expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2018

Masker Wajah

        Setelah lulus kuliah, saya mulai intens merawat wajah. Terutama setelah melihat teman-teman di kosan suka melakukan perawatan tubuh, entah itu luluran maupun maskeran. Saya suka menggunakan masker sebelum tidur, rasanya wajah lebih fresh hehe...
       Saran saya untuk teman-teman, gunakan masker wajah sesuai dengan jenis kulit wajah teman-teman. Karena beberapa masker (terutama masker alami) hanya bisa diaplikan untuk jenis kulit wajah tertentu saja. Jenis kulit wajah saya adalah normal. Selain itu, gunakan masker wajah di malam hari, sebelum tidur atau di pagi hari sebelum beraktivitas. Kalau saya biasanya menggunakan masker setelah shalat magrib sambil menunggu shalat Isya. Lalu bersihkan wajah dulu dari make-up sebelum menggunakan masker dan boleh membilas masker menggunakan air hangat.
Nah, berikut adalah masker - masker yang sering saya gunakan.  
a. Lidah buaya
Sejak SMP dulu, saya paling sering menggunakan lidah buaya, baik untuk masker wajah maupun masker rambut. Bukan lidah buaya yang sekarang sudah banyak dijual di pasaran, tapi memang benar-benar tanaman lidah buaya. Sejak dulu, ibu saya sudah menanam lidah buaya. Satu lembar lidah buaya itu biasaya bisa saya gunakan untuk 3 - 4 kali. Caranya mudah sekali, lidah buaya dipetik lalu disimpan berdiri agar getahnya (yang kekuning-kuningan) keluar semua. Setelah itu dicuci (tapi tidak dicuci pun tidak masalah), lalu lidah buayanya dipotong agak kecil, kira-kira cukup untuk satu kali pakai saja, lalu oleskan rata ke wajah kecuali mata dan bibir. Tunggu hingga kering, kurang lebih 25 menit lalu dibilas menggunakan air biasa. Saya menggunakan lidah buaya hampir setiap hari (dulu), hasilnya wajah saya hingga sekarang agak glowing. Bahkan sering disangka berminyak :( 

b. Susu 
Susu yang biasanya saya gunakan sebagai masker adalah susu bubuk Dancow yang full cream. Satu sachet itu bisa untuk 8 hingga 10 x pemakaian. Awalnya saya coba memakai masker susu setiap malam, tapi baru juga menggunakan selama tiga malam berturut-turut wajah saya terasa kering. Sejak saat itu, saya menggunakan masker susu hanya seminggu sekali atau dua kali. Suami saya bilang, wajah saya agak cerah (bukan putih ya) setelah menggunakan masker tersebut, hehe...
Cara menggunakan masker susu, tuangkan satu sendok susu (saya gunakan sendok eskrim) ke cawan kecil lalu campur dengan air mawar atau air biasa bila tidak ada air  mawar (saya gunakan air mawar viva). Jangan terlalu encer tapi juga jangan terlalu kental. Setelah itu lalu oleskan ke wajah dan tunggu selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu bilas dengan air biasa.

c. Spirulina (produk tiens) 
Nah, ini juga salah satu produk kesukaan saya. Kalau mau pesasn, boleh langsung hubungi saya ya, hehe (sekalian promosi). Kalau sedang rajin, saya biasanya gunakan spirulina ini setiap malam sebelum tidur. Tapi bila tidak sedang rajin, minimal saya gunakan seminggu dua kali. Caranya pemakaiannya, buka kapsul spirulina dan tuangkan bubuknya ke cawan kecil. Setelah itu lalu tambahan air mawar (saya gunakan air mawar Viva) atau air biasa juga tidak apa-apa. Jangan terlalu encer maupun kental. Lalu oleskan ke wajah. Tunggu selama kurang lebih 25 menit, lalu bilas dengan air biasa. 

Nah, itulah masker wajah andalan saya. Mudah dan murah meriah bukan, tapi yang terpenting bisa merawat wajah agar tetap menawan untuk suami tercintah :D

Sabtu, 03 Februari 2018

Membuat Surat Penyataan Bebas NAPZA

Beberapa waktu yang lalu, untuk sebuah urusan yang mengharuskan saya membuat surat pernyataan bebas NAPZA. Awalnya, bingung karena tidak tahu harus kemana. Kemudian saya pun googling, dari beberapa sumber, disebutkan bahwa kita bisa membuat surat tersebut di kantor BNN, di RSUD, di Laboratorium, dan di Puskesmas. 
Kemudian, seorang teman menghubungi bahwa tidak bisa membuat surat tersebut di Laboratorium. Saya pun lalu pergi ke puskesmas terdekat untuk menanyakan sambil membuat surat pernyataan sehat. Petugas puskesmas lalu menjelaskan bahwa di puskesmas kecamatan dan kabupaten masih belum diberi izin untuk membuat surat pernyataan bebas napza. Saya harus pergi ke RSUD untuk membuat surat tersebut. 
Saya lalu membuat surat pernyataan sehat. Qadarullah, ketika saya sedang diperiksa tensi, petugas kesehatan yang memeriksa saya menanyakan untuk apa saya membuat surat pernyataan sehat. Saya pun lalu menjelaskan dengan singkat sambil mengatakan bahwa saya juga membutuhkan surat penyataan bebas napza. Ternyata si petugas kesehatan tersebut mengetahuinya, dia mengatakan bahwa saya bisa membuat surat pernyataan bebas napza di polres. 
Wah, subhanallah... bantuan datang tak terduga. Setelah mendapatkan surat pernyataan sehat, saya dan suami pun meluncur ke polres. 
Dan... setelah cek urin, saya pun mendapatkan surat pernyataan bebas napza. Alhamdulilah...

