expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Oktober 2021

Review Jafra Revitalize

 Halo, selamat malam. Pada postingan kali ini saya ingin menuliskan pengalaman saya menggunakan dua produk jafra revitalize. 

Awal pakai karena saya tertarik melihat seorang rekan yang wajahnya terlihat berbeda. Usut punya usut, ternyata dia sudah beberapa bulan menggunakan Jafra sehingga wajahnya terlihat berbeda. Karena tergiur, saya kemudian menabung (you knowlah ya, harga Jafra itu tinggi buat saya hehe). Setelah konsultasi dengan konsultan Jafra, saya disarankan menggunakan Jafra Revitalize. 

Saya pun kemudian membeli revitalize solar protection (pelembab siang) dan facial wash. Harusnya sih sepaket dengan pelembab malam dan serumnya, tapi karena uangnya tidak cukup yah disesuaikan saja 😂

Setelah pemakaian rutin selama sebulan, saya merasa belum ada perubahan berarti. Pelembab siangnya mudah diaplikasikan ke wajah. Aroma pelembab dan facial washnya wangi tapi tidak terlalu mencolok. 

Hanya saja, sepertinya ada kandungan di facial wash yang tidak cocok dengan kulit saya. Karena setelah menggunakannya wajah terasa kering, bahkan saat cuaca panas sekali, wajah saya seperti mengelupas. Akhirnya saya jadi malas menggunakannya. Ditambah saya sedang hamil anak pertama, saya jadi malas dandan 🤭. Akibatnya, pelembab siang dan facial wash yang harusnya habis 5-6 bulan baru habis setahun 😂😂

Kesimpulan: 

Saya suka dengan Jafra solar protectionnya tapi agak kurang suka dengan facial washnya. Tertarik untuk membeli sepaket lengkap (solar protection, facial wash, krim malam, serum vitamin C dan serum royal jelly) karena mungkin hasilnya akan berbeda daripada hanya menggunakan dua produk saja, tapi nanti. Tidak tahu kapan, karena untuk sekarang lebih memprioritaskan kebutuhan anak-anak 🤭😂

Demikian review dari saya. Namanya skincare pasti cocok cocokan yah, seperti saya dan rekan saya. Bagus di rekan saya ternyata belum tentu bagus di saya. 

Next saya ceritakan pengalaman saya menggunakan skincare lainnya 😉


Jumat, 14 Mei 2021

Cerita Daftar Porsi Haji 2021

 Assalamualaikum, sekarang saya mau menuliskan pengalaman saya ketika daftar porsi haji. Alhamdulilah, sebelum lebaran kemarin saya dan suami akhirnya bisa mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji. Sungguh, saya sangat terharu. Bagaimana tidak, selama ini tidak pernah terbayang kami akan mendaftar haji di usia ini. Membayangkan uang daftar haji yang per orang 25juta saja, kami pikir kami tidak akan mampu mengumpulkannya. Allahuakbar, maha kuasa Allah 😭😭 yang telah memudahkan langkah kami.

Cerita pertama dimulai dari kami membuka tabungan haji di bank Muamalat pada tahun 2019. Karena rumah kami di kabupaten Bandung, maka kami pergi ke bank muamalat Cabang Soreang yang terletak dekat Kantor Pemda Soreang. CS-nya bilang, begitu uang masuk ke rekening haji tidak akan bisa diambil lagipula tidak diberikan kartu atm. Oiya, bikin rekeningnya langsung dua karena satu rekening hanya bisa digunakan untuk satu nama peserta.

Kami tidak menargetkan harus ada 50juta dalam waktu sekian tahun. Hanya berdoa, semoga bisa secepatnya saja terkumpul 50juta. Alhamdulilah, Allah sudah mengatur semuanya. Akhir April uang kami sudah terkumpul 50juta.

FYI, untuk daftar haji dan mendapatkan porsi diwajibkan membayar 25 juta rupiah dulu. Setelah fix akan berangkat, calon jamaah baru akan diminta untuk melunasi sisa biayanya. Tahun ini biaya haji sekitar 36 juta rupiah, karena sudah masuk 25 juta, maka calon jamaah haji hanya perlu membayar sekitar 11 juta lagi per orang. Belum termasuk uang saku hehe. Karena biaya haji dipengaruhi juga oleh kurs dollar.

Setelah ada dananya, kami lalu pergi ke bank muamalat. Berkas berkas yang diminta yaitu: 

1. Lembar setoran awal BIPIH 4 rangkap

2. FC KTP 1 lembar format A4 1 lembar

3. FC Kartu Keluarga 1 lembar

4. Foto ukuran 3x4 7 lembar (wajah 80%)

5. Foto ukuran 7x8 7 lembar (wajah 80%)

6. Dokumen pendukung lainnya (ijazah, akta nikah)

Semua berkas dimasukkan ke dalam map yang biasanya diberikan oleh pihak bank. 

Itu adalah persyaratan terbaru yang keluar tahun ini, latar belakang foto juga tidak ditentukan. Tapi untuk berjaga-jaga, suami memakai latar belakang warna putih. Kemudian saya yang berkacamata harus dilepas dulu kacamatanya ketika difoto.

Setelah semua berkas diverifikasi oleh bank, dan mendapatkan bukti setoran awal, kami pun langsung pergi ke KEMENAG. Kami kira kantor kemenag terletak di dalam area perkantoran Pemda Soreang, ternyata setelah googling, kantor Kemenag kab. Bandung terletak di Baleendah.

Alhamdulilah, ketika tiba di kemenag tidak ada antrian alias kosong hehe.

Kami berikan map berkas ke meja pendaftaran. Kemudian kami diberikan kertas berisi nama dan ciri fisik. Setelah itu kami menunggu sejenak untuk pengambilan foto dan perekaman sidik jari. 

Setelah pengambilan foto dan perekaman sidik jari selesai, kami lalu diminta memperbanyak kertas bukti pendaftaran. Setelah itu, selesai sudah. Alhamdulilah....

Di bank hanya memakan waktu sejam dan di kemenag hanya sekitar 30-45 menit. Tanpa antrian, mashaallah. 

Petugasnya bilang kami menunggu sekitar 20 tahunan, tapi harus dicek aja di aplikasi dengan memasukkan nomor porsi kami. Saya belum mengeceknya karena baru beberapa hari lalu mendaftar, katanya harus menunggu sekitar seminggu baru muncul di aplikasi. 

Update terbaru: setelah mengecek via web kemenag, alhamdulilah sudah tercatat nomor porsi kami. Inshaallah estimasi pemberangkatan kami tahun 2040 🤭😁. Alhamdulilah... Bismillah.

Tapi poin terpenting bagi saya adalah, alhamdulilah kami sudah cukupkan ikhtiar kami (dengan mendaftar haji). Bismillah, kami menunggu berapa lamapun, terserah Allah yang akan memanggil kapan pun. Bila ada umur kami berangkat, bila tak sampai, semoga Allah mencatatnya sebagai amal ibadah kami, aamiin.

Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi teman-teman dan menjadi motivasi bagi siapapun yang ingin pergi berhaji. 

Minggu, 07 Februari 2021

Ide Kado untuk Pengantin

Bila postingan sebelumnya saya membahas ide kado untuk bayi atau ibunya, pada postingan kali ini saya ingin memberi kado untuk pengantin. 

