yang berbeda. 
     Biasanya sekali belanja saya akan membeli seperti sayur bayam, kangkung, tauge, sosin, kubis, sawi putih, jamur, wortel, tahu, dan daging ayam. Setelah saya pulang ke rumah, untuk sayuran saya buka dulu plastiknya dan saya jeberkan beberapa jam biar kering (kalau di plastik biasanya ada embun, itu artinya ada sedikit air). Tahu langsung saya masukkan ke mangkuk dan masuk kulkas, Jamur putih pun langsung masuk kulkas. Daging ayam saya cuci bersih lalu saya rebus (biasanya saya tambahkan sedikit garam), setelah dingin, lalu masuk kulkas juga.
     Untuk bayam, sosin dan kangkung, saya petik dulu lalu saya masukkan ke toples terpisah (tutup rapat) baru saya masukkan ke kulkas. Tauge dan wortel setelah kering lalu saya masukkan ke toples terpisah (tutup rapat) dan masuk kulkas. Sosin, sawi putih dan kubis bisa dimasukkan ke plastik hitam baru masuk kulkas, biasanya mereka saya masukkan di tempat yang paling bawah. 
     Intinya, semua sayuran tersebut dimasukkan ke dalam toples lalu tutup dengan rapat. Kalau untuk beberapa kali masak, saya sarankan, bagi sayuran ke dalam beberapa toples kecil agar tidak keluar masuk kulkas.
      Seharusnya sebelum dimasukkan, dasar toples diberi alas berupa tissu. Tapi saya juga tidak ingin menggunakan tissu. Ingin benar-benar ramah lingkungan ceritanya hehe...
     Alhamdulilah, dengan cara seperti ini (walau tanpa diberi alas tissu), sayuran tersebut bisa tahan 3 - 5 hari di dalam kulkas tanpa layu apalagi membusuk. Tapi jarang sih saya membiarkan sayuran mentah lebih dari 5 hari hehe... Biasanya 2 - 3 hari pun sudah habis saya masak. Paling yang agak awet itu daging ayam, hehe.... Tomat dan cengek pun dengan cara yang sama alhamdulilah tahan kurang lebih 14 hari di dalam kulkas, masih segar dan tidak layu.
    Demikian tips dari saya untuk menyimpan sayuran mentah di kulkas, semoga bermanfaat :D

Keripik Bayam

     Bermula saat pekan lalu pulang ke Cianjur, saya ingin membeli keripik bayam di toko oleh-oleh langganan ternyata sedang tidak ada. Kecewa deeh... 
    Ya sudah, akhirnya saya kembali ke Bandung tanpa membawa keripik bayam. Nah, kemarin (Ahad) saya mengajak suami ke pasar minggu yang ada di daerah Cikalong, Pangalengan. Rencana awalnya sih hanya untuk cuci mata sekalian olahraga, haha... 
    Kami datang agak pagi sehingga para pedagang sayuran masih agak banyak. Qadarullah, saya lewat depan pedagang sayuran yang menjual bayam. Saya pun langsung membelinya, seikat aja dengan temannya haha...
    Kemudian, ketika akan memasak bayam, saya perhatikan ternyata daun bayamnya itu ada yang besar-besar. Iseng-iseng, saya pun mencoba membuat keripik bayam. Karena tepung terigunya hanya tinggal sedikit, saya pun membuat tidak banyak.
                                                                Resep Keripik Bayam
Bahan:
  • Beberapa buah daun bayam
  • Tepung terigu
  • Garam secukupnya
  • Penyedap rasa secukupnya
  • Air (untuk mengencerkan tepung) secukupnya
Langkah-langkah
  • Cuci bersih daun bayam yang sudah dipetik (usahakan tangkainya ada sedikit)
  • Masukkan tepung terigu, garam dan penyedap rasa ke mangkuk.
  • Tambahkan air dan aduk rata. Jangan terlalu kental dan terlalu encer.
  • Panaskan wajan berisi minyak agak banyak.
  • Celupkan daun bayam ke adonan tepung satu persatu, lalu masukkan ke wajan yang sudah panas. 
  • Tunggu hingga matang, lalu tiriskan. 
  • Lakukan hingga tepung habis.  
  • Keripik bayam siap disajikan.
    Nah, begitulah cara saya membuat keripik bayam. Kalau saya gugling di google sebenarnya seharusnya di tambahkan tepung beras juga, lalu bumbunya bumbu halus yang terdiri dari ketumbar dan bawang putih. Tapi saya lewatkan itu semua, karena saya sudah terlanjur menyalakan kompor, hihihi....
     Walaupun sederhana, tapi cukup enak kok. Kita hanya harus sabar karena daunnya kita celupkan ke tepung satu persatu, dan bila menggunakan wajan yang ukuran sedang paling hanya bisa menggoreng 4 - 5 daun saja.  
      Semoga bermanfaat dan selamat mencoba :D