Kamis, 19 Januari 2017

Mencari Bingkai (Frame) Kacamata

Beberapa waktu lalu, tepatnya awal bulan ini, frame kacamata saya patah. Sebenarnya, frame kacamata saya memang sudah tidak terlalu nyaman untuk digunakan. Tapi karena belum terlalu rusak, saya keukeuh untuk tidak menggantinya. Hingga kemarin, secara tak sengaja saya menyenggol kacamata yang saya letakkan di pinggir tempat tidur sehingga kacamata tersebut akhirnya jatuh.
Awalnya saya ngga ngeh, saya ambil kacamata tersebut lalu saya letakkan di atas lemari. Ketika saya mau pakai kacamata, loh kok kacamatanya miring-miring. Setelah saya teliti, ternyata framenya (lasannya) terlepas :v
Ibu saya lalu menyuruh saya untuk segera beli frame baru. Karena memang, minus saya agak besar, sehingga kacamata penting sekali bagi saya. Besoknya saya segera ke optik terdekat, setelah mencari dan ngobrol dengan penjualnya, ternyata kacamata saya termasuk model lama (banget, udah 4 atau 5 tahun haha). Jadi tidak ada frame yang cocok untuk lensanya. Penjualnya memberikan alternatif untuk mengganti lensanya sekalian.
Sebenarnya, bukannya saya tidak mau mengganti lensanya, tapi saya harus periksa dulu ke RS Cicendo. Memang sih di optik atau di Dr. Mata juga bisa memeriksa mata. Tapi berdasarkan pengalaman di masa lalu, periksa di RS. Cicendo lebih cocok untuk saya. Dan itu pula alasan kenapa kacamata saya selalu awet hingga 5 tahun. (Kalo dipikir-pikir, sejak saya memakai kacamata kelas 2 SMP hingga sekarang saya baru 3x ganti frame dan lensa kacamata).
Akhirnya, saya memutuskan untuk menggunakan softlens hingga saya dapatkan frame kacamata. Saya cari ke beberapa optik dan mendapatkan jawaban yang sama. Walaupun ibu saya sebenarnya kurang suka bila saya menggunakan softlens, tapi karena ini keadaan darurat, akhirnya beliau mengizinkan saya menggunakan softlens. Dengan catatan saya harus segera periksa ke Cicendo hihihi...
Softlens yang saya beli itu bening, harusnya saya beli yang coklat atau hitam. Karena saya ceroboh, hampir saja softlensnya hilang satu ketika saya bersihkan haha. Karena tidak terlihat, tapi alhamdulillah ga jadi hilang, karena terlihat so softlens nyangkut di dinding bak kamar mandi. Pernah juga pas make softlens yang kanan terasa sangat tidak nyaman dan huram. Saya lepas lagi, ternyata terbalik haha. Jadi, bila teman-teman kesulitan membedakan apakah softlens bening terbalik atau tidak, saran saya cobalah dulu. Karena terasa sekali bila softlensnya terbalik:v
Saya Googling dulu, dimana kira-kira saya bisa mendapatkan frame kacamata di Bandung. Dan 90% hasil pencarian saya mengatakan bahwa Jl. ABC Bandung adalah tempat untuk mencari frame kacamata. Akhirnya, saya dan suami langsung meluncur ke TKP untuk mencari frame. Suami kan orangnya awam, jadi ketika dia tanya, beli dimana? Saya hanya menjawab, ntar aja sambil nyari :D
Kami menyusuri jalan ABC, yang jualan kacamata berjejer di pinggir jalan. Bukan toko, hanya penjual kaki lima biasa. Setelah beberapa kali berhenti untuk mencari dan bertanya frame yang cocok, akhirnya ada satu penjual yang bilang ada. Alhamdulillah... walau bentuknya berbeda dengan frame awal, tapi setidaknya saya tidak perlu ganti lensa hehe.
Framenya saja seharga kurang dari 150ribu. Kalo kita bisa keukeuh untuk menawar harga, siapa tau harganya bisa kurang dari harga awal heee...
Si penjual tersebut menawarkan harga frame dan lensa kurang dari 250ribu, tapi saya tolak dengan halus :D. Akhirnya, saya pun sekarang menggunakan frame baru untuk lensa lama. Sebelum si lensa terasa tidak enak, saya tidak berniat untuk menggantinya hehe...
Jadi, bila teman-teman ingin mencari frame kacamata murah meriah, silakan jalan-jalan ke jalan ABC Bandung. Letaknya persis di depan Pasar Baru Bandung.

Minggu, 23 November 2014

Sakit gigiiii....

Lama saya tidak menulis di blog ini, hehe... karena males sih sebenernya.
Sekarang, lebih tepatnya beberapa hari ini saya sedang sakit gigi. Rasanya, ampuuuuun DJ... Ga enak makan, kepala jadi sakit sebelah, plus pipi saya yang memang sudah bengkak jadi tambah bengkak sebelah, huhuhu....
Gara-garanya saya mungkin salah makan atau ada makanan yang terselip di gigi geraham kanan atas yang memang agak bolong. Setelah tiga hari saya abaikan bukannya sembuh malah makin menjadi.
Well, karena saya takut pergi ke dokter gigi, akhirnya saya googling deh obat alami untuk mengatasi sakit gigi. Tapi masalahnya, saya lupa. Hingga suatu pagi, saya menyeduh teh hijau, ternyata... sakitnya berkurang setelah saya meminumnya. Penasaran, detik itu juga saya langsung googling. Ternyata eh ternyata, teh hijau memang bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit pada gigi. Caranya dengan berkumur-kumur menggunakan teh hijau yang pekat tanpa gula. Memang teh hijau itu kan enaknya ga pake gula, hehe...
Akhirnya, saya pun berkumur dengan teh hijau. Tapi sakitnya hilang sekejap lalu muncul lagi huhuhu.... Saya lalu mengupas bawang merah yang ukurannya kecil, lalu saya selipkan di gigi yang sakit, seperti sedang menguyah gitu. Cuma sebentar sih, karena bawang merah itu ga enak, juga bau. Untuk menghilangkan baunya,  saya berkumur dengan teh hijau, lalu menggosok gigi dan minum teh hijau lagi. Alhamdulilah,  baunya ga terlalu menyengat.
Doakan semoga lekas sembuh yaaa... Teman-teman harus rajin menyikat gigi, dua kali sehari sebelum tidur dan sesudah makan. Karena sakit gigi itu ga banget deeeeh.... mending sakit hati, hihihi.
Tapi ya mending sehat selalu dink, hehe...





Selasa, 25 Maret 2014

Bersyukur

Baru saja saya selesai membaca sebuah cerita pendek di medsos yang diposting seorang teman. Isinya tentang seorang pemuda dan ayahnya di kereta api, pemuda itu selalu berdecak kagum pada apa yang ia lihat. Kemudian seorang penumpang menegur sang ayah agar membawa sang anak ke dokter karena disangkanya sang anak menderita gangguan mental. Sang ayah hanya tersenyum mendengar teguran tersebut. Ia kemudian menjawab bahwa sebenarnya mereka baru saja pulang dari rumah sakit terbagus di kota itu. Ternyata sang anak baru saja selesai menjalani operasi dan ia baru saja bisa melihat setelah buta sejak kecil.
Sebuah cerita yang singkat, jelas, dan penuh makna. Mungkin cerita ini dianggap lebay, tapi percayalah, ini sungguh terjadi. Saya selalu ingat ketika saya mengganti kacamata, dunia terlihat begitu berwarna. semua tampak jelas dan bening. 
Sungguh saya benar-benar terharu. rasanya seperti berada di dunia yang berbeda walau sebenarnya tetap sama. Saya juga tak ingin semua yang terang dan jelas itu pergi. Ketika saya selalu berteriak kegirangan di tengah kebahagiaan "kecil" saya, orang-orang di sekeliling saya selalu mencibir dan menganggap saya lebay. Yaaa... saya sih wajar aja, karena mereka tidak tahu bagaimana rasanya gelap dan samar-samar.
Alhamdulilah... terima kasih ya Rabb, kau berikan mata, telinga, mulut, bibir, lidah, tangan, kaki, anggota tubuh dan organ tubuh yang lengkap sempurna dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Tidak perlu minder hanya karena kulit kita kurang putih, badan kita kurang ideal, bibir kita tidak seksi, dan lain sebagainya, cukup bersyukurlah karena mungkin itu yang terbaik bagi kita. Ingatlah banyak saudara kita yang melihat saja tidak bisa padahal cantik, tidak bisa mendengar dan berbicara padahal tampan, tidak bisa jalan atau tidak punya tangan dan mereka mungkin sebenarnya sangat ingin bisa "sempurna" seperti kita, memiliki anggota tubuh yang lengkap dan berfungsi sebagaimana mestinya. 
Bersyukur itu indah....
Bersyukur itu sederhana :) 

