expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2021

Menu Puree buah untuk MPASI

 Sebelumnya saya tuliskan menu makanan mpasi yang saya buat selama 24 hari ke belakang. Sekarang saya ingin menuliskan menu camilan berupa buah hehe.

Cara menyajikan buah untuk MPASI:

*buah keras seperti pir dan apel, dikukus dulu lalu dilumatkan di saringan kawat.

*buah empuk seperti pepaya, buah naga, pisang, dan alpukat langsung dilumatkan di saringan kawat.

*buah seperti kurma, dikukus lalu dilumatkan di saringan kawat.

*Jeruk langsung saya berikan ke bayi setelah saya ambil bijinya. Dia bisa nyedot sendiri hehe.

Untuk buah-buahannya saya berikan buah pepaya, buah naga, jeruk, apel dan pir. Alhamdulilah, sejauh ini si bayi sangat suka.

Semoga menginspirasi.

Menu MPASI 6 bulan

 Assalamualaikum, halo. Alhamdulilah awal Februari ini si bayi udah boleh makan. Saya mau sedikit berbagi menunya untuk kurang lebih 12 hari. Kenapa 12 hari, padahal sekarang sudah hari ke 24? Karena satu menu saya berikan untuk 2 hari hehe. Kenapa begitu? Karena

- Saya sedang mengenalkan dan membiasakan si bayi dengan bahan makanan. 

- Untuk mengetahui apakah si bayi alergi terhadap sebuah bahan makanan atau tidak. Sebenarnya untuk mengetes alergi bagusnya 1 menu untuk 3-5 hari. Tapi saya ga tega ngasih menu itu itu aja ke bayi.

Pengetesan alergi itu wajib buat bayi saya, karena keluarga besar saya dan suami memiliki alergi terhadap seafood dan daging sapi. 

Menu mpasi yang saya buat adalah menu 4 bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein, serat, dan lemak tambahan.

Oiya, persiapan untuk mpasi saya tidak terlalu heboh. Saya hanya beli pelumat kentang (tapi sampai sekarang belum terpakai) dan juga saringan kawat. Saya juga beli margarin f*rvita tapi kemudian saya baca sebuah artikel yang menyebutkan bahwa penggunaan margarin sebaiknya hanya seminggu dua atau satu kali saja. Makanya, saya belum buka margarin tersebut. 

Berikut menu makanan si bayi:

1. Nasi (karbo), telur (prohe), bayam (serat), tahu (prona) dan minyak sayur (lemak tambahan / LT)

2. Nasi, daging ayam negeri, wortel, tahu dan minyak.

3. Nasi, daging sapi, wortel, tempe dan minyak.

4. Kentang, daging ayam, wortel, tempe dan minyak.

5. Kentang, daging ayam, wortel, tahu, dan margarin.

6. Kentang, hati ayam, wortel, tahu dan margarin.

7. Nasi, hati ayam, wortel, tempe dan minyak.

8. Nasi, hati ayam, wortel, tahu dan minyak.

9. Nasi, ikan tongkol, kacang merah, labu siam, dan minyak.

10. Nasi, daging ayam, kacang merah, labu siam dan minyak.

11. Jagung, daging ayam, wortel, kacang merah, dan minyak.

12. Jagung, daging ayam, wortel, tahu, dan minyak.

Cara memasaknya:

* Untuk daging (ayam + sapi) direbus dulu lalu dikukus. Tapi tidak dikukus juga tidak masalah, yang penting sudah matang dagingnya.

* Untuk bahan makanan lainnya, dikukus saat saya masak nasi di rice cooker.

* Untuk kacang merah direndam dulu semalaman lalu baru dikukus.

* Setelah dikukus dan direbus, lalu bahan makanan dihaluskan menggunakan blender.

Setelah halus, kemudian dimasukkan ke wadah kecil kecil yang ada tutupnya dan disimpan di kulkas. Setiap akan diberikan, dihangatkan dulu dengan cara diberi sedikit air panas atau direndam dalam panci air panas atau dimasukkan ke rice cooker. Kemudian baru diberi LT sebanyak 1-2 sendok. Makanan siap disajikan, jangan lupa berdoa dan tersenyum. 

Nah, demikian menu mpasi saya untuk si bayi selama 24 hari. Semoga menginspirasi.


Minggu, 07 Februari 2021

Ide Kado untuk Pengantin

Bila postingan sebelumnya saya membahas ide kado untuk bayi atau ibunya, pada postingan kali ini saya ingin memberi kado untuk pengantin. 

Kalau dulu biasanya saya hanya akan memberi sprei atau jam dinding atau gelas pasangan, hihihi...

Sekarang, setelah menikah saya jadi tahu ada banyak barang yang bisa dijadikan kado dan inshallah pasti terpakai bukan hanya untuk jadi pajangan di lemari.

1. Peralatan masak (wajan, panci, set pisau, dan sebagainya)

2. Kompor

3. Rice cooker

4. Setrika

5. Dispenser

6. Perlengkapan makan (tempat nasi, tempat bekal, piring, gelas, set sendok dan sebagainya)

7. Mixer

8. Alat presto

9. Blender atau chopper

10. Pernak pernik kamar atau kamar mandi (gantungan baju, tempat sabun dan sebagainya)

Nah itu beberapa ide kado untuk pengantin, tapi sah-sah aja kalau teman-teman mau memberi bedcover, sprei, handuk pasangan, jam dinding atau kain untuk pasangan. Tentunya disesuaikan dengan budget saja.

Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.




Ide Kado untuk Bayi

Berbekal pengalaman, dulu sebelum nikah dan punya anak, saya bingung ketika akan memberi kado pada temen yang baru melahirkan. Pada akhirnya, kado yang pilih hanya baju bayi atau set perlengkapan mandi aja, haha. Ternyata saya baru tahu kalau baju bayi sebaiknya tidak banyak-banyak karena si bayi cepet besar sedangkan set perlengkapan mandi, belum tentu cocok dengan kulit si bayi. Mubazir kalau akhirnya kado-kado itu tidak terpakai.

Nah sekarang, karena saya sudah punya bayi (alhamdulilah), saya ingin memberi ide pada teman-teman yang mungkin sedang kebingungan mau ngasih apa ya buat new mom atau new born baby. 