Sabtu, 01 Desember 2018

PPG

Apa sih itu PPG?
     Mungkin beberapa teman masih bertanya-tanya dengan apa itu PPG. PPG merupakan kepanjangan dari Pendidikan Profesi Guru. Dulu, namanya PLPG, dengan program pendidikan selama 10 hari. Tahun ini, PLPG ditiadakan dan diganti dengan PPG. 
     Program pendidikannya lumayan kompleks, untuk saya yang tahap 1, berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Tetapi, saya dengar teman-teman dari tahap 2 kurang dari 6 bulan, begitu pula dengan teman-teman dari tahap 3. Mudah-mudahan ke depannya, prosesnya semakin singkat. Karena, menurut pendapat pribadi saya, waktu selama 6 bulan itu bukanlah waktu yang singkat. Ada keluarga dan siswa yang saya tinggalkan. Coba bayangkan bila dalam satu sekolah, tiga orang saja gurunya ikut PPGDJ, waaah, kasian siswa ketinggalan pelajarannya banyak. Tapi ini sih hanya imajinasi saya (yang mungkin keterlaluan), hehe...

PPG ada dua macam, PPG dalam jabatan dan pra jabatan.
1. PPG Dalam Jabatan (PPGDJ) => diikuti oleh guru yang sudah mengabdi selama minimal 2 tahun di sekolah. Untuk mengikuti PPGDJ, guru akan diundang untuk mengikuti pretest. Bila sudah lulus, maka tinggal mengikuti langkah selanjutnya. Bila belum lulus, akan tetap dipanggil untuk mengikuti pretest. Saya belum tahu apakah ada batas maksimalnya untuk pretest, semoga saja tidak.

2. PPG pra jabatan => diikuti oleh umum, maksudnya orang yang belum mengajar juga bisa mengikuti program ini. Syaratnya sendiri antara lain belum nikah dan belum bekerja. Setahu saya, PPG pra jabatan ini prosesnya selama satu tahun, terdiri dari 6 bulan perkuliahan dan 6 bulan PPL.

     Pra jabatan tentunya lebih sulit dan lebih lama dari dalam jabatan, karena yang mengikuti pra jabatan bukan guru yang mengajar (walau sebenarnya bisa juga guru mengikuti program ini). 
Setelah mengikuti uji pengetahuan dan uji kinerja, para peserta PPG akan dinyatakan kompeten. Untuk peserta yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat pendidik yang nantinya juga akan memperoleh tunjangan (dikenal dengan istilah sertifikasi :D)
     Sedangkan peserta yang belum dinyatakan kompeten, mereka akan mengulang lagi ujiannya saja. Misal belum lulus karena tidak lulus uji pengetahuan maka dia akan mengulang uji pengetahuannya saja. Begitu juga dengan peserta yang tidak lulus di uji kinerja, dia akan mengulang uji kinerjanya saja. Begitulah sekilas tentang PPG, semoga memberikan pencerahan :D