Selasa, 11 Maret 2014

Ingin Diet

Inilah masalah terbesar saya hingga saat ini, yaitu berat badan. Sebenarnya, memang sudah sejak sekolah dasar dulu badan saya besar. Tapi perasaan, dulu ga sebesar ini, huhuhu...
Okelah, akhirnya saya berniat untuk diet. Saya pun lalu mulai googling tentang tips-tips diet. Ternyata, diet bagaimanapun juga, kuncinya hanya satu, rajin olahraga (minimal 30 menit dalam seminggu) dan mengatur pola makan. Sedangkan saya sungguh sangat males sekali untuk berolahraga, huhuhu....Kecuali dulu waktu sekolah, hihihi...
Kemudian, 2013 lalu mulai terdengar yang namanya OCD, apa yah kepanjangannya, lupa lagi. Cuma itu diet ala Deddy Corbuzier gitu. Setelah mendapat penjelasan dari seorang teman yang sudah melakukannya, akhirnya saya mengerti. Kurang lebih penjelasannya seperti ini,  kita bebas makan selama 8 jam, 6 jam, 4 jam, 2 jam. kemudian selama minimal 16jam kita tidak boleh makan apapun kecuali air putih. Dua hari dalam satu minggu, kita juga diharuskan untuk puasa selama 24 jam. Teman saya menyarankan untuk tidak berolahraga ketika melakukan OCD karena lemak yang tadinya mau dibuang malah diubah menjadi otot.
Saya pun lalu tertarik untuk mencobanya, saya mulai dari jendela makan 8 jam, artinya saya terakhir makan jam 6 sore lalu mulai makan lagi keesokan harinya jam 11 siang. Selama seminggu, saya berhasil melakukannya, horeeee.... tapi saya tidak menghitung berapa kilo berat saya yang sudah turun, tapi saya sendiri merasa ringan, hihihi...
Sayangnya, saya hanya bisa melakukan OCD selama seminggu, karena minggu berikutnya saya harus kembali ke pelukan suami saya (djiaaaa lebay bingits). Berhubung suami saya itu orangnya ga mau makan kalau saya juga tidak makan, jadi yaaa saya terpaksa ga melakukan OCD lagi. Kasihan suami saya yang sudah kurus begitu kalau ikutan OCD, wakakaka....
Akhirnya, karena saya tidak bisa melakukan OCD, saya menyimpulkan sendiri bahwa saya harus mengatur pola makan dan melakukan olahraga juga, sambil kadang-kadang puasa Senin-Kamis dan atau puasa Daud. Hanya itu yang bisa saya lakukan, hihihi..
Jadi yaa... begitulah. Oiya, satu lagi saran saya, kurangi ngemil di malam hari juga makan gorengan. Usahakan makan makanan yang direbus atau dikukus, bukan di goreng, hihihi....
Selamat mencoba :D















Rabu, 01 Januari 2014

Toko Herbal Babah Kuya

Haaaaai... kita bertemu lagi ni di tahun yang baru, lama tak bersua hehe... Sekarang saya ingin menceritakan pengalaman saya pergi ke toko herbal Babah Kuya. 
Seperti namanya, toko herbal Babah Kuya menjual berbagai macam obat herbal. Hanya saja, tidak seperti toko herbal lainnya yang obat-obatnya sudah dalam bentuk kapsul seperti di apotek gitu, di toko Babah Kuya obatnya ada yang dalam bentuk serbuk dan rebusan. 
Ok, ok, gini ceritanya. Bermula dari ayah saya yang minta dibelikan temulawak dan obat herbal untuk mengobati magh di toko Babah Kuya. Awalnya saya tidak tahu di mana itu toko Babah Kuya, terus saya juga waktu itu sedang malas pergi ke Bandung. Kemudian saya coba browsing di internet tentang temulawak serbuk, ada yang jual. Tapi dalam bentuk sachet gitu, satu sachet kurang lebih harganya dua ribu lima ratus rupiah. Waduh, mahal nih pikir saya (hemat, hemat, hehe).
Akhirnya, pucuk dicinta ulam pun tiba, saya pergi ke Bandung ditemani suami tercinta. Kami waktu itu perginya hari Minggu. Hujan-hujanan naik motor. Oiya, toko Babah Kuya itu terletak di belakang Pasar Baru, alamat lengkapnya saya kurang ingat, hehe... Tapi tempatnya di sudut jalan. Lebih mudah bila naik angkot hijau jurusan St. Hall - Gede Bage, karena angkot tersebut melewati tokonya.
Ternyata eh ternyata, itu toko tutup kalau hari Minggu. Okey, akhirnya dengan tangan hampa kami pun pulang ke Cianjur.
Beberapa minggu kemudian, saya kembali pergi ke Bandung -tetap ditemani sang kekasih :D- di hari Senin. Alhamdulilah... tokonya buka. Ketika saya masuk, ada beberapa tong yang isinya akar herbal. Karena sedang agak penuh, saya hanya melihat-lihat dulu. Ada semacam kotak-kotak kaca yang isinya serbuk dengan tulisan namanya dan khasiatnya juga harganya. Selain itu, ada juga semacam biji-bijian, saya kurang hafal, hehe....
Akhirnya saya pun disapa oleh pelayannya, saya pun lalu bertanya apa manfaat dari temulawak. Si pelayannya menjelaskan bahwa temulawak itu bisa untuk mengatasi magh, liver, kanker, dan darah tinggi. Diminumnya dua kali sehari sesudah makan atau sebelum makan. Okay, setelah mendengar penjelasannya, saya pun akhirnya membeli temulawak tersebut. Oiya, pembeliannya minimal seratus gram di sana. Harganya juga beda-beda, tergantung herbal apa yang dibeli.
Dari kotak-kotak kaca di sana, saya mengetahui bahwa kunyit dan kunyit putih bermanfaat untuk mengatasi keputihan, magh, kista, tumor, dan beberapa keluhan wanita lainnya.
Jadi, begitulah perjalanan saya mencari toko herbal Babah Kuya :)