1. Set perlengkapan makan untuk persiapan mpasi

2. Mainan seperti softbook, puzzle, bola bola kecil atau teether

3. Gendongan SSC m-shape

4. Kursi kecil (high chair) untuk belajar makan.

5. Sofa bayi

6. Bantal menyusui

7. Minyak telon 

8. Korset untuk ibunya

9. Jaket bayi 

10. Clodi 

Nah, itu beberapa ide untuk kado yang menurut saya akan sangat terpakai. Tapi kalau teman-teman mau beli seperti penghangat botol susu, alat pensteril botol susu, atau slow cooker, boleh juga.

Dan sebaiknya teman-teman tidak membeli baby walker karena sekarang penggunaan baby walker tidak dianjurkan oleh dokter karena membahayakan keselamatan bayi.

Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat.


Kamis, 30 April 2020

Resep Odading / Roti Goreng Sederhana

Hallo hallo.... Untuk buka puasa hari ini saya persiapkan odading untuk suami. Sengaja beli ragi biar bisa berkreasi di libur panjang karena pandemi covid-19. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir dan kita bisa kembali beraktifitas seperti biasa aamiin...
Bahan - Bahan:
  1. Ragi (saya takar sekitar 3/4 sendok eskrim)
  2. Gula 4,5 sendok plastik (1 sendok untuk dicampur dengan ragi) sesuaikan dengan selera
  3. Terigu 17 sendok plastik
  4. Garam (sedikit)
  5. Air hangat 1/2 gelas 
Cara membuat:
  1. Campurkan gula (1 sendok) dengan ragi dan air hangat untuk mengaktifkan ragi. Kemudian diamkan selama 15 - 30 menit. (tanda ragi aktif adalah ragi berbusa)
  2. Campur rata gula dan tepung terigu serta garam. 
  3. Masukkan air ragi ke dalam tepung lalu aduk rata.
  4. Diamkan adonan selama 1 jam atau lebih. 
  5. Adonan akan mengembang dua kali lipat, kempiskan. 
  6. Panaskan minyak di wajan.
  7. Potong atau bentuk adonan odading sesuai keinginan lalu goreng.
Odading pun siap untuk disantap. Gampang kan? hihihi...
Demikian resep sederhana dari saya, selamat mencoba.

Sabtu, 18 Mei 2019

Pengajuan NPWP Online

     Haaiii... kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya ketika mengajukan pendaftaran NPWP secara online.
    Caranya mudah, tinggal kunjungi website https://ereg.pajak.go.id/ lalu pilih daftar (bagi yang belum punya akun, kalau sudah punya akun langsung login saja). Setelah klik menu daftar, kita akan diminta alamat email dan juga kode captcha. Setelah itu kita langsung cek email akan ada email baru dari eregistration. Kita akan diminta untuk mengklik sebuah link yang nantinya bertujuan membuat akun kita (nama dan juga pasword). 
    Setelah membuat akun, kita lagi lagi harus mengecek email karena nantinya ada email untuk mengaktivasi akun yang sudah kita buat. Setelah akun aktif, kita pun bisa masuk ke menu utama, dashboard pendaftaran. 
    Kita klik menu pendaftaran lalu akan muncul beberapa pilihan. Karena saya ingin membuat NPWP, sehingga saya memilih menu pendaftaran NPWP. Setelah mengklik menu tersebut nanti kita akan diharuskan untuk mengisi seperti identitas kita, alamat, dan lain sebagainya. Kemudian kita juga bisa memilih antara mengirimkan via pos syarat-syarat pengajuan NPWP atau cukup dengan menguploadnya di website tersebut. Saya waktu itu memilih untuk menguploadnya.
    Setelah selesai, kita lalu mengklik menu minta token, setelah token terkirim ke email, kita masukkan saat memilih menu kirim permohonan. Selesai sudah. 
     Rentang waktu dari saya mengirim ajuan permohonan hingga menerima keputusan diterima atau ditolah itu sekitar tujuh hari kerja. Unfortunately, permohonan pengajuan saya ditolak, huhuhu...
     So, saya harus mengulang lagi pengajuan permohonan NPWP atau kalau nanti suami sudah tidak terlalu sibuk, saya akan langsung datang ke kantor pajak setempat.
Demikian pengalaman saya, semoga bermanfaat. 

Senin, 10 Desember 2018

Membuat Bumbu Dasar

Haaaaiii.... tetiba hari ini saya ingin membuat bumbu dasar untuk stok bumbu di rumah. Mungkin karena saya merasa bosan dengan masakan yang ala kadarnya, hihihi...
Maksud saya, biasanya kalau masak saya pakai bumbu sederhana bin simple, yakni irisan bawang merah, putih dan tomat. Ndak pakai kemiri, ketumbar, cabai merah, kunyit, jahe dan lengkuas, apalagi serai dan salam, hihihi... 
Jadi, saya pun mencari kembali rumus resep bumbu dasar putih dan merah. Saya rasa saya hanya akan paling sering menggunakan kedua bumbu tersebut hehehe...
So, saya pakai resep bumbu ini. 
                                                               Resep Bumbu Dasar Putih
  1. 18 siung bawang merah
  2. 9 siung bawang putih
  3. 8 buah kemiri
  4. Minyak secukupnya (untuk menggoreng dan campuran ketika akan dilumatkan)
Langkah - langkah
1. Kupas bawang merah dan bawang putih lalu potong jadi dua.
2. Masukkan kemiri, bawang merah, dan bawang putih ke dalam blender.
3. Tambahkan minyak secukupnya. Lalu nyalakan blender dan tunggu hingga halus.
4. Panaskan wajan dengan sedikit minyak.
5. Masukkan bumbu yang sudah di blender ke dalam wajan dan tumis hingga wangi dan berubah warna.
6. Tunggu hingga dingin lalu masukkan ke dalam wadah.
7. Bumbu dasar putih siap digunakan. Simpan  di dalam kulkas.