Kalau dulu biasanya saya hanya akan memberi sprei atau jam dinding atau gelas pasangan, hihihi...

Sekarang, setelah menikah saya jadi tahu ada banyak barang yang bisa dijadikan kado dan inshallah pasti terpakai bukan hanya untuk jadi pajangan di lemari.

1. Peralatan masak (wajan, panci, set pisau, dan sebagainya)

2. Kompor

3. Rice cooker

4. Setrika

5. Dispenser

6. Perlengkapan makan (tempat nasi, tempat bekal, piring, gelas, set sendok dan sebagainya)

7. Mixer

8. Alat presto

9. Blender atau chopper

10. Pernak pernik kamar atau kamar mandi (gantungan baju, tempat sabun dan sebagainya)

Nah itu beberapa ide kado untuk pengantin, tapi sah-sah aja kalau teman-teman mau memberi bedcover, sprei, handuk pasangan, jam dinding atau kain untuk pasangan. Tentunya disesuaikan dengan budget saja.

Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.




Ide Kado untuk Bayi

Berbekal pengalaman, dulu sebelum nikah dan punya anak, saya bingung ketika akan memberi kado pada temen yang baru melahirkan. Pada akhirnya, kado yang pilih hanya baju bayi atau set perlengkapan mandi aja, haha. Ternyata saya baru tahu kalau baju bayi sebaiknya tidak banyak-banyak karena si bayi cepet besar sedangkan set perlengkapan mandi, belum tentu cocok dengan kulit si bayi. Mubazir kalau akhirnya kado-kado itu tidak terpakai.

Nah sekarang, karena saya sudah punya bayi (alhamdulilah), saya ingin memberi ide pada teman-teman yang mungkin sedang kebingungan mau ngasih apa ya buat new mom atau new born baby. 

1. Set perlengkapan makan untuk persiapan mpasi

2. Mainan seperti softbook, puzzle, bola bola kecil atau teether

3. Gendongan SSC m-shape

4. Kursi kecil (high chair) untuk belajar makan.

5. Sofa bayi

6. Bantal menyusui

7. Minyak telon 

8. Korset untuk ibunya

9. Jaket bayi 

10. Clodi 

Nah, itu beberapa ide untuk kado yang menurut saya akan sangat terpakai. Tapi kalau teman-teman mau beli seperti penghangat botol susu, alat pensteril botol susu, atau slow cooker, boleh juga.

Dan sebaiknya teman-teman tidak membeli baby walker karena sekarang penggunaan baby walker tidak dianjurkan oleh dokter karena membahayakan keselamatan bayi.

Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat.


Kamis, 09 Mei 2019

Membeli tiket online

Assalamualaikum....
     Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman sekaligus testimoni saya ketika memesan tiket bus dan kereta secara online.
     Awal bulan Mei lalu, saya ingin mengunjungi adik ketiga saya di Gontor. Seperti biasa, rencana saya menggunakan transportasi darat, yakni bus dan kereta api. Setelah rencana matang, saya pun lalu memesan tiket. Saya berangkat menggunakan bus dan pulang menggunakan kereta api. 
    Awalnya ingin menggunakan kereta api pulang pergi, tapi setelah melihat jadwal kereta api, ternyata datang di stasiun Walikukun itu menjelang pagi semua. Wah, agak agak ngeri saya nih kalau mesti nyampe di stasiun tengah malam ataupun dini hari, hehe...
    Akhirnya, ya sudah saya hanya memesan tiket pulangnya saja. Pesan tiket kereta api langsung di web KAI-nya, yaitu www.kai.id atau pasang aplikasi KAI access di smartphone. Mudah sekali, tinggal masukkan tanggal keberangkatan, stasiun keberangkatan, stasiun tujuan dan jumlah penumpang, setelah itu tinggal menentukan akan pergi naik kereta apa. Saya memilih naik kereta Kahuripan kelas ekonomi biaya tiketnya 80ribu rupiah, dengan biaya administrasi bank totalnya kurang dari 90ribu, mantap kan. Kenapa Kahuripan? Karena berangkatnya jam empat sore, jadi saya merasa masih amanlah kalau naik transportasi umum kemudian masih ramai juga dan tiba di Bandung jam tiga pagi kurang. Biasanya tiba di rumah 15 menit sebelum adzan subuh, bisa mandi dulu. Lalu shalat subuh terus tidur sampe siang, haha. 
       Walaupun kelas ekonomi, tapi cukup nyaman kok. Selama penumpang sebelah kita juga friendly. Saya pernah dapat penumpang yang tidak friendly, dia duduknya ngabisin tempat. Qadarullah, dia juga turunnya di stasiun Kiaracondong. Hmmm... cukup menguras kesabaran, 11 jam dunk duduk dengan sangat tidak nyaman. 
      Oiya, kereta Kahuripan ini bangkunya 3-2, jadi ketika memesan tiket dan pergi sendirian, pastikan memilih tempat duduk di bangku yang 2 penumpang (karena berhadap-hadapan jadinya 4 penumpang). Biasanya seat D - E itu yang untuk 2 orang (D di lorong sedangkan E di dekat jendela). Sedangkan seat nomor A sampai C itu untuk 3 orang. 
     Keuntungan beli tiket online itu, kita bisa menentukan kursi dan gerbong yang ingin kita tempati. Saya lebih suka duduk di gerbong 2, atau 3 atau 4. Perasaan sih mudah gitu kalau mau turun hihihi... Tapi itu sesuai selera ya, hehe... Dalam satu gerbong itu ada AC-nya 2 atau 3 gitu saya lupa. Jadi, di gerbong pastinya dingin dan tidak ada yang merokok, hihihi... Kemudian toiletnya juga bersih, pramugari kereta juga sering menawarkan dagangannya, dimulai dari minuman seperti kopi, teh, susu dan coklat, kemudian makanan seperti pop mie, nasi goreng, mie goreng, dan nasi ayam, juga bantal. Selain itu juga ada petugas kebersihan yang beberapa kali akan meminta sampah dan memberi kantong baru untuk sampah. Keren kan. Kurangnya kereta ekonomi Kahuripan hanyalah tempat duduk yang berhadap-hadapan.
     Sebenarnya saya sudah beberapa kali ya memesan tiket kereta api secara online, mudah sekali dan cepat (tapi tergantung jaringan juga, hehe). Kemudian, bukti pembelian tiket akan dikirim via e-mail. Jadi tidak khawatir lupa nyimpan tiket hehe. Setelah tiba di stasiun, tinggal scan barcode tiket e-mail untuk mencetak tiket asli. Lalu duduk manis nunggu kereta datang.
     Tiket pulang sudah di tangan, tapi saya belum memesan tiket berangkat, haha... Qadarullah, karena sesuatu dan lain hal, paksu tidak bisa mengantar saya ke agen bis. Saya biasanya pergi naik bus Pahala Kencana. Setelah mencari-cari di internet, saya tahu bahwa saya bisa memesan tiket bus Pahala Kencana secara online. Awalnya ragu banget karena saya membaca beberapa pengalaman blogger yang kurang baik. Kemudian saya cari lebih banyak dan saya teliti tahunnya. Akhirnya saya menyimpulkan, pengalaman kurang baik tersebut terjadi beberapa tahun lalu, mungkin di awal - awal penerapan tiket online, dan ada beberapa pengalaman baik setelah tahun tersebut walaupun si empu blogger kurang detail menuliskannya. 
     So, saya putuskan untuk memesan tiket secara online dari website www.pahalakencana.co.id. Sama seperti memesan tiket kereta, kita tinggal memilih tempat keberangkatan (saya memilih di agen pusat, dengan alasan kalau terjadi kesalahan bisa langsung diperbaiki), tempat tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang di menu RESERVASI. Setelah itu, nanti ada pilihan rute bus. Tinggal kita pilih, lalu klik lanjutkan. Kemudian pilih tempat duduk (saya memilih di bangku pertama sebelah kiri), dan memilih cara pembayaran. Harga tiket bus pahala kencana ke Ngawi itu sekitar 170ribu, total dengan biaya administrasi menjadi kurang dari 190ribu. 
     Setelah merencanakan keberangkatan (kita dapat email rencana keberangkatan), kita harus kembali ke awal halaman lalu klik menu PELUNASAN. Dari situ kita akan mendapat kode untuk pembayaran. Setelah transfer, kembali ke awal halaman dan klik menu CETAK TIKET. Barulah tiket kita akan terkirim ke e-mail. Agak ribet memang, tapi so far memudahkan sekali. 
     Karena ini merupakan pengalaman pertama saya, setelah mendapat tiket e-mail saya pun menelpon agen bus Pahala Kencana untuk mengkonfirmasi. Alhamdulilah, sudah terkonfirmasi. Saya pun lega karena jadi berangkat hehe...
      Oiya, bus Pahala Kencana berangkat dari agen pusat jam tiga sore. Tapi waktu itu jam tiga kurang juga sudah berangkat kok, mungkin karena penumpangnya sudah pada siap. Di dalam bus, saya mendapat snack berupa roti dan air mineral botol, kemudian di tengah perjalanan bus akan berhenti di rumah makan. Kita bisa makan, tapi menunya sudah ditentukan hehe... Kalau mengambil menu lain, kita tinggal bayar sisanya aja. Nanti di kasir kita akan diminta menunjukkan tiket, saya hanya tinggal menunjukkan tiket pdf karena tiketnya tidak saya cetak :D
     Demikianlah pengalaman dan testimoni saya membeli tiket kereta api dan bus secara online. Kalau tiket kereta api insya Allah sudah tidak diragukan lagi ya. Sedangkan untuk bus, -untuk berjaga-jaga- kita bisa langsung menelpon agen pusat dan mengkonfirmasi pembelian tiket kita. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat :D

