expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 25 Maret 2014

Bersyukur

Baru saja saya selesai membaca sebuah cerita pendek di medsos yang diposting seorang teman. Isinya tentang seorang pemuda dan ayahnya di kereta api, pemuda itu selalu berdecak kagum pada apa yang ia lihat. Kemudian seorang penumpang menegur sang ayah agar membawa sang anak ke dokter karena disangkanya sang anak menderita gangguan mental. Sang ayah hanya tersenyum mendengar teguran tersebut. Ia kemudian menjawab bahwa sebenarnya mereka baru saja pulang dari rumah sakit terbagus di kota itu. Ternyata sang anak baru saja selesai menjalani operasi dan ia baru saja bisa melihat setelah buta sejak kecil.
Sebuah cerita yang singkat, jelas, dan penuh makna. Mungkin cerita ini dianggap lebay, tapi percayalah, ini sungguh terjadi. Saya selalu ingat ketika saya mengganti kacamata, dunia terlihat begitu berwarna. semua tampak jelas dan bening. 
Sungguh saya benar-benar terharu. rasanya seperti berada di dunia yang berbeda walau sebenarnya tetap sama. Saya juga tak ingin semua yang terang dan jelas itu pergi. Ketika saya selalu berteriak kegirangan di tengah kebahagiaan "kecil" saya, orang-orang di sekeliling saya selalu mencibir dan menganggap saya lebay. Yaaa... saya sih wajar aja, karena mereka tidak tahu bagaimana rasanya gelap dan samar-samar.
Alhamdulilah... terima kasih ya Rabb, kau berikan mata, telinga, mulut, bibir, lidah, tangan, kaki, anggota tubuh dan organ tubuh yang lengkap sempurna dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Tidak perlu minder hanya karena kulit kita kurang putih, badan kita kurang ideal, bibir kita tidak seksi, dan lain sebagainya, cukup bersyukurlah karena mungkin itu yang terbaik bagi kita. Ingatlah banyak saudara kita yang melihat saja tidak bisa padahal cantik, tidak bisa mendengar dan berbicara padahal tampan, tidak bisa jalan atau tidak punya tangan dan mereka mungkin sebenarnya sangat ingin bisa "sempurna" seperti kita, memiliki anggota tubuh yang lengkap dan berfungsi sebagaimana mestinya. 
Bersyukur itu indah....
Bersyukur itu sederhana :) 

Selasa, 11 Maret 2014

Tongseng Ayam Sederhana

Teman-teman tentu sudah tahu dong yang namanya tongseng? Masakan yang biasanya menggunakan daging kambing ditambah engkol, hmm... yummy...
Nah, sekarang saya ingin mencoba membuat tongseng ayam sederhana. Kenapa sederhana? Karena bumbunya lebih mirip dengan membuat semur ayam, hanya saja ditambah engkol atau kubis. Sedangkan tongseng yang sesungguhnya tentu lebih komplit bumbunya, antara lain ditambah kunyit, daun salam, dan santan.
Kita lihat saja yah, ini tongseng ayam sederhana buatan saya :)
Bahan:
  1. Ayam 400 gram (atau sesuai kebutuhan)
  2. Kubis secukupnya
  3. Kecap
  4. Bumbu (garam, lada, ketumbar, bawang merah, bawang putih)
Cara memasak:
  • Rebus dahulu ayam yang sudah dicuci tambahkan sedikit garam (ga direbus juga gpp kali yah, tapi saya lebih suka direbus dulu).
  • Haluskan bumbu lalu tumis dengan api kecil.
  • Masukkan kubis yang telah dipotong-potong, tambahkan sedikit air.
  • Masukkan ayam yang telah direbus tanpa airnya.
  • Tambahkan kecap secukupnya, aduk rata. Tunggu hingga matang.
  • Tongseng ayam siap disajikan.
Nah, itu lah resep tongseng ayam dari saya. Teman-teman bisa memodifikasinya sesuai kebutuhan. Selamat memasak :)