                                                            Resep Bumbu Dasar Merah
  1. 14 siung bawang merah
  2. 7 siung bawang putih
  3. 10-15 cabai merah (saya lupa ndak dihitung ;D)
  4. 4 buah cengek
  5. 8 buah kemiri
  6. Minyak secukupnya (untuk menggoreng dan campuran ketika akan dilumatkan)
Langkah - langkah
  • Cuci bersih cabai merah dan cengek.
  •  Kupas bawang merah dan bawang putih.
  • Masukkan cabai, cengek, bawang merah, bawang putih, dan kemiri ke dalam blender.
  • Tambahkan minyak secukupnya. Lalu nyalakan blender dan tunggu hingga halus.
  • Panaskan wajan dengan sedikit minyak.
  • Masukkan bumbu yang sudah di blender ke dalam wajan dan tumis hingga wangi dan berubah warna.
  • Tunggu hingga dingin lalu masukkan ke dalam wadah. Simpan  di dalam kulkas.
  • Bumbu dasar merah siap digunakan. 
Ini penampakan bumbu yang sudah saya buat dengan takaran yang sudah saya sebutkan di atas
Lumayan banyak kan ya, hehe... Oiya, resep bumbu dasar putih dan merah ini didapatkan dari koki terkenal dan legendaris, Rudi Khoerudin. Menurutnya, bila dimasukkan ke dalam kulkas, bumbu ini akan tahan selama 2-3 bulan. 
Selamat mencoba :D

Kamis, 06 Desember 2018

Membuat Kikil (kulit sapi) Empuk

     Halo... Saya suka makan kikil (kulit sapi), sayangnya kalau beli masakan matang, kikilnya kadang empuk dan kadang masih alot. Alhamdulilah kalau pas dapat yang empuk sih, kalau pas dapat yang alot, hmmm... capek nguyah cyiiiin hehe...
    Awal - awal, saya sendiri juga tidak bisa memasak kikil dengan empuk. Karenanya saya pun rajin browsing di google untuk mendapatkan tipsnya. Nah, ketika saya mendapatkan tipsnya, saya praktekkan deh. Sekarang, suami lebih suka masakan kikil yang saya masak sendiri daripada beli, hihihi....
    Begini tips yang saya dapatkan, setelah kikil dipotong kecil-kecil atau sesuai keinginan, lalu dicuci bersih. Setelah itu, rebus kikil hingga mendidih, tunggu hingga 5-10 menit. Kemudian matikan apinya, buang air rebusan tersebut dan ganti dengan air baru. Setelah mendidih, matikan api, buang air rebusan dan ganti dengan air baru. Sekali lagi, rebus kikil hingga mendidih, setelah mendidih lalu matikan api dan buang airnya. Kemudian kikil siap untuk dimasak sesuai keinginan. Kesukaan suami adalah kikil bumbu kecap.
    Setelah 3 kali merebus dengan air yang selalu baru, hasilnya adalah kikilnya empuk dan tidak lengket hehe... Ribet sih memang, tapi demi kikil yang empuk dan tidak lengket, saya rela banget :D
     Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat :D

Senin, 03 Desember 2018

Menyimpan Sayuran

     Di awal-awal pernikahan, saya bingung ketika akan memasak, hihihi... Karena mang sayurnya ketika sampai di rumah kami hanya tinggal beberapa macam saja, sayur mentah sendiri kadang ada kadang tidak. Di sekitar rumah saya pun jarang tukang warung sayuran mentah, kalaupun ada, belanjanya minimal dua hari sekali, hiks. Alhamdulilahnya, ada bibi penjual sayur matang yang suka datang ke sekolah, saya pun terselamatkan olehnya :D.
     Nah, awal semester ajaran ini, ada warung sayuran mentah yang baru buka. Qadarullah, si bibi yang tukang sayuran matang pun awal semester jarang datang ke sekolah karena sudah habis pagi-pagi katanya. Saya pun akhirnya berbelanja sayuran mentah di warung tersebut sekalian saya jalan ke sekolah (saya ke sekolah jalan kaki, hehe). 
     Awalnya bingung sih, karena kalau belanja sayuran tiap hari repot sedangkan kalau belanja banyak takut layu dan busuk. Saya lalu browsing di internet mengenai hal ini, qadarullah ternyata sedang ada tren kekinian tentang menyimpan sayuran di kulkas. Istilah kerennya adalah food preparation. 
     Jadi, (menurut saya ya) sayuran itu bisa bertahan agak lama di kulkas dengan penyimpanan yang benar. Saya pun lalu mencobanya. Ketika membeli sayuran, di rumah, saya pisahkan jenis-jenisnya dalam wadah yang berbeda. 
     Biasanya sekali belanja saya akan membeli seperti sayur bayam, kangkung, tauge, sosin, kubis, sawi putih, jamur, wortel, tahu, dan daging ayam. Setelah saya pulang ke rumah, untuk sayuran saya buka dulu plastiknya dan saya jeberkan beberapa jam biar kering (kalau di plastik biasanya ada embun, itu artinya ada sedikit air). Tahu langsung saya masukkan ke mangkuk dan masuk kulkas, Jamur putih pun langsung masuk kulkas. Daging ayam saya cuci bersih lalu saya rebus (biasanya saya tambahkan sedikit garam), setelah dingin, lalu masuk kulkas juga.
     Untuk bayam, sosin dan kangkung, saya petik dulu lalu saya masukkan ke toples terpisah (tutup rapat) baru saya masukkan ke kulkas. Tauge dan wortel setelah kering lalu saya masukkan ke toples terpisah (tutup rapat) dan masuk kulkas. Sosin, sawi putih dan kubis bisa dimasukkan ke plastik hitam baru masuk kulkas, biasanya mereka saya masukkan di tempat yang paling bawah. 
     Intinya, semua sayuran tersebut dimasukkan ke dalam toples lalu tutup dengan rapat. Kalau untuk beberapa kali masak, saya sarankan, bagi sayuran ke dalam beberapa toples kecil agar tidak keluar masuk kulkas.
      Seharusnya sebelum dimasukkan, dasar toples diberi alas berupa tissu. Tapi saya juga tidak ingin menggunakan tissu. Ingin benar-benar ramah lingkungan ceritanya hehe...
     Alhamdulilah, dengan cara seperti ini (walau tanpa diberi alas tissu), sayuran tersebut bisa tahan 3 - 5 hari di dalam kulkas tanpa layu apalagi membusuk. Tapi jarang sih saya membiarkan sayuran mentah lebih dari 5 hari hehe... Biasanya 2 - 3 hari pun sudah habis saya masak. Paling yang agak awet itu daging ayam, hehe.... Tomat dan cengek pun dengan cara yang sama alhamdulilah tahan kurang lebih 14 hari di dalam kulkas, masih segar dan tidak layu.
    Demikian tips dari saya untuk menyimpan sayuran mentah di kulkas, semoga bermanfaat :D