Sabtu, 01 Desember 2018

PPG

Apa sih itu PPG?
     Mungkin beberapa teman masih bertanya-tanya dengan apa itu PPG. PPG merupakan kepanjangan dari Pendidikan Profesi Guru. Dulu, namanya PLPG, dengan program pendidikan selama 10 hari. Tahun ini, PLPG ditiadakan dan diganti dengan PPG. 
     Program pendidikannya lumayan kompleks, untuk saya yang tahap 1, berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Tetapi, saya dengar teman-teman dari tahap 2 kurang dari 6 bulan, begitu pula dengan teman-teman dari tahap 3. Mudah-mudahan ke depannya, prosesnya semakin singkat. Karena, menurut pendapat pribadi saya, waktu selama 6 bulan itu bukanlah waktu yang singkat. Ada keluarga dan siswa yang saya tinggalkan. Coba bayangkan bila dalam satu sekolah, tiga orang saja gurunya ikut PPGDJ, waaah, kasian siswa ketinggalan pelajarannya banyak. Tapi ini sih hanya imajinasi saya (yang mungkin keterlaluan), hehe...

PPG ada dua macam, PPG dalam jabatan dan pra jabatan.
1. PPG Dalam Jabatan (PPGDJ) => diikuti oleh guru yang sudah mengabdi selama minimal 2 tahun di sekolah. Untuk mengikuti PPGDJ, guru akan diundang untuk mengikuti pretest. Bila sudah lulus, maka tinggal mengikuti langkah selanjutnya. Bila belum lulus, akan tetap dipanggil untuk mengikuti pretest. Saya belum tahu apakah ada batas maksimalnya untuk pretest, semoga saja tidak.

2. PPG pra jabatan => diikuti oleh umum, maksudnya orang yang belum mengajar juga bisa mengikuti program ini. Syaratnya sendiri antara lain belum nikah dan belum bekerja. Setahu saya, PPG pra jabatan ini prosesnya selama satu tahun, terdiri dari 6 bulan perkuliahan dan 6 bulan PPL.

     Pra jabatan tentunya lebih sulit dan lebih lama dari dalam jabatan, karena yang mengikuti pra jabatan bukan guru yang mengajar (walau sebenarnya bisa juga guru mengikuti program ini). 
Setelah mengikuti uji pengetahuan dan uji kinerja, para peserta PPG akan dinyatakan kompeten. Untuk peserta yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat pendidik yang nantinya juga akan memperoleh tunjangan (dikenal dengan istilah sertifikasi :D)
     Sedangkan peserta yang belum dinyatakan kompeten, mereka akan mengulang lagi ujiannya saja. Misal belum lulus karena tidak lulus uji pengetahuan maka dia akan mengulang uji pengetahuannya saja. Begitu juga dengan peserta yang tidak lulus di uji kinerja, dia akan mengulang uji kinerjanya saja. Begitulah sekilas tentang PPG, semoga memberikan pencerahan :D