Ingin Diet

Inilah masalah terbesar saya hingga saat ini, yaitu berat badan. Sebenarnya, memang sudah sejak sekolah dasar dulu badan saya besar. Tapi perasaan, dulu ga sebesar ini, huhuhu...
Okelah, akhirnya saya berniat untuk diet. Saya pun lalu mulai googling tentang tips-tips diet. Ternyata, diet bagaimanapun juga, kuncinya hanya satu, rajin olahraga (minimal 30 menit dalam seminggu) dan mengatur pola makan. Sedangkan saya sungguh sangat males sekali untuk berolahraga, huhuhu....Kecuali dulu waktu sekolah, hihihi...
Kemudian, 2013 lalu mulai terdengar yang namanya OCD, apa yah kepanjangannya, lupa lagi. Cuma itu diet ala Deddy Corbuzier gitu. Setelah mendapat penjelasan dari seorang teman yang sudah melakukannya, akhirnya saya mengerti. Kurang lebih penjelasannya seperti ini,  kita bebas makan selama 8 jam, 6 jam, 4 jam, 2 jam. kemudian selama minimal 16jam kita tidak boleh makan apapun kecuali air putih. Dua hari dalam satu minggu, kita juga diharuskan untuk puasa selama 24 jam. Teman saya menyarankan untuk tidak berolahraga ketika melakukan OCD karena lemak yang tadinya mau dibuang malah diubah menjadi otot.
Saya pun lalu tertarik untuk mencobanya, saya mulai dari jendela makan 8 jam, artinya saya terakhir makan jam 6 sore lalu mulai makan lagi keesokan harinya jam 11 siang. Selama seminggu, saya berhasil melakukannya, horeeee.... tapi saya tidak menghitung berapa kilo berat saya yang sudah turun, tapi saya sendiri merasa ringan, hihihi...
Sayangnya, saya hanya bisa melakukan OCD selama seminggu, karena minggu berikutnya saya harus kembali ke pelukan suami saya (djiaaaa lebay bingits). Berhubung suami saya itu orangnya ga mau makan kalau saya juga tidak makan, jadi yaaa saya terpaksa ga melakukan OCD lagi. Kasihan suami saya yang sudah kurus begitu kalau ikutan OCD, wakakaka....
Akhirnya, karena saya tidak bisa melakukan OCD, saya menyimpulkan sendiri bahwa saya harus mengatur pola makan dan melakukan olahraga juga, sambil kadang-kadang puasa Senin-Kamis dan atau puasa Daud. Hanya itu yang bisa saya lakukan, hihihi..
Jadi yaa... begitulah. Oiya, satu lagi saran saya, kurangi ngemil di malam hari juga makan gorengan. Usahakan makan makanan yang direbus atau dikukus, bukan di goreng, hihihi....
Selamat mencoba :D















Rabu, 05 Maret 2014

Kamera Sakuku Rusak

Baru-baru ini saya datang lagi untuk yang kedua kalinya ke Panasonic Care Center karena kamera saku saya rusak. Saya menjatuhkannya sehingga si lensa tidak mau keluar, hiks hiks hiks...
Saya ingat dulu waktu pertama kali datang harus googling dulu alamatnya.
Sekarang, karena sudah merasa tahu, saya pede aja datang langsung. Ternyata sudah pindah pemirsah. Haha... paraaah... Saya kira tempat semacam itu tidak akan pindah-pindah.
Setelah muter-muter tapi belum menemukannya, kami (saya dan suami) lalu mencoba bertanya pada tukang parkir. Eh, Alhamdulilah ternyata pindahnya ga jauh dari situ.
Akhirnya kami pun pergi ke sana dan si kamera sekarang sedang berada di ICU hihihi... doakan kamera saya cepat sembuh ya teman-teman... terima kasih.
Oiya, Panasonic care center berada di kawasan Paskal Hyper Square Blok D24-D25, Bandung. Tentu tahu dong, itu yang mau ke arah UPI. Naik damri dari terminal leuwi panjang - UPI pasti lewat situ.








Senin, 03 Maret 2014

Nugget Tahu

Saya benar-benar sedang ingin mencoba berbagai resep, haha...
Tapi tentunya yang cara membuatnya simple, bahannya ada di mang sayur, dan murah meriah tapi banyak, haha ngarep banget sih ya?
So, kemarin-kemarin saya getol banget googling aneka resep makanan. Hasilnya, saya mendapatkan resep membuat nugget tahu. Ini nih bahan dan cara membuatnya.
Bahan:
  • Tahu, mau tahu kuning, tahu putih, tahu sumedang, yang penting tahu, hehe...
  • Telur 3 butir
  • Tepung terigu
  • Tepung roti (optional, tapi kalau ada lebih bagus)
  • Bumbu yang akan diulek => Bawang merah, bawang putih, lada
  • Garam dan penyedap rasa
Cara membuatnya: 
  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, dan lada, jangan lupa tambahkan garam dan penyedap rasa.
  2. Haluskan tahu lalu peras hingga si tahu benar-benar kering.
  3. Campurkan tahu yang telah halus dan kering dengan bumbu, jangan lupa untuk mencicipinya dulu sehingga kita tahu apakah rasanya sudah asin atau belum.
  4. Tambahkan telur 1 butir, aduk hingga rata.
  5. Masukkan adonan kedalam loyang (diolesi minyak dulu) kemudian kukus selama kurang lebih 30 menit. 
  6. Angkat dan tiriskan.
  7. Potong-potong adonan sesuai selera, kemudian masukkan adonan ke dalam kocokan telur, balur dengan tepung terigu, dan gulirkan di tepung roti, kemudian goreng.
  8. Nugget tahu siap disajikan :)
Gampang bukan? hehe...
Itu nugget tahu yang sederhana ya, teman-teman bisa menambahkan berbagai sayuran dan bahan lainnya agar rasanya semakin enak. Pertama membuat nugget tahu saya gagal, huhuhu.... Karena saya tidak memeras si tahu, sehingga ketika dikukus, adonannya tidak mau memadat (karena berair) alhasil, saya gagal. Akhirnya saya tambahkan tepung saja dan saya buat bola-bola tahu, tapi ternyata keasinan, huhuhu....
Semoga berhasil ya teman-teman. Jangan lupa untuk mendaratkan sepiring nugget tahu buatan teman-teman untuk saya, hihihi....