expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 18 Oktober 2021

Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante

 Hai hai hai, kali ini saya ingin meriview scarlet brightening shower scrub yang varian pomegranate. 

Sebenarnya produk-produk scarlett sudah ada katanya sejak tahun 2018-an, tapi saya baru ngeuh sekarang-sekarang. Hihihi saya ternyata tidak up-to-date ya. Itu pun karena ada seorang temen yang promosiin scarlett di status whatsapp-nya. Dia bilang awalnya dia hanya nyoba untuk dirinya sendiri, terus suka sama aromanya akhirnya dicoba promosiin deh buat dia jual lagi. Akhirnya, saya pun tertarik untuk mencobanya. 

Tapi saya tidak beli di teman saya karena kejauhan dan pake ongkir hihihi. Saya beli di eks-siswa saya. 

Warnanya lucu yah yang varian pomegranate itu, ungu dengan bintik-bintik yang katanya scrubsnya. Saya kira botolnya besar banget, ternyata ya lumayanlah. Tapi ukuran segitu (300 ml) saya yang pakai sendirian baru habis setengahnya padahal sudah dua bulan pemakaian. Awet lah awet 😂😂

Aromanya segar sekali, bikin betah pas mandi (tapi tetap tidak bisa lama-lama karena anak-anak menunggu). Sayangnya tidak bertahan lama di tubuh saya. 10-15 menit saya keluar dari kamar mandi, sudah tidak ada aromanya lagi 😂

Tapi saya tetap suka pakai shower scrubs ini, karena walaupun dipakai setiap hari tidak membuat kulit kering dan kulit terasa halus. Setelah habis, inshallah mau beli lagi dengan varian aroma yang berbeda. Juga ingin mencoba lulur dan body lotionnya. Tertarik ingin mencoba semua aroma.

Jadi, inilah ulasan singkat saya tentang scarlett brightening shower scrub pomegranate. Info harga, varian dan gambar silakan googling atau cek di marketplace aja ya. 

Terima kasih sudah membaca tulisan saya. 

Kamis, 14 Oktober 2021

Review Safi Age Defy

 Setelah tulisan yang lalu saya membahas tentang pengalaman saya menggunakan Jafra, sekarang saya ingin menuliskan pengalaman saya menggunakan Safi. Tergiur melihat iklan iklan di medsos, setelah membaca keterangannya akhirnya saya memilih untuk membeli serangkaian Safi Age Defy yang katanya khusus untuk wanita berusia di atas 30 tahun. 

Saya membeli secara online di market place orange. Satu set terdiri dari krim siang, krim malam dan pencuci wajah dan saya juga membeli gold water yang katanya banyak yang merekomendasikan karena manfaatnya.

Wadah krim malam dan krim siangnya terbuat dari semacam kaca gitu ya. Wadah krim siangnya berwarna bening dengan tutup gold. Sedangkan krim malamnya berwarna ungu. 

Tekstur krim siang terasa lebih encer dibanding krim malamnya dan mudah diaplikasikan di wajah. Sedangkan krim malamnya agak agak gimana gitu menurut saya. Aromanya tidak terlalu menyengat. Sabun pencuci wajahnya ada dua jenis, untuk wajah berminyak dan wajah kering. Karena saya cenderung berminyak, saya pilih pencuci wajah untuk wajah berminyak.

Urutan pemakaiannya: setelah menggunakan pencuci wajah, saya gunakan gold waternya kemudian krim siang/malam. Setelah menggunakan krim siang, saya masih menggunakan bedak karena saya merasa agak berminyak kalau tidak pakai bedak.

Seperti biasa, empat pekan berlalu saya rajin dan rutin menggunakan serangkaian skincare tersebut. Setelah direfleksi, sepertinya wajah saya "B" ajah alias tidak ada perubahan berarti, akhirnya saya kembali malas menggunakan secara rutin, terutama krim malam.

Karena setelah menggunakan krim malam, saya merasa wajah saya lengket, berminyak dan agak sedikit gatal di daerah pipi (belakangan saya baru tahu bahwa rasa gatal menandakan tidak cocok). Akhirnya saya hanya menggunakan krim siangnya saja.

Setelah krim siang dan pencuci wajahnya habis, saya tidak lagi menggunakan Safi 🤭Saya kembali lagi ke cinta pertama saya, yaitu pencuci wajah perfect bright dan krim siang lightening dari wardah 😁


Kamis, 07 Oktober 2021

Review Jafra Revitalize

 Halo, selamat malam. Pada postingan kali ini saya ingin menuliskan pengalaman saya menggunakan dua produk jafra revitalize. 