Rabu, 24 Oktober 2018

Review Masker Bali Alus

Assalamualaikum...
     Sudah lama juga saya tidak menulis di blog, hehe... Kali ini saya mau menulis tentang pendapat saya setelah mencoba menggunakan masker Bali Alus. 
     Beberapa waktu lalu stok masker (ceileh...) saya habis, jadi saya pun lama tidak maskeran. Saat sedang berjalan-jalan di Ig, saya tertarik dengan produk Bali Alus. Kebetulan penjualnya juga menjual lulur Bali Ratih dan lulur saya juga sudah lama habis.
    Karena si penjual tidak mencantumkan harga dan juga stok (saya harus mengirim pesan WA untuk menanyakan stok dan harga), kemudian saya pun jalan-jalan di shopee, mencari produk Bali Alus. Setelah mencari-cari, akhirnya ketemu deh penjual (yang sepertinya) tangan pertama produk tersebut. Karena harganya beda beberapa rupiah dari tawaran-tawaran produk serupa dan lokasinya di Denpasar, Bali. 
     Saya akhirnya memutuskan untuk memesan masker face and body Bali Alus aroma strawberry (100 gr), peeling cream (50 gr), dan lulur Bali Ratih aroma strawberry (100 gr). FYI, saya sudah jatuh cinta dengan lulur dan body mist Bali Ratih, hihihi... 
Pesanan Bali Alus dan Bali Ratih
     Menurut saya, pengirimannya cukup cepat walaupun dikirim dari Denpasar. Setelah transfer, sekitar 2 - 3 hari kemudian, pesanan tersebut sudah saya terima. Karena sudah tidak sabar, malam harinya lalu saya gunakan peeling cream dan masker Bali Alus. 
     Saya pikir, maskernya itu sedikit ya, ternyata setelah saya buka, isinya lumayan banyak (menurut saya). Saya masukkan masker tersebut ke wadah kecil yang 250 gr itu hampir setengahnya terisi. Waah, bisa hemat nih, hehe...
     Setelah mencuci wajah, saya gunakan peeling cream terlebih dahulu. Manfaat peeling cream yang tertera adalah
  1.  Membantu membuat kulit wajah tampak lebih bersih.
  2. Menyamarkan kerut, pori - pori dan komedo.
    Dianjurkan untuk dipakai dua kali dalam seminggu di malam hari. Tapi beberapa artikel di google menyebutkan bahwa peeling cream baiknya hanya digunakan seminggu sekali. Saya akan mencoba seminggu dua kali dulu, bila menyebabkan wajah saya menjadi kering, maka selanjutnya akan saya gunakan seminggu sekali.
     Setelah membilas wajah lalu saya pun bersiap meracik maskernya. Masker Bali Alus ini bentuknya bubuk, jadi harus diberi air agar bisa diaplikasikan ke wajah. Karena terbiasa menggunakan dua sendok (es krim) untuk takaran masker sebelumnya, saya pun menakar masker Bali Alus dengan 2 sendok lalu saya tambahkan air mawar (bisa juga menggunakan air biasa, saya gunakan air mawar karena stok air mawar saya masih ada hehe) hingga menjadi pasta. 
     Ternyata, setelah saya aplikasikan ke wajah, takaran 2 sendok itu terlalu banyak :D. Alhasil saya pun mengaplikasikan masker tersebut cukup tebal, haha...
     Setelah 20 menit, saya membilas masker dengan air dingin. Hasilnya, menurut saya, wajah saya menjadi lebih lembut dan enak dipegang, haha...
    Saat pemakaian kedua (selang dua hari kemudian), saya menakar 1 sendok saja dan itu masih cukup banyak haha... 
     Ketika diaplikasikan ke wajah, untuk saya, masker ini terasa dingin (saya sampai harus meraba untuk mengetahui apakah maskernya sudah kering atau belum, haha) dan membuat wajah kaku.
     Menurut saya, aroma strawberry nya tidak terlalu kuat seperti Bali Ratih, tapi lumayan wangilah bahkan setelah dibilas masih tercium aromanya. Kemudian bubuknya berwarna agak pink, dan setelah ditambahkan air warnanya memang menjadi pink. Ada butiran - butirannya juga tetapi tidak kasar. Oiya, produk ini sesuai judulnya, masker face and body, bisa juga digunakan untuk menjadi lulur tubuh. Tapi saya hanya akan menggunakannya sebagai masker wajah saja hehe...
    Setelah masker ini habis, mungkin saya akan kembali membelinya dan mencoba varian baru, hihihi... Untuk teman-teman yang ingin berhemat tapi tetap bisa merawat wajah, bisa dicoba nih masker Bali Alus ini. Saya beli di shopee, itu harganya sekitar 18ribu rupiah. Masker ini banyak variannya, silakan browsing sendiri yaa mana yang cocok atau diinginkan.
     Sekian review dari saya, semoga bermanfaat.

Jumat, 20 Juli 2018

Trans Jawa

Tentu tidak asing kan mendengar kata Trans Jawa. Yupz, itu adalah nama jalan tol yang baru saja diresmikan dan baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di dunia maya. 
Jadi ceritanya, kegiatan saya di akhir Ramadhan dan Sya'ban sama seperti kegiatan saya tahun sebelumnya di awal bulan Syaban yakni mengantar adik kembali ke pondok pesantren Gontor, Tapi kali ini saya mengantar adik saya bersama suami menggunakan kendaraan pribadi dan adik saya itu tahun ini harus kembali lebih cepat daripada tahun lalu. Bila tahun lalu dia kembali pada tanggal 9 Sya'ban tahun ini dia harus kembali pada tanggal 5 Sya'ban. Jadi, sungguh terasa mudiknya.
Kami berangkat dari Cianjur pada tanggal 4 Sya'ban pagi, sekitar jam 4 subuh dan jalanan sungguh ramai sehingga kami baru tiba di Gontor tanggal 5 Sya'ban jam 8 pagi. 24 jam lebih di jalan, luar biasa sekali. Itu melelahkan buat kami yang memang belum pernah merasakan "indahnya" perjalanan mudik.
Oiya, ketika di Solo kami memutuskan untuk lewat jalur tol trans jawa, masuk dari gerbang Solo dan keluar di gerbang tol Sragen. Pada 5 Sya'ban itu, saya lalu membayar administrasi adik saya. Tapi karena santriwati belum boleh masuk ke kamarnya sebelum jam 12 malam, akhirnya kami pun kebingungan. Akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang ke rumah mbah di Madiun. Kami lalu mengecek peta, bohong dink, google maps yang kemudian mengarahkan kami ke tol Ngawi yang nantinya keluar di gerbang tol Madiun. Okelah, kami pun lalu mengikuti jalur tersebut. Ternyata, alhamdulilahnya, Madiun - Mantingan (dalam hal ini adalah rumah mbah hingga ke Gontor) itu bisa ditempuh selama satu setengah jam perjalanan. Kami tiba di rumah mbah sekitar jam setengah satu siang (karena berangkat jam sebelas dari Gontor). Kami mandi, dan melepas lelah sambil mengobrol dengan keluarga mbah.
Karena ayah khawatir, kami pun lalu berangkat lagi Gontor untuk mengantarkan adik jam setengah 6. Tiba di Gontor jam 7. Singkat cerita, kami pun kembali lagi ke Madiun sekitar jam 10 malam, lagi-lagi lewat tol Ngawi - Madiun, sehingga kami tiba di rumah mbah sekitar jam 11 malam (efek malam mungkin ya, jadi perjalanan lebih cepat).
Oiya, waktu itu tarif tol Solo - Sragen masih digratiskan, sedangkan untuk tarif tol Madiun - Ngawi saya lupa lagi berapa, tapi perasaan saya kurang dari 35ribu karena waktu itu juga sedang ada diskon 10% dari pihak tolnya. 
Keesokan harinya, kami pun pulang ke Cianjur. Dari Madiun kami masih menggunakan jalan tol, tapi kali ini kami tidak keluar di gerbang tol Ngawi melainkan di gerbang tol Solo. Tarifnya dibayar tiga kali, pertama di gerbang tol Ngawi, kemudian di gerbang tol Sragen, dan terakhir di gerbang tol Solo. Sehingga tidak dibayar sekaligus di gerbang tol Solo. 
Pendapat saya tentang jalan tol ini adalah, pada waktu itu saya sangat terbantu sekali. Waktu tempuh Madiun-Ngawi, Solo-Sragen, dan Madiun - Solo lebih singkat dibanding lewat jalan biasa. Adik saya tiba di pondok tepat waktu (sebelumnya kami khawatir adik saya telat yang mengakibatkan dia mendapat hukuman). Sayangnya, pada waktu itu jalan tol tersebut masih belum dilengkapi lampu penerang jalan, sehingga di malam hari tentunya akan gelap. Selain itu, lalu lintasnya masih belum terlalu ramai. Sehingga kami memutuskan untuk lewat jalur selatan daripada jalan tol ketika perjalanan pulang. 
Nah, itulah sepintas tentang pengalaman saya melewati jalur Trans Jawa.