Perjalanan PPG Daljab Tahap 1 2018

     Kali ini saya ingin menceritakan sedikit tentang perjalanan (ceilah) yang saya tempuh. Tahun 2017, saya dan kelima orang rekan guru mengikuti pretest. Dari ke-6 orang itu, alhamdulilah saya lulus. Kemudian, menunggu sekitar sebulan, pada awal Desember, Operator (Op) sekolah memberitahu saya untuk mempersiapkan ijazah dan lain sebagainya, pemberkasan dia bilang. Saya pun lalu menyiapkan berkas yang dia minta, antara lain ijazah S-1, transkip nilai, surat keterangan bebas NAPZA dari RSUD, surat keterangan sehat dari puskesmas, SKCK dari polsek, SK GTT/GTY, Surat mengajar selama 2 tahun, dan jadwal mengajar saya. Kemudian saya serahkan ke dinas pendidikan kab. Bandung. Setelah pemberkasan itu, saya diminta untuk memantau situs sergur. Oiya, saat menyerahkan berkas ke dinas, saya bertemu dan berkenalan dengan seorang guru dari Ciwidey. 
     Saat memantau situs tersebut, saya jadi mengetahui bahwa berkas saya telah disetujui oleh dinas dan diverifikasi oleh LPMP. Kemudian, masih di situs sergur, saya mengetahui bahwa saya lulus dan berhak mengikuti PPG dalam jabatan. Kemudian saya mengisi surat pernyataan untuk mengikuti PPG dan diharuskan untuk mencetak AP 1.  Setelah mengisi surat tersebut, saya tahu bahwa saya termasuk ke dalam peserta PPG dalam jabatan tahap 1 tahun 2018. Seorang rekan dari sekolah lain yang ikut pretes sama dengan saya ternyata dia menjadi peserta PPG daljab tahap 2. Butuh waktu kurang lebih 2 minggu hingga di sergur diumumkan bahwa saya akan mengikuti PPG di UPI. Dari sergur itu disertakan link untuk masuk ke website UPI. 
     Dari situ, kemudian saya terus memantau web UPI. Seingat saya, itu bulan Juni dan belum ada pengumuman apapun. Saya merayakan hari raya Idul Fitri dengan penuh kekhawatiran. Kurang lebih sepuluh hari setelah lebaran, web UPI sudah bisa diakses, lengkap dengan tugas-tugasnya. Dalam tugas daring tersebut, saya juga dikejar dateline. 1-2 modul harus diselesaikan dalam waktu 1 minggu. Pada sesi pedagogik, ada sekitar 4 modul dengan tiap modul ada beberapa tugas. Mantap banget itu. Pada sesi profesional ada sekitar 8 modul dengan tiap modul terdiri dari beberapa sub dengan beberapa tugas. Setiap hari saya duduk depan laptop mengerjakan tugas, alhamdulilahnya waktu itu libur sekolah. Tekanan semakin meningkat saat akan masuk sekolah kemudian tugas di modul akhir ternyata diharuskan membuat video mengajar. Singkat cerita, masa daring pun sudah saya lalui. Daring yang seharusnya 3 bulan, dilaksanakan hanya dalam waktu 1,5 bulan. Kemudian saya menunggu lagi, alhamdulilah saya lulus sesi daring dan berhak mengikuti workshop. 
     Pada hari Jumat, saya diantar suami ke UPI untuk melakukan daftar ulang. Saat itu, pertama kali saya bertemu dengan rekan-rekan yang selama ini menemani dan sharing via whatsapp. Ternyata, saya sekelas dengan wanita yang saya temui di dinas saat menyerahkan berkas :D bahkan dia pun menjadi teman sekamar saya selama workshop di UPI. Kami, peserta PPG dalam jabatan (PPGDJ) tahap 1 mencari tempat kosan sendiri, biaya hidup dan transportasi selama workshop kami tanggung sendiri. Hari-hari pertama di minggu awal terasa berat untuk saya. Tapi alhamdulilah, saya mempunyai suami dan teman sekamar yang super dan saling menyemangati, juga teman-teman sekelas yang super.
     Kami belajar dari dosen-dosen yang luar biasa, yang memberikan motivasi untuk menjadi guru yang profesional. Kami belajar dari Senin hingga Jumat, dari pukul tujuh hingga pukul lima bahkan tak jarang kami baru selesai jam enam sore. Sungguh, sebuah perjuangan buat saya. Hingga lima pekan pun berlalu tanpa terasa, di akhir pekan kelima saya akan mengikuti Uji Pengetahuan (UP). Sepekan sebelumnya, kami mengikuti try-out UP dulu :D
     Setelah UP, saya belum bisa bernafas lega karena kami harus mengikuti alur berikutnya, yaitu PPL. Waktu itu, saya masih bisa mengadakan PPL di daerah asal selama guru yang mengikuti PPL di daerah tersebut ada 4 orang. Saya dan teman-teman sekelas pun berpisah di sini dan kembali ke daerah asal. Saya dan tiga orang teman yang sama-sama berasal dari kab. Bandung pun PPL di sekolah yang sama di Banjaran. Alhamdulilah, guru pamong kami sangat baik dan pengertian, saya pun mendapatkan siswa dari kelas yang soleh-solehah. Kami menjalani PPL selama lima minggu, awalnya kami harus menjalani selama tiga minggu, tapi ternyata ada perubahan sehingga menjadi lima minggu. Di pekan kelima, kami sudah tidak mengajar, kami menunggu jadwal Uji Kinerja (UKin). Untuk UKin, kami akan dinilai oleh seorang guru penguji dari sekolah PPL dan dosen penguji dari LPTK. Alhamdulilah kami berhasil melaluinya. 
     Awal November kami melakukan UKin, dan alhamdulilah di minggu ketiga sudah ada pengumuman kelulusan PPGDJ tahap 1. Qadarullah, dari sekitar 30 orang teman sekelas, ada beberapa orang yang dinyatakan belum lulus dan harus mengulang. Sedih sih rasanya, karena kami melewatinya bersama, alhamdulilah saya lulus :D

Ringkasnya, alur untuk saya PPGDJ tahap 1 adalah
DARING (3 bulan) - WORKSHOP (5 pekan) - UP (1 hari) - PPL (5 pekan) - UKin (1 hari)

     Total waktu yang saya habiskan adalah kurang lebih 6 bulan. Aaaah, saya terharu. Saya sangat berterima kasih pada suami yang sangat rela berkorban (dan dia insha Allah akan menjadi pejuang PPGDJ tahun 2019), keluarga, rekan-rekan mengajar di sekolah, teman-teman PPGDJ 157-A 1st Batch, guru pamong saya, guru penguji saya serta para guru dan siswa di sekolah PPL. Semuanya karena Allah, mereka semua mau membantu saya, alhamdulilah... Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua, aamiin... 
    Untuk rekan-rekan yang akan menjadi pejuang PPGDJ, tetap semangat. Jalani saja prosesnya, insha Allah semoga Allah memudahkan aamiin...