Kamis, 19 Desember 2013

Lidah Buaya untuk Menghentikan Pendarahan

Halooooo.... Lama sekali saya tidak berbagi cerita di sini :D
Tentu ingat dunk kalo saya pernah menulis tentang lidah buaya, ya kan? Nah, sekarang saya ingin menuliskan pengalaman saya tentang manfaat lidah buaya lainnya, yaitu untuk menghentikan pendarahan.
Sebenarnya, manfaat yang satu ini saya juga baru mengetahuinya. 
Cerita ini bermula di suatu hari yang cerah, ketika itu di rumah hanya ada saya dan dua adik saya. Kami berbagi tugas, saya memasak dan saya menyuruh adik saya yang perempuan untuk menjemur pakaian, sedangkan si bungsu asyik bermain, hehe...
Nah, adik saya itu kemudian menjemur di lantai dua, sedangkan saya di lantai satu. Semua baik-baik saja, hingga saya mendengar jeritan adik saya itu sambil memanggil-manggil nama saya. Pikiran saya langsung panik, karena memang orang tua sedang pergi ke luar kota. Saya langsung naik ke atas dan menemukan adik saya terduduk di depan pintu sambil berdarah-darah. Tangisannya kencang sekali (bikin malu) sambil manggil-manggil nama saya. Saya tanya pelan-pelan (berusaha ga panik), dia bilang kakinya tertusuk paku. Saya memang melihat darah berceceran, dan dia memegangi telapak kakinya. Saya bingung sekali, tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Tapi saya harus menolong adik saya itu (supaya ga nangis terus), akhirnya saya lari ke dalam dan mengambil tissue untuk menyeka darahnya. Saya lari lagi ke luar dan melihat lidah buaya, tanpa pikir panjang saya potong deh itu lidah buaya satu buah. Kemudian saya potong lagi kecil dan saya berikan ke adik saya untuk dioleskan (gelnya) ke telapak kakinya. Alhamdulilah... dalam beberapa detik, itu si kaki tidak lagi mengeluarkan darah. Saya pun bernafas lega (fiuuuuh.....).
Setelah kakinya tidak lagi berdarah, adik saya pun mulai tenang dan berhenti menangis. Kemudian saya tanyakan kronologi kejadiannya. Ternyata eh ternyata, gara-gara dia menjemur tidak menggunakan alas kaki dan tragisnya ada paku di tempat menjemur itu. 
Akhirnya saya suruh dia turun dan saya melanjutkan menjemur. Setelah saya turun juga, saya minta dia untuk mencuci kakinya kemudian memberikan alkohol dan selanjutnya betadine. Kenapa diberi alkohol? Kan kena paku, takutnya itu pakunya berkarat.
Jadi, begitulah, panjang yah cerita saya? Hehehe
Intinya, gel lidah buaya bisa digunakan untuk menghentikan pendarahan bagi luka. Ada lagi yang mau berbagi info? Monggo komentarnya :D

Minggu, 27 Oktober 2013

Cara Mengeluarkan duri dari kulit (Tlusupen)

Wuaaah ini yang baru saja terjadi pada saya. Ketika akan mengambilkan minum untuk ayah, tanpa sengaja kaki saya menginjak sebuah duri. Entah duri apa, tapi yang pasti, duri tersebut menusuk kulit kaki saya atau istilah dalam bahasa Jawa itu tlusupen.
Awalnya saya berikan betadin saja, tapi setelah beberapa hari, kok rasa sakitnya tiba-tiba menjadi-jadi. Akhirnya saya pun mengeluh pada ibu saya. Ibu saya lalu menyarankan untuk memberikan bawang putih yang telah dihaluskan lalu dibalur (dioleskan) dengan dibalut kain di tempat yang tertusuk duri. Lakukan beberapa kali. 
Kemudian saya pun lalu mencobanya, alhamdulilah.... kaki saya pun kemudian tidak sakit lagi dan sepertinya si duri kecil tersebut telah hilang entah kemana. (Bo'ong dink, padahal si duri tersebut keluar dengan sendirinya dan ikut di bawang putih yang mengering).
Jadi, bila teman-teman mengalami tlusupen, coba saja berikan bawang putih yang telah halus lalu biarkan semalaman. Semoga cepat sembuh :)

Senin, 21 Oktober 2013

Lidah Buaya untuk Rambut

Postingan yang lalu membahas tentang manfaat lidah buaya untuk wajah, nah sekarang saya ingin membahas manfaat lidah buaya untuk rambut.
Lidah buaya yang dioleskan ke rambut memiliki manfaat sebagai berikut:
  1. Mengatasi kerontokan dan kebotakan.
  2. Mencegah ketombe.
  3. Menyegarkan kulit kepala.
  4. Menghitamkan rambut.
Nah, itu beberapa manfaat lidah buaya bagi rambut.
Bagaimana cara menggunakannya? Gampang banget kok, tinggal potong satu buah lidah buaya, kemudian oleskan ke kulit kepala secara merata dan biarkan semalaman.
Jadi bila akan keramas besok pagi, malam ini menggunakan masker lidah buaya. Biarkan saja semaleman dan baru dibilas ketika kita keramas besok paginya. Lakukan secara rutin, insha Allah akan terlihat khasiatnya. 
Oiya, karena getah lidah buaya itu sendiri meninggalkan bercak coklat kehijau-hijauan di kain, jadi ketika kita akan tidur jangan lupa untuk menggunakan kain dobel sehingga tidak mengotori sarung bantal kesayangan kita (karena bercak-bercak tersebut sulit hilang).
Selamat mencoba ya :)

Lidah Buaya untuk Wajah

Tau kan yang namanya tanaman lidah buaya (nama latinnya Aloe vera)?
Tanaman yang berbentuk panjang ke atas, berwarna hijau, dan sedikit memiliki duri di sekitar kulitnya.
Sejak saya SMP dulu sangat menggemari lidah buaya. Bukan untuk dimakan yah, tapi untuk dijadikan masker wajah dan rambut. Karena ibu saya menanam lidah buaya waktu itu sehingga saya mudah sekali mendapatkannya dan menggunakannya hampir setiap malam sebagai masker wajah dan seminggu dua kali sebagai masker rambut. Tapi sejak rumah saya di renovasi, tanaman tersebut kemudian menghilang :(
Sedih sekali, dan saya pun mulai melupakan masker lidah buaya bagi tubuh saya. Hingga kemudian saya mengunjungi rumah seorang teman dan saya melihat tanaman lidah buaya yang tumbuh subur di halaman rumahnya. Iseng-iseng saya meminta satu tanaman tersebut untuk saya bawa pulang. Ternyata dia mengizinkannya. Hihihi... senang juga sih saya, tapi kemudian saya bingung, bagaimana saya membawanya? Karena dia memberikan lidah buayanya satu dengan potnya, hihihi...
Waktu itu, rumah teman saya tersebut di Majalaya, dan saya di Cianjur, jadi saya membawa lidah buaya tersebut (lengkap dengan potnya) naik bus dari Bandung menuju Cianjur, hehe...
Malu sih, tapi demi maskeran, hihihi...
Akhirnya lidah buaya tersebut tiba di rumah saya dengan selamat. Pada awalnya saya sama sekali tidak sempat untuk merawatnya karena waktu itu masih sibuk mengerjakan skripsi sehingga saya menyerahkan perawatan si lidah buaya tersebut kepada adik saya yang bungsu. Alhamdulilah... si bungsu dengan telaten merawat lidah buaya tersebut, hingga sekarang, lidah buaya tersebut telah berkembang biak dari yang tadinya hanya satu pot (itu pun hampir mati) kini menjadi tiga pot (dua pot besar-besar).
Akhirnya saya bisa kembali menggunakan masker lidah buaya, yeay.....
Manfaat lidah buaya itu apa aja?
Well, setelah googling kesana kemari, saya menyimpulkan bahwa lidah buaya bermanfaat:
  1. Sebagai antioksidan untuk wajah, sehingga menyamarkan garis halus (keriput) pada wajah dan menghaluskan kulit wajah.
  2. Sebagai obat jerawat, caranya dengan menempelkan gel lidah buaya di tempat yang berjerawat. Alhamdulilah saya tidak pernah berjerawat, jadi tidak bisa membuktikan kebenarannya.
  3. Menyegarkan wajah.
  4. Menghilangkan flek hitam di wajah, ini yang sedang saya coba buktikan sekarang, hehe...
  5. Memutihkan wajah.
Nah itulah manfaat lidah buaya bagi wajah. Caranya bagaimana? Mudah kok. Tinggal potong kira-kira satu batang lidah buaya (satu batang tersebut bisa digunakan selama lima hari), kemudian oleskan gelnya ke seluruh wajah dan diamkan selama kurang lebih 30 menit kemudian bilas dengan air. Rasanya benar-benar segar. Apalagi ketika mengoleskan gelnya ke wajah, adem sekali.
Lakukan setiap malam ya. Selamat mencoba :)