Sabtu, 03 Februari 2018

Membuat SKCK Baru

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat sebuah keputusan yang mengharuskan saya membuat surat SKCK. Dengan diantar suami tercinta, saya pun melajukan kendaraan ke polsek terdekat. Sudah pede karena merasa semua persyaratan sudah dibawa, ternyata saya kecele, hehe...
Untuk membuat SKCK diharuskan membawa surat pernyataan dari Kepala Desa, yang artinya kami harus meminta surat pengantar dari desa. Ke desalah kami, ternyata kami diminta untuk membawa surat pengantar dari pengurus RT/RW, haha...
Ya sudahlah, akhirnya suami pun pulang dan meminta surat pengantar dari RT/RW, setelah itu lalu diserahkan ke kantor desa untuk dibuatkan surat pengantar dari desa.
Setelah mendapatkan surat pengantar dari desa, kami pun kembali ke polsek.
Persyaratan yang harus dibawa untuk pengajuan SKCK:
1. Surat pengantar dari kantor desa
2. Fotokopi KTP (1 lembar)
3. Foto berwarna ukuran 4x6 (4 lembar)
4. Formulir pengajuan (disediakan di polsek, kita tinggal mengisi saja)
Semua syarat tersebut lalu dimasukkan ke dalam map (tergantung permintaan mapnya warna apa). Setelah itu, serahkan ke petugas, dan kita tinggal menunggu untuk dipanggil. Selesai sudah.

Curug Cibereum

Sudah lama saya ingin main ke curug Cibereum yang terletak di kaki gunung Gede - Pangrango tapi selalu saja ada halangannya. Akhirnya, penghujung tahun 2017 yang lalu alhamdulilah saya pun bisa main ke curug Cibereum dengan suami tercinta, haha...
Kalau mau dibilang nekat, ya memang nekat, karena cuaca saat itu sedang tidak menentu, kadang hujan dan kadang panas. Tapi kami tetap berangkat. Curug Cibereum berada di kawasan Cibodas, Cianjur. Jadi kami pun melajukan kendaraan ke sana. 
Tiba di pintu masuk Cibodas, ada beberapa orang petugas retribusi, kami mengatakan bahwa kami akan menuju ke curug Cibereum, si petugas langsung mengarahkan kami ke parkiran. Oiya, waktu itu kami bayar retribusinya sekitar Rp. 10.000,- (2 orang + motor). Kami melewati pasar Cibodas ketika seorang petugas parkir menghadang dan meminta kami parkir. Kami pun lantas parkir, helm di simpan motor. Suami memasang gembok di motor, semoga aman. Kemudian kami berjalan menuju pintu utama Kebun Raya Cibodas. 
Setelah tiba di depan pintu utama kebun raya Cibodas, kami berbelok ke kanan. Di situ ada papan petunjuk, kebun raya Cibodas, lapangan golf, dan curug Cibereum. Kami berjalan, agak menanjak di sini jalanannya. Lalu jalanan pun terbagi dua, yang agak besar menuju ke lapangan golf sedangkan yang kecil menuju ke curug Cibereum. Nah, foto di bawah ini adalah ujung dari jalan kecil tersebut. Disitu ada papan petunjuk jalan, mau kemana kita (kaya Dora the Explorer).
 Setelah papan petunjuk di atas, kita juga bisa melihat seperti di foto berikut.
Oiya, Curug Cibereum terletak di jalur pendakian gunung Gede - Pangrango, jadi kita tidak akan heran bila berpapasan dengan para pendaki dengan tas yang super gede. Ya iyalah, namanya juga mau berkemah, masa cuma bawa tas tangan aja, haha...
Setelah tanda tersebut, lalu kita akan menaiki tangga yang tersusun dari bebatuan yang tidak rata hingga ke tempat tiket masuk sekaligus pendaftaran bagi para pendaki. Pemanasan, haha...
Nah, itu penampakan karcisnya. Waktu itu, saya membayar Rp. 18.500/orang. Setelah itu, kami pun melanjutkan perjalanan ke atas. Ternyata oh ternyata, perjalanan ke curug Cibereum tidak semudah yang saya bayangkan. Jalanannya yang menanjak dan berupa susunan bebatuan yang tidak rata itu yang membuat saya kelelahan.
Jalanan ke Curug Cibereum
Saya meminta suami berhenti beberapa kali, perjalanan dari tempat membeli karcis masuk hingga ke curug memakan waktu kurang lebih satu jam. Kanan dan kiri kami berupa pepohonan dan terkadang ada monyet-monyet yang bergelantungan.
Ada beberapa papan petunjuk di beberapa tempat yang menyebutkan bahwa tempat tersebut sering disinggahi oleh macan tutul. Waaah serius, membaca papan tersebut saya jadi tidak ingin berlama-lama di tempat tersebut. Apalagi saya hanya berdua dengan suami. 
Kalau sudah tiba di jalan yang seperti ini, artinya sudah setengah perjalanan
Tapi, setelah kami tiba di atas, subhanallah, terbayar sudah perjalanan berangkatnya. Air curug Cibereum yang dingin bikin betah. Kami berangkat dari tempat pembelian karcis sekitar jam 11 dan tiba di curug jam 12-an. 
Oiya, curugnya tidak hanya satu, tapi dua. Sehingga ketika curugnya yang satunya penuh dengan orang, kita bisa bermain di curug yang satunya lagi. Curug yang satu berada di belakang kamar mandi, sedangkan curug utamanya berada di depan, ketika kita tiba kita akan langsung terkena cipratan airnya.
Kami bermain air dan berfoto-foto sekitar sejam kemudian turun lagi karena memang saat itu sudah mulai gerimis romantis, hihihi...
Perjalanan turun juga tidak kalah melelahkan hehe... tapi karena ingin segera sampai rumah, yaa kami tetap memaksakan. Sekitar jam 2 kami pun sudah tiba di tempat parkir dan bersiap untuk pulang. 
Bagi para pendaki pemula seperti saya, saran saya adalah bawa air minum agak banyak. Atau bawa uang tunai agak banyak karena sebenarnya ada pedagang hingga ke curug. Kemudian bawa pakaian ganti kalau mau main air hingga basah. Kemudian, ini sih hanya menurut pendapat saya, jangan bawa anak-anak yang masih minta gendong. Kenapa? Karena itu (tampaknya) melelahkan bung! 
Beberapa kali saya berpapasan dan melewati pasangan-pasangan yang menggendong bayi hingga anak usia dibawah lima tahun, kasian saya melihatnya. Bergantian mereka menggendong si anak, belum lagi barang bawaan mereka ditambah jalanan yang menanjak belum lagi kalau si anak rewel. Ah, yang pasti (menurut saya), ini bukanlah wisata yang ramah anak-anak. Kecuali anak diatas usia 8 tahun.
Oiya, kami juga melewati Danau Biru, tapi saat kami melewati danau tersebut, airnya sedang berwarna coklat, tidak berwarna biru. Jadi kami tidak memfotonya hehe...
Sekian cerita saya, selebihnya silakan nikmati foto saja hehe...
Kalau sudah sampai jembatan ini, artinya Curug sudah semakin dekat
 