Rabu, 24 Oktober 2018

Review Produk yang mengandung Aloe Vera

Haaai semua....
    Sekarang saya ingin menulis tentang pendapat saya mengenai produk yang mengandung lidah buaya. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis, tetapi karena jadwal yang agak padat saya pun lupa hehe...
    Saya pernah menggunakan Wardah Aloe Vera. Saya gunakan hanya untuk wajah saja. Menurut saya, wanginya lembut dan cepat kering. Memang agak lengket beberapa saat setelah diaplikasikan but it's alright. Saya menggunakan produk ini sebagai base make up sebelum saya menggunakan pelembab. Hihihi... saya hanya menggunakan base, pelembab, bedak dan lipstik saja bila akan mengajar. Tidak pakai blush on, maskara, apalagi pensil alis, haha... 
    Setelah wardah aloe vera tersebut habis, tadinya saya mau membeli lagi, tapi setelah membaca beberapa artikel yang menyebutkan bahwa produk tersebut sekarang hanya boleh digunakan di tubuh (bukan wajah) saja, saya pun jadi bimbang. 
    Saya pun agak tertarik dengan produk yang sedang kekinian, yaitu Nature Republik Aloe Vera. Tapi saya masih ragu-ragu karena banyaknya produk sama dengan harga yang berbeda. Pertimbangan saya, ini kan produk untuk wajah, jadi saya tidak boleh salah pilih. 
     Saya ingat seorang teman yang pernah mengiklankan produk ini, lalu saya menghubungi dia. Akhirnya saya beli di online shopnya, insha Allah asli, produk Korea dengan harga 150 ribu rupiah. 
    Setelah barangnya datang, ternyata memang produknya besar yah. Walaupun isinya tertera 300 gr. FYI, wardah aloe vera yang 100 ml saja saya habiskan dalam waktu kurang lebih 2 bulan, apalagi ini yang 300 gr :)) 
    Baiklah, menurut saya, saya lebih suka dengan nature republik. Karena
  1. Teksturnya lebih creamy.
  2. Tidak lengket dan dingin di wajah (walaupun mungkin hal ini  disebabkan kandungan alkoholnya)
  3. Isi lebih banyak (emak - emak ga mau rugi, hehe... ) 
    Karena bentuknya yang tidak friendly untuk dibawa kemana-mana, saya masukkan ke jar bekas pelembab (yang sudah saya cuci), sehingga lebih praktis hehe...
    Demikian review dari saya, Jangan tergiur harga murah dan isi besar, pilih produk yang sesuai dengan kondisi wajah dan kulit teman-teman yaa...

Kamis, 16 Agustus 2018

Bubur Kacang Hijau

Persediaan gula merah di kulkas masih menumpuk, alhamdulilah kemarin saya dapat 'oleh-oleh' dari sekolah berupa kacang hijau. Jadi, langsung deh bikin bubur kacang hijau. 

Bahan-bahan
Kacang hijau
Santan (saya pakai santan bubuk Sasa)
 Jahe
Gula merah
Sedikit garam
Gula putih (optional)

Cara membuat
1. Cuci kacang hijau terlebih dahulu lalu rendam semalaman.
2. Buang air rendaman kacang hijau.
3. Rebus kacang hijau dengan api sedang. Tunggu hingga kacang empuk.
4. Setelah kacang empuk lalu masukkan gula merah dan sedikit garam. Aduk rata.
5. Masukkan jahe yang sudah diiris tipis. Aduk rata.
6. Masukkan santan, aduk rata. (koreksi rasa, bila masih terasa kurang manis tambahkan lagi gula, baik gula merah atau gula putih)
7. Matikan api dan tunggu  hingga hangat, lalu sajikan.

Mudah sekali untuk membuat bubur kacang hijau, hanya perlu ekstra kesabaran ketika menunggu kacangnya empuk. Saya pernah membuat kacang hijau, tapi waktu itu kacangnya tidak mau empuk padahal sudah saya rendam semalaman. Ternyata oh ternyata, saya salah, saya memasukkan gula merah tanpa menunggu si kacang empuk, haha...  Ya, saya kurang sabar menunggu sehingga memasukkan gula bersamaan dengan kacang ketika airnya mendidih, jadi si kacang juga tidak mau menjadi empuk. Tapi dari pengalaman itu saya jadi belajar, belajar untuk sabar, hee...
Selamat mencoba teman-teman ^_^

Masker Wajah

        Setelah lulus kuliah, saya mulai intens merawat wajah. Terutama setelah melihat teman-teman di kosan suka melakukan perawatan tubuh, entah itu luluran maupun maskeran. Saya suka menggunakan masker sebelum tidur, rasanya wajah lebih fresh hehe...
       Saran saya untuk teman-teman, gunakan masker wajah sesuai dengan jenis kulit wajah teman-teman. Karena beberapa masker (terutama masker alami) hanya bisa diaplikan untuk jenis kulit wajah tertentu saja. Jenis kulit wajah saya adalah normal. Selain itu, gunakan masker wajah di malam hari, sebelum tidur atau di pagi hari sebelum beraktivitas. Kalau saya biasanya menggunakan masker setelah shalat magrib sambil menunggu shalat Isya. Lalu bersihkan wajah dulu dari make-up sebelum menggunakan masker dan boleh membilas masker menggunakan air hangat.
Nah, berikut adalah masker - masker yang sering saya gunakan.  
a. Lidah buaya
Sejak SMP dulu, saya paling sering menggunakan lidah buaya, baik untuk masker wajah maupun masker rambut. Bukan lidah buaya yang sekarang sudah banyak dijual di pasaran, tapi memang benar-benar tanaman lidah buaya. Sejak dulu, ibu saya sudah menanam lidah buaya. Satu lembar lidah buaya itu biasaya bisa saya gunakan untuk 3 - 4 kali. Caranya mudah sekali, lidah buaya dipetik lalu disimpan berdiri agar getahnya (yang kekuning-kuningan) keluar semua. Setelah itu dicuci (tapi tidak dicuci pun tidak masalah), lalu lidah buayanya dipotong agak kecil, kira-kira cukup untuk satu kali pakai saja, lalu oleskan rata ke wajah kecuali mata dan bibir. Tunggu hingga kering, kurang lebih 25 menit lalu dibilas menggunakan air biasa. Saya menggunakan lidah buaya hampir setiap hari (dulu), hasilnya wajah saya hingga sekarang agak glowing. Bahkan sering disangka berminyak :( 

b. Susu 
Susu yang biasanya saya gunakan sebagai masker adalah susu bubuk Dancow yang full cream. Satu sachet itu bisa untuk 8 hingga 10 x pemakaian. Awalnya saya coba memakai masker susu setiap malam, tapi baru juga menggunakan selama tiga malam berturut-turut wajah saya terasa kering. Sejak saat itu, saya menggunakan masker susu hanya seminggu sekali atau dua kali. Suami saya bilang, wajah saya agak cerah (bukan putih ya) setelah menggunakan masker tersebut, hehe...
Cara menggunakan masker susu, tuangkan satu sendok susu (saya gunakan sendok eskrim) ke cawan kecil lalu campur dengan air mawar atau air biasa bila tidak ada air  mawar (saya gunakan air mawar viva). Jangan terlalu encer tapi juga jangan terlalu kental. Setelah itu lalu oleskan ke wajah dan tunggu selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu bilas dengan air biasa.