Awal pakai karena saya tertarik melihat seorang rekan yang wajahnya terlihat berbeda. Usut punya usut, ternyata dia sudah beberapa bulan menggunakan Jafra sehingga wajahnya terlihat berbeda. Karena tergiur, saya kemudian menabung (you knowlah ya, harga Jafra itu tinggi buat saya hehe). Setelah konsultasi dengan konsultan Jafra, saya disarankan menggunakan Jafra Revitalize. 

Saya pun kemudian membeli revitalize solar protection (pelembab siang) dan facial wash. Harusnya sih sepaket dengan pelembab malam dan serumnya, tapi karena uangnya tidak cukup yah disesuaikan saja 😂

Setelah pemakaian rutin selama sebulan, saya merasa belum ada perubahan berarti. Pelembab siangnya mudah diaplikasikan ke wajah. Aroma pelembab dan facial washnya wangi tapi tidak terlalu mencolok. 

Hanya saja, sepertinya ada kandungan di facial wash yang tidak cocok dengan kulit saya. Karena setelah menggunakannya wajah terasa kering, bahkan saat cuaca panas sekali, wajah saya seperti mengelupas. Akhirnya saya jadi malas menggunakannya. Ditambah saya sedang hamil anak pertama, saya jadi malas dandan 🤭. Akibatnya, pelembab siang dan facial wash yang harusnya habis 5-6 bulan baru habis setahun 😂😂

Kesimpulan: 

Saya suka dengan Jafra solar protectionnya tapi agak kurang suka dengan facial washnya. Tertarik untuk membeli sepaket lengkap (solar protection, facial wash, krim malam, serum vitamin C dan serum royal jelly) karena mungkin hasilnya akan berbeda daripada hanya menggunakan dua produk saja, tapi nanti. Tidak tahu kapan, karena untuk sekarang lebih memprioritaskan kebutuhan anak-anak 🤭😂

Demikian review dari saya. Namanya skincare pasti cocok cocokan yah, seperti saya dan rekan saya. Bagus di rekan saya ternyata belum tentu bagus di saya. 

Next saya ceritakan pengalaman saya menggunakan skincare lainnya 😉


Kamis, 08 Juli 2021

Cek ketebalan retina mata

 Assalamualaikum, tulisan kali ini saya mau bercerita saat saya melakukan cek ketebalan retina mata. Hal ini saya lakukan berdasarkan saran dokter kandungan.

Ketika usia kehamilan saya memasuki 35 minggu, dokter kandungan meminta saya melakukan cek ketebalan retina mata karena minus saya yang agak tinggi dan ada silindris. Dokter menjelaskan bahwa pilihannya ada dua antara lahiran pervaginam atau secar. Karena khawatir terjadi robekan yang mengakibatkan hilangnya penglihatan saat proses mengejan (bila memaksakan secara pervaginam).

Hari Kamis dokter membuat surat rujukan dan hari Selasa kami ke Cicendo. Oiya, sekarang bisa daftar online ya. Jadi ga perlu datang dini hari (seperti saya dulu). Cukup mengirim pesan (via SMS ataupun whatsapp) atau daftar via aplikasi di web cicendo sehari sebelumnya. 

Saya daftar via web dan mendapatkan nomor antrian 5. Kami berangkat jam 6 dari rumah, alhamdulilah jam 7 sudah di depan RS Cicendo. Tak lama nomor saya dipanggil, oiya karena ternyata nomor rekam medis itu diperbarui setiap 5 tahun sekali, maka saya mendaftar sebagai pasien baru bukan pasien lama. Karena nomor rekam medis saya tidak ada. 

Setelah selesai di bagian pendaftaran, saya diarahkan langsung ke lantai 3 untuk pemeriksaan retina. Sudah cukup banyak pasien yang antri dipanggil. 

Tak lama nama saya dipanggil, saya pun bergegas ke dalam. Di dalam saya menunggu lagi di bagian pemeriksaan biasa. Saat nama saya dipanggil lagi, saya segera maju dan duduk di kursi pemeriksaan. Saya bilang, saya mau cek ketebalan retina mata. Petugasnya lalu mengecek saya sedang hamil kemudian saya dicek tensi. Setelah itu lalu dicek oleh alat yang nantinya mengeluarkan (atau meniup) udara ke mata. Entah alat apa itu namanya. Setelah itu lalu saya diminta menunggu lagi di luar. Selang 30-45 menit kemudian nama saya dipanggil lagi. Kali ini masuk bilik yang berbeda oleh petugas yang berbeda dan alat yang berbeda pula. Setelah selesai, saya diminta menunggu lagi di luar untuk ditetes. Tak lama saya menunggu di luar, saya dipanggil lagi untuk diberi tetes mata dan diminta lagi menunggu. Kurang lebih 20 menit setelah ditetes, pandangan saya menjadi buram. Saya diminta masuk lagi, kemudian diperiksa. Diminta mengarahkan mata ke berbagai arah sambil disenter. 