Papan petunjuk yang berada di tempat pembelian karcis

Kamis, 21 September 2017

Ngukur Jalan

Hari ini kan tanggal merah, sudah dari semalam saya merayu suami agar kami bisa pergi jalan-jalan. Akhirnya suami pun luluh dan kami memutuskan pergi.
Sudah lama saya ingin pergi ke kawah Rengganis di desa Rancabali, Ciwidey. Kami pun lalu menuju ke sana. Kami berangkat sekitar pukul setengah sepuluh pagi, sempat mampir dulu ke agen JNE untuk mengirim paket, (alhamdulilahnya JNE masih buka di hari libur :D) kami pun langsung meluncur ke arah Ciwidey.
Karena kami dari Banjaran, jadi lumayan dekat lah ya ke Ciwidey. Dari arah Banjaran lurus hingga pertigaan yang ada plang desa (saya lupa nama desanay lol), dari pertigaan tersebut lalu belok kiri. Kemudian keluar dari jalan tersebut, lalu belok kanan. Setelah itu, kita tinggal lurus saja mengikuti jalan hingga sampai ke tempat yang kita akan tuju.
Kami sempat isi bensin sebelum pasar Ciwidey, setelah itu kami kembali ke jalanan. Situasi saat kami pergi ke sana ramai lancar, ada rombongan dalam beberapa bus besar dan kecil, mobil pribadi dan pastinya motor yang juga akan pergi ke Ciwidey.
Setelah melewati pasar Ciwidey, tepatnya di daerah Alam Endah, kita sudah disuguhi kebun-kebun strawberry. Banyak tulisan "Petik sendiri" diantara tanaman tersebut. Maksudnya kita bebas memetik sendiri strawberry tapi tentu saja kita harus membayar untuk strawberry yang sudah kita petik, hehe...
Anak-anak pasti sangat suka. Sepanjang jalan juga banyak kami temui penginapan-penginapan dan juga hotel untuk para wisatawan yang ingin menginap. Juga banyak tempat makan-tempat makan yang pasti menyuguhkan pemandangan yang indah. Diantaranya Sindang Reret, Rumah Nenek, Bale Bambu, Ciwidey Valley Resort (yang kami lihat tidak hanya menyediakan penginapan tapi juga kolam renang dan rumah makan), dan ada pula taman kelinci.
Setelah melewati Ciwidey valley resort, kami mulai melewati perkebunan teh Ciwalini. Nah dari situ, mulai berjajar lagi tempat-tempat wisata seperti pintu masuk ke Kawah Putih yang tepat di depannya ada pemandian air panas Cimanggu, Cimanggu resort, Barusen Hill, Green hill park, Kampung pa'go, kolam air panas Ciwalini, Ranca Upas. Setelah melewati kolam Ciwalini, kita akan kembali disuguhi perkebunan teh yang terhampar luas. Hingga masuk ke perkebunan teh Rancabali.
Nah, dari sini kita akan menemukan papan petunjuk jalan antara Situ Patengang dan Kawah Rengganis. Tidak jauh dari pintu masuk ke Situ Patengang akan ada papan petunjuk ke Glamping Patengan. Itu tuh yang ada kapal pinisi dengan pemandangan langsung ke Situ Patengang sehingga saat kita berada di deknya, seolah olah kita sedang berlayar di Situ Patengang, kreatif ya idenya.
Tapi karena saya sudah pernah ke Situ Patengang, maka kami pun mengambil jalan kiri ke arah kawah Rengganis. Kalau kita ambil ke kanan, kita akan langsung menemukan pintu masuk ke Situ Patengan dan di situ ada bapak - bapak yang berjaga untuk memberi tiket masuk. Jalan menuju ke Kawah Rengganis benar-benar sepi (saat itu), hanya ada kami dan jalannya juga sudah bagus, di aspal. Tak lama kami menemukan papan petunjuk lagi yang memberi tahu arah kiri ke Kawah Rengganis. Saat kami sudah berbelok, disana ada sekumpulan orang, salah satu dari mereka memberitahu kami bahwa Kawah Rengganis sedang dalam perbaikan. Yaaaah, kecewa deh. Setelah mengucapkan terima kasih, kami pun berputar arah dan kembali pulang. Hmm... sayang ya, udah lumayan jauh ternyata sedang ada perbaikan. Tapi ya sudahlah, kami akan kembali lagi, insha Allah suatu hari nanti.
Dalam perjalanan pulang, sebelum kantor desa (atau sesudah ya? saya lupa), kami melihat ada curug. Dari papan di pintu masuk, namanya Curug Tilu. Lokasinya terlihat dari jalan utama dan sepertinya enak untuk keluarga. Tapi kami tidak masuk karena kami sudah terlanjur kecewa, heee....
Setelah sampai di rumah, saya menelusuri tentang Curug Tilu Ciwidey, yang ternyata adalah curug buatan manusia. Pantesan lokasinya dekat dengan perkebunan teh, dan seingat saya, terakhir kali ke Situ Patengan, belum ada curug tersebut.
Jadi, yah begitulah akhir perjalanan kami hari ini, seperti judul dalam postingan kali ini, kami hanya mengukur jalan (yang tak terukur) antara Banjaran dan Rengganis, Ciwidey. Semoga bermanfaat untuk teman-teman dan semoga saat akan mengunjungi Kawah Rengganis, tempat tersebut sudah dibuka seperti biasanya, aamiin...

Kamis, 19 Januari 2017

Kuliner di Cianjur

Ketika saya sedang berada di Bandung, saya selalu rindu dengan Cianjur (drama banget :D)
Jadi begitu saya meluncur ke Cianjur, saya selalu sempatkan untuk membeli makanan-makanan kesukaan saya. Menurut saya rasanya begitu enak, dan belum ada yang seperti itu di tempat saya sekarang.
1. Seblak Ceker Bojong
Seblak yang satu ini, enak banget menurut saya. Dengan harga 10ribu rupiah, dijamin kenyang. Sebenarnya si penjualnya tidak hanya menyediakan seblak ceker, tapi ada juga seblak biasa, seblak sayap, seblak kikil, dan lain sebagainya. Tapi karena saya pecinta ceker, jadi saya lebih suka seblak ini hihihi... Porsinya juga mantap, kalo lagi lapar saya bisa menghabiskan sendirian seporsi seblak ini. Tapi kalo tidak lapar, biasanya saya memakannya berdua dengan adik atau ibu saya hehe...

2. Mie Yamin 
Sekarang sudah banyak yang menjual mie yamin di Cianjur, tapi tetap favorit saya adalah mie yamin mang Ade yang berada di jalan Taifur Yusuf (kalo saya tidak salah ingat, maafkan saya yang tidak memperhatikan nama jalannya karena saya lebih sering menghafal jurusan angkotnya haha).