c. Spirulina (produk tiens) 
Nah, ini juga salah satu produk kesukaan saya. Kalau mau pesasn, boleh langsung hubungi saya ya, hehe (sekalian promosi). Kalau sedang rajin, saya biasanya gunakan spirulina ini setiap malam sebelum tidur. Tapi bila tidak sedang rajin, minimal saya gunakan seminggu dua kali. Caranya pemakaiannya, buka kapsul spirulina dan tuangkan bubuknya ke cawan kecil. Setelah itu lalu tambahan air mawar (saya gunakan air mawar Viva) atau air biasa juga tidak apa-apa. Jangan terlalu encer maupun kental. Lalu oleskan ke wajah. Tunggu selama kurang lebih 25 menit, lalu bilas dengan air biasa. 

Nah, itulah masker wajah andalan saya. Mudah dan murah meriah bukan, tapi yang terpenting bisa merawat wajah agar tetap menawan untuk suami tercintah :D

Jumat, 20 Juli 2018

Resep: Ikan cobek

Saya ngiler ketika melihat teman di kontak saya, yang memang dia penjual makanan, yang selalu iklan menu andalannya, yaitu ikan cobek. Saya pun pernah mencicipinya sekali, dan rasanya bikin ketagihan. Sayangnya, teman saya itu tinggal di Cianjur sedangkan saya di Bandung Selatan. Akhirnya, saya pun membuat sendiri ikan cobek versi saya, qadarullah di mang sayur ada ikan hehe....
Nah, ini resep ikan cobek versi saya.
Bahan:
- Ikan (saya dapatnya ikan nila yang besar, lalu saya potong jadi tiga bagian)
- Bawang merah 4 siung
- Bawang putih 2 siung
- Cengek/cabai sesuai selera (saya pakai 7 buah cengek yang agak besar)
- Bumbu ikan instan (atau pakai garam saja juga tidak apa-apa)

Cara membuat:
1. Cuci bersih ikan lalu lumuri dengan bumbu ikan instan (atau garam saja) selama satu jam. Saya sih semalaman.
2. Goreng ikan yang sudah dilumuri garam.
3. Sambil menggoreng ikan, kita buat sambal cobeknya dengan cara uleg kasar bawang merah, bawang putih, dan cengek.
4. Ikan matang,angkat dan tiriskan. Lalu ganti wajan (atau bisa menggunakan wajan bekas menggoreng ikan tapi minyaknya dikurangi) untuk menumis sambal cobek.
5. Setelah wangi, tambahkan sedikit air tunggu hingga  mendidih, tambahkan garam, gula dan penyedap rasa (bila suka).
6. Cek rasa, bila sudah pas lalu masukkan ikan yang sudah digoreng.
7. Tunggu beberapa menit jangan lupa dibalik agar airnya meresap ke ikan.
8. Ikan cobek sudah siap untuk disantap dengan nasi hangat.

Kalau suka pedas, beri banyak cabai dan atau cengek. Berhubung suami kurang suka pedas, jadi saya cukup menggunakan 7 buah cengek saja. Rasanya mantap... Pengen nambah nambah lagi, hehehe...
Oiya, tentunya resep saya ini ada beberapa versi ya. Resep ini saya dapatkan dari ibu saya. Silakan googling saja. Selamat memasak ^_^

Sabtu, 03 Februari 2018

Membuat Surat Penyataan Bebas NAPZA

Beberapa waktu yang lalu, untuk sebuah urusan yang mengharuskan saya membuat surat pernyataan bebas NAPZA. Awalnya, bingung karena tidak tahu harus kemana. Kemudian saya pun googling, dari beberapa sumber, disebutkan bahwa kita bisa membuat surat tersebut di kantor BNN, di RSUD, di Laboratorium, dan di Puskesmas. 
Kemudian, seorang teman menghubungi bahwa tidak bisa membuat surat tersebut di Laboratorium. Saya pun lalu pergi ke puskesmas terdekat untuk menanyakan sambil membuat surat pernyataan sehat. Petugas puskesmas lalu menjelaskan bahwa di puskesmas kecamatan dan kabupaten masih belum diberi izin untuk membuat surat pernyataan bebas napza. Saya harus pergi ke RSUD untuk membuat surat tersebut. 
Saya lalu membuat surat pernyataan sehat. Qadarullah, ketika saya sedang diperiksa tensi, petugas kesehatan yang memeriksa saya menanyakan untuk apa saya membuat surat pernyataan sehat. Saya pun lalu menjelaskan dengan singkat sambil mengatakan bahwa saya juga membutuhkan surat penyataan bebas napza. Ternyata si petugas kesehatan tersebut mengetahuinya, dia mengatakan bahwa saya bisa membuat surat pernyataan bebas napza di polres. 
Wah, subhanallah... bantuan datang tak terduga. Setelah mendapatkan surat pernyataan sehat, saya dan suami pun meluncur ke polres. 
Dan... setelah cek urin, saya pun mendapatkan surat pernyataan bebas napza. Alhamdulilah...