Rabu, 02 Oktober 2013

Habbatussauda

Pernah dengar tentang obat habbatussauda?
Mungkin ada yang sudah pernah, mungkin juga ada yang belum pernah dengar. Habbatussauda itu sejenis tanaman (nama latinnya adalah Nigella sativa atau bahasa Indonesianya Jintan hitam) semak belukar yang tumbuh secara liar di daerah Afrika, Asia, dan Arab.
Tanaman ini telah dikenal sejak lama sebagai tanaman obat. Menurut Arrahmah.com, dalam hadis Bukhori, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa sesungguhnya habbatussauda ini merupakan obat bagi setiap penyakit, terkecuali kematian. Sedangkan dalam hadis Muslim, nabi bersabda bahwa tidak ada penyakit kecuali penyembuhannya ada di dalam habbatussauda.
Itulah mengapa, banyak ilmuwan dan dokter yang meneliti tentang kandungan habbatussauda. Untuk lebih detailnya silakan teman-teman googling sendiri ya, hehe
Nah, membaca hasil googling saya tersebut, saya pun tertarik untuk mengkonsumsi habbatussauda. Setelah googling mengenai pembelian, ternyata habbatussauda sudah bisa di beli apotik terdekat dengan harga Rp. 25.000,-. Meskipun tentu saja ada beberapa pihak yang menjual dengan harga lebih dari itu. Saya meminumnya dua kali sehari masing-masing sebanyak tiga kapsul. 
Khasiat dari obat ini? Beberapa jam setelah meminumnya saya langsung batuk-batuk yang mengeluarkan lendir/dahak kental juga gatal-gatal di beberapa bagian tubuh saya. Tapi saya pikir ini hanyalah semacam detoksifikasi dari obat tersebut, sehingga saya tetap melanjutkan mengkonsumsi habbatussauda. Setelah kurang lebih tiga hari, batuk-batuk saya alhamdulilah mereda. Dada saya terasa ringan. Oiya, kalo para apoteker sih bilangnya habbatussauda itu obat yang melancarkan aliran darah. Saya kurang tau juga ya, hehe... 
Maklum saya ini tidak tahu apa-apa tentang obat-obatan. Tapi saya juga tidak lantas sembarangan meminum obat. Setelah saya googling atau bertanya pada ahlinya, baru saya berani meminum obat.
Nah, itulah sekilas testimoni saya setelah meminum habbatussauda.

Senin, 25 Maret 2013

Nyeri kaki ketika naik motor

Semenjak menikah, saya menjadi seorang biker, hehe...
Kemana-mana boncengan dengan suami naik motor. Kalo dulu saya kan pengguna angkot sekaligus pejalan kaki, kemana mana jalan kaki atau naik angkot,hehehe....
Tapi ada yang aneh dengan kaki saya ketika naik motor setelah saya menikah.
Padahal dulu, naik motor berapa jam pun tidak masalah kecuali kaku dan pegal. Tapi sekarang, baru juga sejam naik motor, lutut, betis, mata kaki dan telapak kaki saya rasanya sangat nyeri sehingga saya harus meminta suami saya untuk berhenti sejenak guna meluruskan seluruh badan terlebih dahulu.
Saya coba bertanya kepada seorang teman yang kebetulan guru olahraga, dia bilang sih karena saya terlalu gemuk. Sehingga akhirnya lutut dan kaki saya merasa terlalu terbebani dengan berat badan tubuh saya. OK, alasan yang masuk akal. 
Kemudian, saya mengeluhkan lagi kepada seorang teman saya yang lain, kebetulan dia agak pintar dengan masalah yang berbau kesehatan. Dia bilang karena saya kurang olahraga. OK, alasan yang masuk akal juga.
Setelah mendengar alasan-alasan tersebut, saya mencoba mencerna sendiri.
1. Kurang olahraga, bisa jadi. Karena semenjak saya menikah, saya sangat kurang berolahraga. Dulu saya rajin sekali berjalan kaki, lebih dari 30 menit setiap hari. Selain itu, dulu saya rajin naik dan turun tangga (karena kamar saya berada di lantai dua kosan).
2. Saya terlalu gemuk. Hmm... perasaan saya, berat badan tidak bertambah sebelum dan sesudah menikah (dibuktikan dengan saya menimbang berat badan saya).
Jadi, penyebab rasa nyeri di kaki saya yang paling masuk akal bagi saya adalah karena saya kurang olahraga. Sehingga kaki saya mengalami kekakuan dan kaget ketika lama tertekuk di motor. Terlebih, saya berangkat subuh dan pulang malam, sehingga si kaki terkena angin malam yang dingin.
Akhirnya, saya inisiatif untuk rajin melakukan peregangan. Alhamdulilah, walaupun masih nyeri, tapi setidaknya tidak sejam setelah naik motor (waktunya bisa dikurangi).
Saran saya, ketika kaki merasa kaku ketika naik motor, sebaiknya berhenti terlebih dahulu untuk meluruskan tubuh dan melakukan beberapa gerakan peregangan. Seperti memutar-mutar pergelangan kaki dan tangan beberapa kali, skot jam beberapa kali, ya yang gitu-gitu deh untuk meregangkan tubuh.
Selain itu, kita juga harus rajin berolahraga, jalan kaki minimal 30 menit, lari, push up, sit up, mencium lutut (ini sih untuk orang yang males olahraga seperti saya,hehe).
Apakah ada teman-teman yang mengalami hal yang sama dengan saya? Ayo berbagi pengalaman dan penyelesaiannya :)