3. Bakso Mojok
Ada beberapa kios Bakso Mojok di Cianjur, tapi saya lebih sering ke kios yang dekat rumah. Jangan ditanya kenapa saya suka, baksonya yang gede dan didalamnya ada potongan ati sapi atau kikil kemudian mie dan juga potongan kikil yang yummy. Tapi si kuahnya tidak bergajih, jadi bapak saya (yang sudah tidak boleh makan makanan bergajih) juga suka hihihi...
4. Sop Buah depan Hypermart Cianjur
Ini nih yang seger-seger kesukaan si bungsu. Dia kalo mau sop buah pasti belinya harus disini. Kalo beli di tempat lain dia pasti tidak mau. Isinya campuran buah-buahan dengan susu dan sirop, segar dimakan di siang yang panas :D

Sebenarnya banyak tempat makan lain di Cianjur, tapi ini kan tempat makan kesukaan saya hihihi...
Saya kurang upto-date dengan tempat makan lain karena saya tidak punya banyak waktu (dan uang, haha) ketika berkunjung ke Cianjur, jadi ya saya hanya mengunjungi tempat makan kesukaan saya aja hihihi...

Rabu, 14 September 2016

Perjalanan Singkat

Bulan Agustus lalu saya melakukan sebuah perjalanan yang menurut saya singkat karena belum pernah saya lakukan dan mungkin sekarang akan sering saya lakukan. Karena adik ketiga saya sekarang sedang menempuh pendidikannya di Pondok Pesantren Gontor Putri 1 di Mantingan, Ngawi, Jawa Timur.
Saya pergi naik bis pahala kencana jurusan Bandung - Blitar, saya minta turun di depan gerbang pesantren. Saya berangkat dari rumah sekitar jam 2 siang, bisnya berangkat dari agen pusat jam 3. Oiya, agen pusatnya berada di jl. R. E Martadinata Bandung. Dari taman Pramuka belok kiri ya, bukan belok ke kanan alias ke arah BIP :D.
Tapi ternyata saya terlambat, alhamdulilah pihak agen menelpon saya sebelum jam 3, dan saya disarankan untuk menunggu di agen terminal Cicaheum. Okelah, karena saya dan suami masih di sekitar buah batu, kami pun langsung pergi ke Cicaheum. Setiba disana, busnya belum datang. Kami menunggu sekitar 15 menit dan bisnya datang. Setelah mengkonfirmasi ke agen, saya pun naik bis. Suami dadah dadah gitu (Saya pergi sendirian karena suami pada waktu itu sedang banyak kegiatan).
Saya berangkat sekitar jam 5 sore. Oiya, bis pahala kencana sudah termasuk makan satu kali (jangan tanya menunya ya, segitu juga alhamdulilah :D). Saya tiba di Gontor sekitar jam 4 pagi, sebelum subuh. Lebih cepat dari perkiraan saya. Setiba disana, karena sendirian, saya diarahkan untuk masuk ke aula khusus Putri.
Jadi orang tua yang ingin melakukan kunjungan ada 3 ruangan, aula yang terbuka untuk orang tua suami - istri, ruangan khusus putra (misal kakak lelaki atau ayah saja), dan ruangan khusus Putri (misalnya ibu, nenek, bibi, kakak perempuan saja). Ruangan putra dan putri lebih tertutup dibanding ruangan yang suami istri. Tapi lebih nyaman buat saya hehe...
Disana disediakan kamar mandi juga, jadi bisa mandi. Karena saya belum pernah kesana, saya kira tidak ada kamar mandi, jadi saya tidak membawa anduk. Setelah masuk ke ruangan khusus Putri, saya lirik kanan kiri, banyak ibu-ibu yang masih tertidur. Saya simpan barang bawaan saya lalu ke kamar mandi untuk cuci wajah. Setelah shalat subuh, saya langsung ke bapenta, untuk mendaftarkan diri yang terletak disebelah ruangan khusus Putri. Disana saya diminta mengisi daftar pengunjung, berupa nama, alamat, nama santri, nomor pondok santri, kelas, dan hubungan dengan santri. Setelah itu, ya saya tinggal menunggu santri datang menemui saya.
Jadwal bertemunya kurang lebih:
Jam 6.00 - 7.00 (jadwal makan pagi)
Jam 10.00 - 10.15 (istirahat)
Jam 12.00 - 13.00 (pulang sekolah, tapi bisa juga dari jam 13.00, tergantung jadwal santri)
Dan jam 17.00 - 18.00
Tapi katanya jam 19.00 hingga jam 20.00 juga masih bisa bertemu. Lagi lagi tergantung jadwal santri.
Karena saya akan bertemu pas jam sarapan, saya harus membeli makanan untuk adik saya agar dia tetap sarapan. Saya mah SKSD aja sama ibu2 disana. Nanya2 ternyata ada kantin di depan bapenta atau kalo belum buka, ada di seberang Gontor 2, lumayan 10 menit jalan kaki hehe...
Kalo sudah agak siangan, warung- warung di seberang Gontor 1 juga sudah pada buka kok. Harganya relatif lah ya... sebenarnya tidak terlalu puas sih kangen-kangenan dengan adik. Tapi saya harus hormati jadwalnya, karena pesantren juga disiplin ya, kalo santrinya melanggar ya dihukum. Jadi hari itu, saya harus puas bertemu tiga kali dengan durasi tidak lebih dari satu jam. Sambil menunggu adik saya, saya tidur-tiduran di situ. Meluruskan badan dulu.
Saya berangkat hari Rabu sore dan tiba Kamis pagi. Kamis sore, sekitar jam 2 saya langsung cus ke stasiun walikukun. Saya naik ojek dari depan gerbang. Perjalanan kurang lebih 25 menit. Saya naik kereta Kahuripan jurusan stasiun Kiaracondong. Sebenarnya keretanya baru datang sekitar jam 4, tapi karena saya belum tahu dan saya tidak ingin ketinggalan, saya putuskan untuk ke stasiun lebih awal. Oiya, saya pesan tiketnya melalui kantor pos, nanti bukti pembayaran di kantor pos, ditukarkan di mesin pencetak tiket. Di semua stasiun sudah ada mesin itu. Kalo tidak ada, ya tinggal ke loket dan minta petugas mencetak tiketnya :D
Sebenarnya ada tiga kereta dengan jurusan stasiun Kiaracondong. Tapi... yang waktunya pas dengan yang saya inginkan ya cuma Kahuripan. Ya sudah, naik Kahuripan saja. Kursinya 6 - 4, alhamdulilah saya dapat kursi yang 4. Duduknya berhadap-hadapan ya. Ada stop kontak listrik dan kamar mandinya juga. Kemudian ada 3/4 AC setiap gerbong. Ga perlu khawatir kepanasan sepanjang perjalanan, bosen sudah pasti kalo sendirian :D
Tidak ada pedagang asongan, yang ada hanya petugas dari gerbong restorasi.
Saya tiba di stasiun Kiaracondong sekitar jam 4 kurang, diiringi lagu You're my everything (ost. DOTS) hihihi...
Well begitulah perjalanan saya, total 37 jam. 27 jam di perjalanan dan 10 jam di Gontor. Pulang kerumah? Langsung jadi Putri tidur. Suami berangkat pun saya tidak tahu :D