Selasa, 18 Juli 2017

Cerita Daftar Ulang Santri Lama di PMD Gontor Putri

Awal tahun ajaran baru ini, saya memiliki pengalaman baru. Alhamdulillah adik saya naik kelas di PMD Gontor Putri 1, tetap di GP 1 hanya beda asrama dan kelas, Alhamdulilah...
Oiya, Gontor sendiri beda ya liburannya dengan sekolah-sekolah biasa. Pengalaman adik saya semester lalu, ketika di sekolah tempat saya mengajar sedang persiapan untuk ujian kenaikan kelas, di Gontor sudah mulai libur. Adik saya libur selama 50 hari, 4 hari terpotong untuk perjalanan  pulang pergi.
Adik saya masuk pada tanggal 10 Syawal atau sekitar tanggal 4 Juli 2017. Saya diminta untuk mengantar adik saya daftar ulang, jadi dia tidak ikut berangkat dengan konsulat. Awalnya, saya kira bila saya berangkat duluan kami bisa duluan daftar ulang dan masuk pondok, jadi tidak berdesak-desakan dengan santri lainnya. Yah, bayangkan saja, angkatan yang sekelas dengan adik saya ada sekitarnya 500 orang, belum angkatan yang lainnya, wiiih pastinya padat banget. Akhirnya, kami berangkat tanggal 30 Juni. Alhamdulillah perjalanan lancar walau ada macetnya di beberapa titik, berhubung masih dalam waktu arus balik lebaran :D
Kami jalan siang, berangkat jam 4 pagi nyampe Gontor jam 23.30. Saya turun untuk bertanya pada ukhti yang berjaga, ternyata oh ternyata, daftar ulang belum bisa dilakukan sekarang. Serentak tanggal 4 Syawal katanya. Daaan, otomatis adik saya pun belum boleh masuk asrama. Saya melihat sekeliling, wuiiiih, sudah pada penuh. Bapenta, gazebo, mesjid, dan penginapan di dalam sudah penuh, bahkan tidak banyak orang tua yang membawa tenda dan tidur di mobil. Saya kembali ke mobil, lalu saya mencoba mencari penginapan atau rumah warga di depan pondok, hasilnya, penuh semua. Baiklah... Oiya, selain daftar ulang santri lama, penuhnya pondok juga karena adanya penerimaan santri baru. Dan waktu itu, masih dibuka pendaftarannya. Jadi, orang tua santri baru masih bisa banyak yang datang untuk mendaftar.
Okelah, akhirnya saya lanjutkan perjalanan ke rumah Mbah di Madiun. Kami akan menginap hingga tanggal 4 Juli, awal rencana.
Skip skip skip
Tanggal 2 Juli siang, saya diberitahu oleh mamanya teman adik saya yang udah nginep di pondok bahwa daftar ulang sudah dibuka. Akhirnya saya dan adik saya berangkat ke Pondok tanggal 3 Juli pagi. Sampai disana, pendaftaran belum dimulai, saya dan adik saya mencoba mencari penginapan, kami tiga kali bolak balik, dan semua penginapan penuh huhuhu...
Alhamdulillah, mamanya teman adik saya baik, beliau mau mengambilkan nomor antrian untuk saya. Jadi gini ya, sistemnya, di pondok itu kan ada dua gerbang, yang satu gerbangnya besar dan ada bangunan di depannya sedangkan gerbang yang satu lagi dekat mesjid dan ada lapangan dengan gazebo baru ada bangunan. Nah, untuk membayar administrasi kita (wali santri atau santri) masuknya lewat gerbang yang dekat masjid. Dari sana, kantor administrasinya dekat, disana kita membayar uang pondok dll. Kemudian, santri dan barang-barangnya masuk lewat gerbang utama yang besar, nanti disana ada ukhti yang mendata. Setelah masuk, nanti barang-barang santri akan diperiksa. Adik saya harus merelakan dua buah kaosnya yang disita oleh ukhti karena dianggap tidak sesuai dengan peraturan. Naaaah, setelah diperiksa, barang-barangnya kemudian dibawa ke tengah lapangan yang dijaga oleh ukhti. Kalau adik saya mau masuk ke asrama, barang-barangnya tidak perlu disimpan disana. Tapi adik saya belum mau masuk kamar, katanya masih sendirian karena teman-temannya juga masih diluar. Okelah, saya mengalah.
Ketika berangkat ke Gontor, saya diantar adik kedua saya, tapi karena dia harus masuk kerja, jadi saya ditinggal di Madiun. Dari Madiun, saya menyewa mobil untuk ke pondok diantar paman dan bibi. Sebelum paman dan bibi pulang, paman membantu mencarikan penginapan untuk saya bermalam. FYI, saya dapat tiket pulang ke Bandung itu tanggal 5 Juli, otomatis saya masih harus menginap 2 malam lagi di Mantingan. Alhamdulillah, saya dapat penginapan. Bukan penginapan sih sebenernya, hanya rumah warga yang berbaik hati ruang tamunya dipakai untuk menginap. Saya menginap disana semalam, tapi jaraknya menurut saya lumayan jauh dari pondok. Apalagi saya masih harus bolak-balik keluar untuk membelikan perlengkapan adik saya.
Oiya, untuk daftar ulangnya sendiri, per hari mereka membuka 1000 antrian, dari tanggal 2 sore hingga tanggal 4 Juli, kebayangkan banyaknya?
Dan, pada tanggal 4 Juli jam 23.59 semua santri harus masuk ke kamarnya masing-masing. Jadi adik saya masih bisa tidur dengan saya semalam. Tanggal 4 pagi, saya minta adik saya untuk masuk ke kamarnya, beres-beres gitu biar nanti malam dia bisa tidur dengan tenang, dianya mau. Alhamdulillah, saya juga dapat tempat di bapenta, jadilah saya juga pindah dari rumah warga ke bapenta, hihihi...
Setelah saya pindah di bapenta, saya jadi lebih tenang. Karena tidak perlu bolak-balik dan jalan jauh hehe...
Adik saya beres-beres di kamarnya, sedangkan saya tidur-tiduran menunggu dia di bapenta. Ketika dia datang, dia langsung cerita, lemarinya lupa tidak ia beri kapur barus, jadilah banyak rayap di lemarinya dan beberapa barangnya hilang termasuk kasurnya. Jadilah, kami belanja kasur dan beberapa perlengkapan lagi.
Begitulah cerita saya di PMD Gontor Putri kali ini. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin memasukkan anaknya atau adiknya ke sana. Bila ingin bertanya-tanya lagi, langsung aja add FB saya ya. Jangan main ngirim inbox, karena seringnya tidak terbaca hehe...
Terima kasih sudah membaca tulisan saya yang panjang ini ^_^