Rabu, 20 Maret 2013

Alasan kenapa harus mengambil izin untuk membuat surat rujukan

Hahaha... judul yang aneh ya?
Iya karena kadang saya suka bete sendiri kalau ditanya, kenapa harus izin setengah hari atau seharian hanya untuk membuat surat rujukan?
Kata "hanya" nya itu lo yang bikin bete.
Jadi, sekarang saya akan beberkan alasannya. Seperti yang telah diketahui, ayah saya sedang sakit sehingga setiap bulan saya dan adik saya secara bergantian menemani beliau check up ke rumah sakit di Cimahi. Ayah saya menggunakan kartu Askes, sehingga untuk berobat ke rumah sakit di luar kota memerlukan surat rujukan dari rumah sakit daerah, dalam kasus saya adalah rumah sakit umum daerah Cianjur.
Nah, untuk mendapatkan surat rujukan dari rsud, saya juga memerlukan surat rujukan dari puskesmas setempat.
Berdasarkan pengalaman saya setiap bulan, saya pergi meminta surat rujukan dulu ke puskesmas sekitar jam setengah 8 pagi. Biasanya sih di puskesmas tidak terlalu lama, karena tidak terlalu mengantri. Kemudian, saya pergi ke rumah sakit, sekitar pukul 8 lebih. Tiba di rumah sakit, saya harus mengambil nomor antrian untuk mendaftar di poli yang dituju. Dan, biasanya, saya mendapat nomor antrian 300 sedangkan yang dipanggil baru nomor antrian 150. Saya menunggu sekitar satu jam lebihan lah. Sambil menunggu, saya pergi ke askes center untuk mendapat cap.
Kemudian saya kembali lagi ke ruang tunggu umum dan saya dipanggil pada pukul setengah 10 lebih. Setelah mendaftar, kemudian saya antri lagi di depan poli yang dituju. Dalam hal ini adalah poli bedah. Saya mendapat no urut 63. Tapi.... menurut para pasien yang telah lebih dulu mengantri dibanding saya, nomor urut itu tidak berarti apa-apa. Karena pasien dipanggil sesuai dengan arsip yang lebih dulu masuk.
Jadi, begitulah, saya mulai mengantri sekitar pukul 10 dan baru dipanggil pada pukul 11. Masuk ke poli bedah, ditanya sedikit oleh dokter bedah, kemudian dia tanda tangan. Setelah itu saya harus minta surat pengantar dari askes di lantai 2.
Setelah surat pengantar dari askes selesai, berakhirlah perjalanan wisata saya di rumah sakit hari itu, sekitar pukul setengah 12 lebih.
Jadi, pada intinya, untuk membuat surat rujukan saya diperlakukan sama seperti pasien yang akan berobat.
Itulah mengapa "hanya" untuk membuat surat rujukan saya harus izin setengah hari dari pagi. Mungkin pengalaman teman-teman berbeda?

Jumat, 15 Maret 2013

Pengalaman Menggunakan Askes

Pernah dengar dunk dengan istilah Askes?
Yupz, Askes kependekan dari Asuransi Kesehatan. Kartu Askes sendiri biasanya dimiliki oleh pegawai negeri sipil (PNS) dan keluarganya, pensiunan, dan pegawai swasta.
Para pemegang kartu Askes diberi kemudahan dalam membayar biaya pengobatan dan perawatan. Bagi pemegang kartu askes, ada iuran setiap bulannya harus dibayarkan. Hanya saja, saya kurang tahu berapa iuran tiap bulannya, sepertinya berbeda-beda tergantung jenis askes yang diambil. (info lebih lanjut silakan kunjungi website askes)
Banyak rumah sakit di Indonesia yang bekerja sama dengan PT. Askes, biasanya sih rumah sakit negeri, tapi ada juga rumah sakit swasta yang menerima pasien yang menggunakan askes. Contohnya rumah sakit Al - Islam Bandung dan RS Al - Ihsan Bandung.
Banyak yang mengatakan bila berobat menggunakan kartu askes sangat sulit dan juga penuh penderitaan. Tapi pengalaman yang saya rasakan tidak terlalu sulit.
Ayah saya pemegang kartu askes dan tahun lalu baru saja di operasi. Semua biaya pengobatan dan perawatan di biayai oleh pt askes. Hingga sekarang, ayah saya masih check up setiap bulan dan masih gratis karena menggunakan kartu askes (tentu saja sebenarnya ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh pt askes sehingga harus kita sendiri yang membelinya di apotik).
Hanya saja memang, untuk berobat ke rumah sakit dengan menggunakan kartu askes kita harus membuat surat rujukan dari puskesmas setempat. Untuk pengguna kartu askes seperti ayah saya, yang berobat ke luar kota, kita harus meminta surat rujukan dari puskesmas setempat kemudian meminta surat rujukan ke rumah sakit umum daerah setempat. Itulah mengapa, setiap bulan, saya dan adik saya akan meliburkan diri selama dua hari. Hari pertama digunakan untuk membuat surat rujukan dan hari kedua digunakan untuk berobat.
Biasanya untuk membuat surat rujukan di puskesmas sih tidak akan lama, paling hanya beberapa menit saja. Tapi tentu saja, yang agak lama adalah membuat surat rujukan di rumah sakitnya. Karena selain dari askes center, kita harus meminta surat rujukan dari dokter di poli tertentu. Setelah itu kita meminta capnya dari petugas apalah namanya (saya tidak ingat, karena petugasnya jutek abis dan angkuh). Untuk membuat surat rujukan saja bisa sampai setengah hari,hehe
Oia, lupa, askes memberi izin untuk berobat ke rumah sakit di luar kota bila penyakit yang kita derita tidak ada dokternya di rumah sakit daerah kita. Contohnya ayah saya harus dirawat di poli ortopedi, karena di Cianjur tidak ada poli ortopedi, maka kita bisa ke rumah sakit Bandung yang ada poli ortopedi.
Kemudian kita lanjut ke rumah sakit yang kita tuju. Kita masih harus berangkat pagi-pagi, karena pengguna kartu askes yang akan berobat pun tentunya banyak. Pengalaman saya, ketika saya datang, saya mendapat antrian nomor 300 sedangkan yang dipanggil baru antrian nomor 100,wew ah... :p
Setelah berabad-abad mengantri untuk mendapatkan SJP, saya kemudian beralih ke petugas polinya. Itupun harus menunggu lagi. Lagi-lagi pengalaman saya, saya menyerahkan SJP jam 10 dan baru dipanggil pukul 11.30 atau lebih. Diperiksa ma dokternya sih ga nyampe 30 menit, paling cuma 10-15 menit, udah gitu keluar lagi. 
Biasanya sih, setelah diperiksa dokter akan diberi resep. Jadi, kita harus ngantri lagi deh di loket apotik khusus pemegang kartu askes. Nunggunya sih yaaaa lumayanlah, paling sejaman,wkwkwkwk....
Dan setelah itu, pulang deh. Pake kartu askes memang gratis sih berobatnya juga obat-obatannya (selama obatnya masih dibiayai askes :p), tapi ngantrinya itu looooo.... bikin beruban,wkwkwkwk...
Jadi untuk para pemegang kartu askes, saat anda akan check up, jangan lupa bawa gadget, makanan, juga minuman biar tidak bosan selama menunggu.
Akhir kata, semoga cepat sembuh bagi anda yang sedang sakit.....