Kamis, 24 Desember 2015

Biaya Membangun Rumah

Alhamdulilah.... di penghujung tahun 2015 ini, rumah kecil saya sudah selesai dibangun. Walau belum benar-benar selesai karena belum ada teras dan beberapa kekurangan di dalamnya, tapi setidaknya sudah bisa kami tinggali. Ini semua berkat doa orang tua kami (curcol, haha...)
Awal kami membangun di bulan Mei dan hampir beres di bulan Desember, waktu yang lama bukan? Menurut kami sih sebentar, karena alhamdulilah Allah selalu memberikan rizki sehingga kami bisa sedikit demi sedikit menyelesaikan pembangunan rumah ini. Satu hal yang selalu syukuri adalah alhamdulilah kami bisa membangun rumah ini tanpa hutang. Ya... TANPA HUTANG \^_^/
Bagaimana caranya? Pertama kami membeli semua bahan-bahan seperti batu bata, pasir, kayu, genteng, batu, semen. Uang habis tidak apa-apa, yang penting bahan-bahan dasar untuk pondasi sudah ada. Kami menabung lagi, setelah uangnya cukup kami mulai membuat pondasi, sekitar seminggu pondasi hingga berdiri sedikit. Dua minggu rumah sudah berdiri. Seminggu kemudian genteng sudah terpasang. Alhamdulilah....
Intinya, kami tidak ngoyo. Ada uang kami lanjutkan membangun, tidak ada uang ya kami berhenti.
Saya buatkan beberapa daftar harga bahan-bahan yang kemarin saya beli untuk membuat rumah. Oiya, rumah saya ukuran 6 x 9 meter persegi dan ini harga tahun 2015 yaa...
1. Bata merah Rp. 700,- /buah
2. Semen Rp. 70.000,- /sak (tapi di bulan Desember ini harganya turun menjadi Rp. 69.000,- /sak)
3. Pasir padalarang / ciherang Rp. 1.500.000,- /truk (Rp. 800.000 bila per dolag)
4. Genteng biasa Rp. 1.000,- /buah
5. Keramik ruangan Rp. 50.000,- /dus (kami pakai yang harga segitu, tapi harganya bervariasi kok)
6. Keramik kamar mandi Rp. 55.000,- /dus
7. Cat tembok aries gold putih Rp. 220.000,- /galon
8. GRC Rp. 50.000,- /lembar
9. Upah tukang Rp. 100.000,- /orang dan perhari (belum ditambah makan, kopi, dan rokok)

Nah, itulah beberapa bahan yang saya butuhkan untuk membuat rumah. Harganya mungkin bervariasi di tiap daerah atau matrial ya. Tapi mudah-mudahan bisa menjadi sedikit referensi bagi teman-teman yang ingin membangun rumah :D

Senin, 06 April 2015

Menjual tas Batam

Postingan saya kali ini mau promosi barang dagangan saya aah...
Buat teman-teman yang membutuhkan tas wanita dan serius buyer, silakan add fb saya yaaa.
Pengiriman dari Batam, bahannya biasanya PU leather. Berikut contoh model tasnya.






Model lain, berikut keterangan ukuran dan harga silakan langsung add fb saya dan order yaaaa... hihihi...
Insha Allah amanah, no tipu-tipu :D

Jumat, 03 April 2015

Sedikit tips

Bagi teman-teman yang sedang membutuhkan untuk mengunduh driver laptop axioo teman-teman bisa langsung klik www.axiooworld.com
Nah, ini adalah blog yang menjelaskan tentang kesalahan yang mengubah semua icon dengan gambar satu program klik langsung ya di sini.
Sedangkan blog yang ini untuk teman-teman yang ingin mengunduh windows 7, klik langsung di sini.
Semoga bermanfaat :D

Icon Program Berubah (2)

Haha... sengaja postingan ini dibuat jadi dua episode, karena idenya mendadak ada, seperti kejadiannya yang terjadi mendadak :D
Icon program di laptop rumah berubah semua jadi mozilla firefox, dan saya dengan sok tahu mengubah regeditnya sehingga si laptop makin parah. Itulah kejadian singkatnya. 
Ketika sudah siap-siap dimarahi karena akan melapor kepada ayah, tiba-tiba sang suami tercinta datang menjemput. Setelah dia cukup beristirahat, saya mulai cerita mengenai si laptop. Suami yang rada bisa ngoprek laptop mulai penasaran, setelah beberapa menit dioprek, dia bilang, "ya udah, ini harus di-install ulang, karena semuanya udah kacau.".
Suami kan punya disk instalasinya, tapi sayang tidak dibawa. Dia pun mengusulkan agar mengunduhnya secara bebas. Kami mencari windows 7. Ternyata eh ternyata, gede sekali, hampir 2,5 GB.
FYI untuk mengunduh data 2,5 GB teman-teman harus punya koneksi internet yang stabil dan pastikan tidak terjadi pemadaman listrik, hehe... 
Karena saya menggunakan speedy, dan mengunduhnya di malam hari, dan itu memakan waktu kurang lebih lima jam. WOW.... Super sekali.
Okay, setelah lima jam menunggu akhirnya sang suami berhasil mengunduhnya. Tapi, katanya, si laptop bisa diperbaiki karena datanya di recovery.
Haha... jangan tanya bagaimana, karena saya sudah tidur ketika menemaninya hihihi....
Jadi, alhamdulilah si laptop kembali sehat seperti semula \^_^/

Sabtu, 19 Mei 2012

Nyari E-book

Masih inget postingan saya beberapa waktu lalu?
Itu tuh yang tentang link yang nyediain free download ebook. Nah sekarang saya punya beberapa link lagi yang ngasih free download ebook.
1. http://buku2gratis.blogspot.com/
2. http://ebookgratis.info/
3. http://myebookyourebook.blogspot.com/
4. http://duniadownload.com/

Nah itu lah tambahan link untuk temen-temen yang suka baca. Kalo ada yang tahu, bagi-bagi juga yah :)

Selamat mencari

Jumat, 18 Mei 2012

Mencari e-book novel

Haa... lama tak menulis, sekarang saya kembali lagi.
Saat ini saya sedang asyik mencari e-book,lumayan untuk menghabiskan waktu,hehehe
Seperti biasa saya menggunakan jasa mbah gugel, walau awalnya sulit juga karena nggak tau kata kunci yang tepat. Tapi ahaaa... pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya saya berhasil mendapatkan beberapa blog yang memberikan link untuk mengunduh novel e-book secara gratis,hehehe.
Nah ini dia beberapa link tersebut http://99novel.blogspot.com/ dan http://kangzusi.com/Ebook_Indonesia.htm

Tapi sayang, saya lupa beberapa alamat lagi. Nanti deh saya cari-cari. Untuk sementara kedua link tersebut cukuplah,hehehe...
Selamat mencari dan selamat membaca :)

Rabu, 21 Desember 2011

Berbagi referensi

Saat ini saya sedang menulis skripsi sebagai tugas akhir untuk studi saya. Wih,ternyata ini yang namanya skripsi. Banyak banget halangannya,tapi yang paling berat tentu saja melawan rasa malas dari diri saya sendiri,hehehe
Semua hal dilakukan sendiri,dari mulai proposal, nyari referensi ke kampus orang, bimbingan,ngejar dosen ke kampus orang, sampai mencari cari referensi gratisan di internet,hehehe...
Dan karena itulah, saya ingin membagikan referensi yang mungkin temen-temen butuhkan. Eits, tapi karena saya mengambil program pendidikan Bahasa Inggris, tentu saja referensi yang saya beri adalah referensi referensi dalam bahasa Inggris (walau ada beberapa juga yang berbahasa Indonesia).
Silakan temen-temen klik disini
Semoga membantu ^_^