Senin, 06 Maret 2017

Ke Gontor Putri Lagi

Alhamdulilah, baru seminggu yang lalu saya bisa mengunjungi adik ketiga saya lagi di PMD Gontor Putri 1 di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur.
Tapi perjalanan saya kali ini tidak sesingkat perjalanan pertama saya. Saya berangkat Kamis sore, naik bis Pahala Kencana dari agen pusat. Karena hujan (banjir cilencang) jadi macet kemudian entah di daerah mana di wilayah Jawa Tengah ada pengecoran jalan, lumayan panjang, sehingga saya sampai di pondok hari Jumat jam setengah tujuh pagi. Lebih lama sekitar empat jam dari perjalanan pertama. Yah, namanya juga jalanan, tidak bisa diduga hehe...
Nah, tadinya saya berniat untuk menginap di Bapenta putri, tapi ternyata, ruangan tersebut sudah penuh. Karena Jumat adalah hari libur bagi santri jadi banyak wali santri yang datang mengunjungi anaknya. Mereka juga kan ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama anak mereka. Saya menunggu hingga siang, berharap ada yang pulang. Ternyata, yang ada malah tambah penuh, hiks... Akhirnya saya pergi ke kantor yang menyewakan wisma dan gazebo. Eeeeh, wisma dan gazebo pun sudah penuh terisi, hiks...
Saya pun bertanya ke satpam, alhamdulilah pak satpamnya menunjukkan sebuah rumah warga yang biasa dijadikan tempat bermalam para wali santri. Saya pun segera menyewa sebuah kamar. Rumahnya persis di depan gerbang masuk GP 1. Harga per malamnya relatif murah menurut saya, hanya 50 ribu rupiah dengan fasilitas kamar mandi bersama (di luar kamar), kipas angin, dan tentunya listrik hehe... Tapi saya lupa mengambil foto kamar yang saya tempati kemarin.
Saya pulang naik kereta api Kahuripan yang berangkat jam 16.46 di jadwal. Tapi ternyata, kereta tiba dan berangkat lebih cepat beberapa menit dari jadwal. Alhamdulilahnya saya bisa datang tepat waktu. Dari GP 1 tinggal naik ojek ke stasiun walikukun, bila pengemudi ojeknya agak sedikit cepat, perjalanan ke stasiun bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit saja.
Oiya, sudah tahu tentunya kan kalau ingin memesan tiket kereta api sekarang bisa dilakukan secara online, bisa dilakukan di website resmi kereta api indonesia, bisa juga di alfamart, indomaret dan juga kantor pos atau perusahaan lain yang bekerja sama.
Nah, saya kemarin mencoba membeli tiket online sendiri. Setelah cek pemberangkatan (tanggal pemberangkatan, stasiun asal, stasiun tujuan, jumlah penumpang) nanti ada nama kereta api dengan tujuan tersebut. Untuk jurusan stasiun Walikukun hingga ke stasiun Kiaracondong sendiri ada tiga, Pasundan, Kahuripan, dan Mutiara Selatan. Teman-teman tinggal memilih kereta yang diinginkan sesuai jam yang diinginkan. Karena ketiga kereta tersebut berangkat di tiga waktu yang berbeda. Kalau saya tidak salah ingat, Pasundan berangkat jam 12 siang tiba jam 12 malam juga, Kahuripan jam 16.46 tiba jam 03.36 dan Mutiara Selatan jam 22.46 tiba jam 10-an. Kalau saya sih, lebih milih yang berangkat sore dan tiba dini hari. Daripada berangkat siang tapi nyampe tengah malam atau sebaliknya hihihi...
Oke, setelah memilih kereta (kahuripan) saya lanjutkan dengan mengklik tombol memesan, nanti ada kolom yang harus diisi dengan benar sesuai KTP. Setelah itu nanti ada konfirmasi data, dan ini nih yang paling ditunggu, tempat duduk. Saya diberi gambaran tempat duduk yang akan saya tempati. Saya baca di beberapa blog, untuk kereta ekonomi (seperti Kahuripan dan Pasundan) tidak bisa memilih tempat duduk padahal kereta tersebut seat-nya 2-3. Tapi ternyata, saya bisa memilih tempat duduk sesuai yang saya inginkan, tentu saja dengan catatan masih ada kursi yang kosong hehe...
Jadi begitulah, sekarang, tampaknya saya lebih senang memesan tiket kereta sendiri. Karena konfirmasi pembayaran dikirimkan via email, saya pun tidak takut akan kehilangan kartu pembayaran yang sudah saya print, karena tinggal mengakses email saya, lalu menscan barcode atau memasukkan kode booking untuk mencetak tiket asli saya.

Kamis, 19 Januari 2017

Mencari Bingkai (Frame) Kacamata

Beberapa waktu lalu, tepatnya awal bulan ini, frame kacamata saya patah. Sebenarnya, frame kacamata saya memang sudah tidak terlalu nyaman untuk digunakan. Tapi karena belum terlalu rusak, saya keukeuh untuk tidak menggantinya. Hingga kemarin, secara tak sengaja saya menyenggol kacamata yang saya letakkan di pinggir tempat tidur sehingga kacamata tersebut akhirnya jatuh.
Awalnya saya ngga ngeh, saya ambil kacamata tersebut lalu saya letakkan di atas lemari. Ketika saya mau pakai kacamata, loh kok kacamatanya miring-miring. Setelah saya teliti, ternyata framenya (lasannya) terlepas :v
Ibu saya lalu menyuruh saya untuk segera beli frame baru. Karena memang, minus saya agak besar, sehingga kacamata penting sekali bagi saya. Besoknya saya segera ke optik terdekat, setelah mencari dan ngobrol dengan penjualnya, ternyata kacamata saya termasuk model lama (banget, udah 4 atau 5 tahun haha). Jadi tidak ada frame yang cocok untuk lensanya. Penjualnya memberikan alternatif untuk mengganti lensanya sekalian.
Sebenarnya, bukannya saya tidak mau mengganti lensanya, tapi saya harus periksa dulu ke RS Cicendo. Memang sih di optik atau di Dr. Mata juga bisa memeriksa mata. Tapi berdasarkan pengalaman di masa lalu, periksa di RS. Cicendo lebih cocok untuk saya. Dan itu pula alasan kenapa kacamata saya selalu awet hingga 5 tahun. (Kalo dipikir-pikir, sejak saya memakai kacamata kelas 2 SMP hingga sekarang saya baru 3x ganti frame dan lensa kacamata).
Akhirnya, saya memutuskan untuk menggunakan softlens hingga saya dapatkan frame kacamata. Saya cari ke beberapa optik dan mendapatkan jawaban yang sama. Walaupun ibu saya sebenarnya kurang suka bila saya menggunakan softlens, tapi karena ini keadaan darurat, akhirnya beliau mengizinkan saya menggunakan softlens. Dengan catatan saya harus segera periksa ke Cicendo hihihi...
Softlens yang saya beli itu bening, harusnya saya beli yang coklat atau hitam. Karena saya ceroboh, hampir saja softlensnya hilang satu ketika saya bersihkan haha. Karena tidak terlihat, tapi alhamdulillah ga jadi hilang, karena terlihat so softlens nyangkut di dinding bak kamar mandi. Pernah juga pas make softlens yang kanan terasa sangat tidak nyaman dan huram. Saya lepas lagi, ternyata terbalik haha. Jadi, bila teman-teman kesulitan membedakan apakah softlens bening terbalik atau tidak, saran saya cobalah dulu. Karena terasa sekali bila softlensnya terbalik:v
Saya Googling dulu, dimana kira-kira saya bisa mendapatkan frame kacamata di Bandung. Dan 90% hasil pencarian saya mengatakan bahwa Jl. ABC Bandung adalah tempat untuk mencari frame kacamata. Akhirnya, saya dan suami langsung meluncur ke TKP untuk mencari frame. Suami kan orangnya awam, jadi ketika dia tanya, beli dimana? Saya hanya menjawab, ntar aja sambil nyari :D
Kami menyusuri jalan ABC, yang jualan kacamata berjejer di pinggir jalan. Bukan toko, hanya penjual kaki lima biasa. Setelah beberapa kali berhenti untuk mencari dan bertanya frame yang cocok, akhirnya ada satu penjual yang bilang ada. Alhamdulillah... walau bentuknya berbeda dengan frame awal, tapi setidaknya saya tidak perlu ganti lensa hehe.
Framenya saja seharga kurang dari 150ribu. Kalo kita bisa keukeuh untuk menawar harga, siapa tau harganya bisa kurang dari harga awal heee...
Si penjual tersebut menawarkan harga frame dan lensa kurang dari 250ribu, tapi saya tolak dengan halus :D. Akhirnya, saya pun sekarang menggunakan frame baru untuk lensa lama. Sebelum si lensa terasa tidak enak, saya tidak berniat untuk menggantinya hehe...
Jadi, bila teman-teman ingin mencari frame kacamata murah meriah, silakan jalan-jalan ke jalan ABC Bandung. Letaknya persis di depan Pasar Baru Bandung.