Kamis, 28 Februari 2013

Manfaat Kurma

Baru aja saya mengalami kejadian yang lucu, tapi sedikit memalukan juga,hehehe
Ceritanya setelah menikah, saya iseng-iseng melakukan test pack dan ternyata hasilnya positif. Wah, agak seneng juga,http://www.emocutez.com walau belum yakin seratus persen.
Kemudian saya pergi ke dokter. Daaaaaaan.... setelah melakukan USG kemudian di test pack sekali lagi, hasilnya negatif. Haduuuuh bener-bener memalukan http://www.emocutez.com
Nah, ceritanya sebelum pergi ke dokter saya googling tentang manfaat kurma (karena sudah kepedean, jadi pengen protektif gitu deh). Karena mendengar teman saya berkata bahwa kurma itu bagus untuk ibu hamil.
Pastinya udah pada tahu dunk kalo kurma itu mempunyai segudang manfaat karena kurma banyak mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin A, zat besi, kalsium, kalium, vitamin B5, vitamin B3, fluor, lemak, tembaga, serat makanan, selenium, zat antioksidan (tanin), protein, zat salisilat, potasium, serta glukosa. Untuk lebih lengkapnya, perhatikan tabel nilai nutrisi kurma pada tabel di bawah ini (*).
 Beberapa manfaat kurma diantaranya.
1. Menjaga kesehatan mata, tentu saja karena kurma mengandung banyak vitamin A.
2. Memenuhi kebutuhan kalsium sehingga kurma bisa pula mencegah osteoporosis serta mengurangi rasa sakit pada sendi.
3. Menjaga kesehatan saluran pencernaan.
4. Bagi ibu hamil untuk mempertahankan tingkat hemoglobin dalam darah, mencegah terjadinya pendarahan pada saat melahirkan, dan mempercepat pengembalian rahim ke posisi semula, serta memperkuat rahim.
Sedangkan untuk bayinya, salah satunya membantu pertumbuhan gigi (kalau tidak salah sih, giginya jadi bagus), dan membantu pertumbuhan tulang.
*tambahan untuk ibu hamil sih baiknya makan kurma dan juga madu (satu sendok tiap hari), katanya sih bagus untuk kesehatan ibu dan bayinya.
5. Menjaga kesehatan jantung.
6. Mencegah stroke.
7. Menjaga kesehatan kulit, karena kurma mengandung zat anti oksidan sehingga kurma juga dapat memperlambat penuaan (karena kita ga bisa mencegah untuk menjadi tua :D) dan juga membuat kulit bercahaya gitu deh...
8. Memelihara sistem imun tubuh.
9. Mengurangi rasa sakit dan demam.

Nah itu lah beberapa manfaat kurma dari beberapa sumber.
Oiya, karena rasanya manis, para penderita diabetes dan hipertensi harus sedikit berhati-hati dalam mengonsumsi kurma, katanya sekitar 3 - 5 butir kurma setiap hari. Sedangkan untuk orang yang tidak menderita diabetes dan hipertensi, sekitar 3 - 8 butir kurma setiap hari. Karena bagaimana pun juga, semua yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan tubuh, betul? http://www.emocutez.com
Jadi, selamat menikmati kurma. http://www.emocutez.com


*Tabel nilai nutrisi yang terkandung pada kurma (page asli disini).

Unsur
Kadar
Unsur
Kadar
Kalsium 52 mg Protein 2,35 gms
Lemak 0,43 gms Karbohidrat 75 g
Fiber/serat 2,4 g Vitamin A 90 UI
Thiamin (Vitamin B1) 93 mg Riboflavine (Vitamin B2) 144 mg
Asam Nikotinat 2,2 mg Kalium (potassium) 667 mg
Magnesium 50 mg Besi 1,2 mg
Copper/tembaga 2,4 mg Biotin 4,4 mikrog
Zinc 1,2 mg Asam folic 5,4 mikrog
 Sulfur 14,7 mg Asam Askorbat 6,1 mg
Sodium 13 mg Niasin 2 mg
Khlorida 271 mg Kobalt 1,9 mg
Glukosa 38,5 gms Fruktosa 35,5 gms
Fosfor 63 mg Unsur gula lain 3,4 gms
Energi 323 kal

Sabtu, 25 Agustus 2012

Kram perut

Sudah hampir seminggu ini saya sedang rajin berolahraga :)
Seperti biasa, pemanasan, lari-lari kecil, push-up dan juga sit-up. Tapi http://www.emocutez.com Oh My God, baru juga saya sit-up selama semenit, otot perut saya menegang dan kram. Waaaah selama itu terjadi, perut saya menekuk, saya nggak bisa bergerak karena bergerak sedikit rasanya semakin dicengkeram.
Oke, akhirnya saya menutup mata, mencoba untuk sesantai mungkin. Saya mulai mengambil nafas panjang perlahan-lahan dan mencoba untuk melemaskan semua otot dan persendian di tubuh saya. Tapi tampaknya semakin keras saya berpikir, otot perut saya semakin menegang. Gawat. Akhirnya saya (sekali lagi) mencoba menenangkan pikiran. Ketika kamu sedang kram (dibagian tubuh mana saja),  menenangkan pikiran adalah satu-satunya jalan yang terbaik untuk meredakan kram tersebut. Dan, alhamdulilah... setelah berpuluh-puluh detik dicengkeram oleh kram, otot perut saya kembali normal. Tapi saya masih belum bisa bergerak selama beberapa menit karena otot perutnya masih tersugesti untuk kembali kram bila saya terlalu memaksa bergerak.
Sungguh saya sangat heran, sudah 3 hari saya melakukan sit-up dan selalu saja berakhir dengan kram yang sangat menyakitkan. Padahal dulu saya sanggup sit-up selama lebih dari 5 menit. Setelah saya ingat-ingat, ternyata oh ternyata, saya melakukan sit-up setelah selesai makan. Padahal, sangat haram hukumnya sit-up setelah makan, seharusnya minimal 2 jam sesudah makan. Kalau tidak, hasilnya seperti saya, dicengkeram oleh kram perut.
Kenapa ya kok bisa gitu? Hmm... mungkin karena ketika kita baru saja makan, otot di perut (lambung) sedang bekerja untuk mencerna makanan yang kita makan, Sehingga ketika kita berolahraga sit-up yang tujuannya adalah merampingkan perut, kita secara tak sengaja menekan otot perut dan mengganggu sistem kerjanya. Otomatis si perut berontak tuh, ane lagi kerja malah diganggu, gitu kali ya? hahahaha...
Sorry, itu tadi hanya bercanda. Alasan yang lebih jelas silakan bertanya pada orang yang lebih ahli.
Jadi, kesimpulannya, kalau mau berolahraga, jangan lupa untuk melakukan peregangan atau pemanasan dan juga pendinginan (setelah berolahraga). Dan terutama, JANGAN BEROLAHRAGA SETELAH MAKAN. Berolahragalah minimal 2 jam setelah makan. Dan bila mengalami kram, cobalah untuk sesantai mungkin.
Selamat berolahraga :D http://www.emocutez.com