Setelah itu selesai, saya lalu diminta keluar lagi dan menunggu hasilnya. Kurang lebih 40 menit menunggu, nama saya dipanggil. Alhamdulilah hasilnya bagus. Tidak ada indikasi apapun dan saya bisa melahirkan secara pervaginam.

Nah, begitulah cerita saya saat mengecek tebal tipisnya retina. Sebenarnya kalau langsung, pemeriksaan itu tidak akan lama. Lamanya karena diminta keluar masuk untuk menunggu 😂😂

Datang jam 7 pagi dan selesai kurang lebih sekitar jam 11 siang. 

Demikian pengalaman saya, semoga menjadi pencerahan bagi teman-teman yang membutuhkan. Terima kasih sudah membaca.

Kamis, 17 Juni 2021

Bapil saat Hamil

Assalamualaikum, hai hai hai apakabar teman-teman semua? Saya berharap teman-teman tetap dalam keadaan sehat di masa pandemi ini. Semoga pandemi ini segera berakhir, jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dimana pun dan kapan pun, demi kesehatan kita dan orang orang yang kita sayang.

Alhamdulilah, saya sedang menjalani kehamilan ketiga saya, anak kedua. Jangan tanya bagaimana, rasanya nano nano. Di satu sisi saya bersyukur, sangat sangat bersyukur Allah beri amanah kembali. Sedangkan di sisi lain, saya agak tidak pede menjadi ibu dengan dua bayi. Tapi dengan dukungan suami dan keluarga tercinta, inshallah saya percaya, Allah akan membantu kami aamiin. 

Alhamdulilah dikehamilan ketiga ini, kalau bisa dibilang hamil kebo, yes I do. Tidak ada mual muntah apalagi ngidam yang aneh aneh (kecuali saya sendiri yang ngadain 🤭😋, maafkeun Pak suami 🤭😂) dari trimester awal hingga sekarang, menjelang persalinan, alhamdulilah. 

SPD yang saya alami di kehamilan kedua, alhamdulilah tidak saya rasakan sekarang. Hanya saja, di kehamilan ini saya hampir 3x (sepanjang yang saya ingat) terkena batuk pilek. Sekarang saya masih batuk batuk. Agak worry sebenarnya, karena usia kandungan saya sudah masuk 36 minggu. Bismillah, mudah2an saya segera sembuh, minta doanya ya teman-teman.

Beberapa waktu lalu, saya mengalami demam hingga menggigil (ini sudah biasa karena hamil kedua saya pun hampir sering kedinginan hingga menggigil), pilek (hidung tersumbat), batuk berdahak dan sesak. Subhanallah, sesaknya sesak sekali bahkan tidur pun sambil duduk, saking sesaknya sambil berbaring. 

Dan karena sesak itu pula, ketika periksa saya didesak dokter untuk melakukan tes swab. Allahuakbar, saya bener-bener takut hasilnya positif. Saya langsung curhat sama dokter kandungan saya bahwa saya takut dibawa ke RS. Karena yah, ada beberapa orang yang saya kenal berpulang setelah positif covid di RS. Dokter saya menenangkan saya, dia bilang jika saya positif saya hanya perlu isolasi mandiri 14 hari di rumah. Sendirian. 

Saya harus tes untuk melindungi suami dan anak pertama saya, juga dokter dan nakes di klinik tersebut. Ya sudahlah, akhirnya saya beranikan diri untuk di swab. 

Rasanya tidak seperti yang terlihat, entah karena nakesnya yang melakukan tesnya dengan perlahan dan telaten atau bagaimana, saya tidak tahu. Setelah diambil cairan dari hidung, saya diminta menunggu 15 menit hingga hasilnya keluar. Deg-degan itu pasti, tapi nakesnya dan suami juga menenangkan. Inshallah negatif.  

Alhamdulilah, hasilnya negatif. Saya tidak terkena covid-19, alhamdulilah. Setelah diswab, pemeriksaan saya dilanjutkan dan diberi obat. Alhamdulilah, sekarang sesaknya sudah hilang, tapi saya masih batuk batuk dan gampang capek. 

Doakan saya, semoga saya lekas sembuh dan menjalani persalinan dengan lancar, saya dan bayi saya sehat selamat aamiin. Terima kasih sudah membaca tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman.

Oiya, jangan takut untuk diswab, demi keselamatan dan kesehatan orang-orang di sekitar kita. Semoga kita semua dijauhkan dari covid-19, aamiin.