Membuat Sushi ala-ala

Seorang sahabat memberi sushi yang dia buat sendiri ketika kami bertemu. Adik dan ibu saya sangat suka sushi buatannya. Iseng-iseng saya bertanya dimana dia membeli nori-nya. Dia memberitahu nama tokonya lengkap dengan harganya. Tapi sayangnya, menurut saya, kalo saya membeli dari toko tersebut pasti akan terlalu banyak, bayangkan satu pak isinya 90 lembar. Kalo untuk dijual, pasti langsung cepat habis. Tapi kalo untuk masakan rumahan seperti saya, pasti lama habisnya itu nori.
Akhirnya, saya bujuk dia agar memperbolehkan saya membeli nori yang dia beli. Alhamdulilah dia mengizinkan, dia memang baik :D, dan saya membeli lima lembar nori darinya. Dia memberitahu saya bahwa nori tidak boleh disimpan di dalam kulkas karena bisa kering dan rapuh saat akan digunakan. Akhirnya saya simpan nori di meja deh.
Pertama kali membuat sushi untuk bekal suami, saya agak deg-degan takut saat menggulung norinya. Tapi alhamdulilah, norinya tergulung dengan agak sempurna. Sushi buatan saya, nasi di dalamnya ditambahan telur yang dipotong memanjang dan sosis yang dibagi dua. Satu gulung nori itu lalu saya potong-potong dan saya masukkan ke wadah bekal suami. Karena takut kurang kenyang, saya putuskan membuat dua gulung nori. Tak lupa saya masukkan saos sachet. Suami saya bilang, enak dan minta dibuatkan lagi untuk bekal berikutnya. Saya pun senang jadinya, hihihi...
Sedikit tips dari saya, untuk menempelkan nori bagian ujung, basahi norinya jadi dia akan melekat dengan sempurna. Jangan lupa saat memotong pakai pisau yang tajam.
Selamat mencoba :D

Resep Bolu Kukus White Koffie

Beberapa waktu lalu saya sedang ingin membuat bolu. Ingin makan bolu tapi malas keluar, itulah saya, haha...
Akhirnya googling deh, nyari resep bolu yang simple bin mudah karena saya tidak punya oven, mixer, dan peralatan membuat kue lainnya. Akhirnya ketemu deh satu resep yang sudah saya modifikasi sedikit. Ini resep versi saya ya.
Bahan-bahan:
4 sdm tepung terigu
3 sdm gula
1 bungkus kecil vanili
1 buah telur
1 sachet white koffie
2 sdm minyak goreng / margarin juga bisa
1/4 sdt baking powder

Cara Membuat:
1.Panaskan dandang
2. Kocok telur dengan gula, saya menggunakan garpu, hingga gula larut dan telurnya berbusa.
3. Masukkan vanili dan baking powder, aduk rata.
4. Masukkan tepung terigu, aduk rata.
5. Masukkan white koffie, aduk rata.
6. Tambahkan minyak goreng, aduk rata. Tuang adonan ke loyang (Saya pakai loyang puding kecil yang plastik)
7. Setelah dandangnya panas, masukkan loyang dan tunggu selama kurang lebih 25 menit.

Jangan lupa loyangnya dioles minyak atau margarin dulu, juga tutup dandangnya dialasi serbet. Lakukan tes tusuk untuk memastikan apakan adonan sudah matang atau belum. Setelah tidak ada adonan yang menempel di garpu atau tusukkan, langsung matikan kompor dan dinginkan.
Nah, jadi deh bolu white koffienya.

Kebetulan, ketika bolunya matang, teman-teman suami datang ke rumah. Jadi bisa saya sajikan deh, menurut mereka rasanya enak haha...
Selamat mencoba ^_^

Rabu, 14 September 2016

Daging Kambing bumbu kuning

Momen Idul Adha selalu ditunggu oleh sebagian orang karena pada saat itu orang-orang yang jarang makan daging akan makan daging baik itu sapi maupun kambing :D
Alhamdulilah saya juga kebagian daging kambing. Kali ini saya membuat daging kambing bumbu kuning. Setelah daging dicuci, lumuri dengan jeruk nipis agar tidak terlalu bau.
Bahan:
Kunyit secukupnya
Jahe secukupnya
Bawang merah 5-6 siung
Bawang putih 4-5 siung
Serai secukupnya
Daun salam secukupnya
Ketumbar secukupnya

Cara membuat:
Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan kunyit. Tambahkan sedikit garam. Memarkan serai lalu iris menjadi 2, iris jahe agak tipis.
Tumis bumbu halus, serai, jahe, dan daun salam.
Setelah wangi, tambahkan air.
Setelah air mendidih, masukkan daging kambing.
Tambahkan gula dan garam secukupnya.
Rebus hingga daging empuk.

Saya memasaknya sebelum suami pulang, ketika dia pulang dan mencium harumnya masakan, dia langsung makan. Senangnya ^_^
Selamat memasak...