Jumat, 27 Juli 2012

Gatal - gatal pada kulit

Sudah beberapa hari ini saya merasakan gatal gatal, merah dan bentol di beberapa anggota tubuh saya. Mungkin karena saya jarang mandi kali yah? hehehe... Tapi tentu saja tidak!
Semula saya mengganggap bahwa gatal yang rasakan karena digigit nyamuk. Tapi loh loh,kok gatelnya makin banyak aja yah? Ya sudah,akhirnya saya beri bedak salycil.
Saya curhat ke ibu saya,ibu bilang mungkin saya digigit kutu atau tungi. Dan jreng jreng... besoknya saya langsung bersihin kamar. Mulai dari ganti sprei, sarung bantal dan guling, kemudian menjemur bantal,kasur,guling,dan boneka-boneka. Tak lupa saya juga menyemprot baygon ke seluruh penjuru kamar saya (sambil garuk-garuk,wkwkwkwkwk). Mudah-mudahan ga gatel lagi yah.
Tapi beberapa setelah saya membersihkan kamar,kok gatel gatelnya masih ada n tambah banyak yah? Udah takut kena cacar air nih. Tapi setelah gugling, gejala cacar air itu beda dengan gatel-gatel yang saya alami.
Akhirnya, nyerah deh... Saya mesti kencan dengan dokter,gkgkgkgk
Dan well, setelah diperiksa dokter, jawaban dokter adalah karena gigitan kutu. Dia nyaranin untuk bersihin kamar, jemur kasur, bantal, guling. Yah saya jawab, udah dok. Tapi gatelnya masih n makin banyak. Kemudian dia bilang, mungkin pengaruh air.
Jreeeeng... ketauan deh :p
Bukan karena saya jarang mandi atau alergi air yah. Tapi emang udah seminggu saya mandi pake air sumur (sumur tetangga lagi!) karena aliran PDAM di rumah saya sedang mengalami gangguan yang ga jelas penyebabnya. Akhirnya tu dokter nyaranin untuk mandi pake air anget, kalo saya masih menggunakan air sumur (tetangga) dan juga tentulah dikasih obat, pil dan salep.
Thank you dokter, mudah-mudahan saya sembuh :D
Dan buat temen-temen, jangan lupa untuk membersihkan kamar tidur yaaaa
Semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan,amiiin :D

Kamis, 14 Juni 2012

Berkunjung ke Dokter

Haaa setiap orang pasti pernah yang namanya berkunjung ke dokter. Kalo aa Gym bilang sih, berbagi rejeki dengan dokter,hehe...
Seminggu yang lalu ayah saya sakit pinggang hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur. Satu persatu teman-teman dan koleganya datang menjenguk, dan salah seorang dari mereka menyarankan untuk pergi ke dokter Bana. Menurut rekan ayah tersebut, istrinya kalau sakit sering dibawa kesana. Alhamdulilah, hasilnya menggembirakan. Sayangnya, dokter Bana ini membuka praktek di Bandung, tepatnya di jalan Moh. Toha (depan honda amarta).
Well, tulisan ini ngga bermaksud untuk mempromosikan yah, hanya sekedar arena curhat ajah.

Setelah googling tentang dokter tersebut, akhirnya diketahui (kaya detektif aja yah? Xixixi) bahwa dokter tersebut merupakan dokter umum tapi bisa akupuntur. Haduh bingung saya ngejelasinnya juga, takut salah.Tapi yang pasti, ayah saya, kemarin pergi ke dokter tersebut dan di akupuntur.
Ngomong-ngomong, tau kan akupuntur itu apa? Itu lo pengobatan dengan ditusuk-tusuk jarum gitu.
Dokter Bana itu menerima pendaftaran dari jam 2, dan baru buka praktek jam 4. Akhirnya mau tak mau, kami mengirim seorang "utusan" untuk mendaftar terlebih dahulu. Yaaa kami kan tinggal di Cianjur, tau sendirilah Bandung-Cianjur itu memakan waktu kurang lebih 2 jam, karena kami jalan santai. Alhamdulilah, ayah dapat antrian nomor 5, itu tu sekitar jam 5 kurang lah.
Dan alhamdulilah, walau harus kembali lagi kesana minggu depan, tapi ayah sudah menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Minta doanya saja ya agar ayah saya bisa kembali sehat :D
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, terima kasih :D

Perawatan Soft Lens

Membahas kembali tentang softlens atau lensa kontak, temen temen blogger pasti sudah banyak yang membahas tentang cara memakai dan melepaskan softlens. Sebenernya susah-susah gampang sih, tapi yang terpenting adalah kebersihan tangan kita sendiri. Alasannya? Tentu saja untuk menjaga kebersihan lensa kontak kita, agar tak ada (baca: meminimalkan) kuman.
Kenapa hal itu penting? Karena lensa kontak bersentuhan langsung dengan salah satu indera terpenting kita, yaitu mata. Bayangkan kalo kita memakai lensa kontak saat tangan kita sedang kotor? Whuaaaa sudah pasti, mata kita yang jadi korbannya..... (hiiiy... takuuuuuut)
Pada awalnya saya memang tidak terlalu banyak tahu tentang lensa kontak, ditambah ibu saya melarang untuk mempergunakan lensa kontak (lagi). Yah, wajar sih, ibu terlalu sering mendengar siaran radio yang isinya tentang kecelakaan saat menggunakan lensa kontak. Sebenernya itu sih tergantung pada si pemakainya sendiri. Sekali lagi, bila kita apik dalam menggunakan lensa kontak, rajin menghubungi dokter mata (minimal 6 bulan sekali), menjaga kebersihan lensa kontak dan tempat penyimpanannya, serta mengganti softlens apabila sudah masuk waktu kadaluarsa, insya Allah tidak terjadi apa-apa selain kita tambah cantik (haaaaa pede!!!)
Salah satu cara untuk menjaga kebersihan softlens ialah dengan membersihkan softlens setelah dipergunakan dan mencuci tempat penyimpanan nya lalu merendam softlens itu dalam larutan pembersih. Tapi ternyata, masalah bisa terjadi tidak hanya dari ketidakcocokan jenis softlens ataupun kadar air softlens dengan mata, melainkan bisa juga dari cairan pembersih softlens itu sendiri (nah lo?!).
Itulah yang saya hadapi beberapa waktu lalu. Cairan softlens saya sudah habis, lalu saya memesan pada seorang teman, dan nggak merhatiin merknya. Alhasil, ketika menggunakan softlens, mata saya selalu meneteskan air,seolah-olah sedang menangis. (Padahal waktu itu saya sedang jalan-jalan sendiri, jadinya semua orang melihat dengan heran,malunya.... huhuhu)
Karena waktu itu saya nggak tau, akhirnya saya nggak pake pake lagi tuh softlens (karena saya anggap softlens saya yang nggak cocok).
Jadi, buat temen temen yang mau mencoba softlens, jangan lupa untuk mencoba cairan pembersih softlensnya juga ya :D