Pernah dengar dunk dengan istilah Askes?
Yupz, Askes kependekan dari Asuransi Kesehatan. Kartu Askes sendiri biasanya dimiliki oleh pegawai negeri sipil (PNS) dan keluarganya, pensiunan, dan pegawai swasta.
Para pemegang kartu Askes diberi kemudahan dalam membayar biaya pengobatan dan perawatan. Bagi pemegang kartu askes, ada iuran setiap bulannya harus dibayarkan. Hanya saja, saya kurang tahu berapa iuran tiap bulannya, sepertinya berbeda-beda tergantung jenis askes yang diambil. (info lebih lanjut silakan kunjungi website askes)
Banyak rumah sakit di Indonesia yang bekerja sama dengan PT. Askes, biasanya sih rumah sakit negeri, tapi ada juga rumah sakit swasta yang menerima pasien yang menggunakan askes. Contohnya rumah sakit Al - Islam Bandung dan RS Al - Ihsan Bandung.
Banyak yang mengatakan bila berobat menggunakan kartu askes sangat sulit dan juga penuh penderitaan. Tapi pengalaman yang saya rasakan tidak terlalu sulit.
Ayah saya pemegang kartu askes dan tahun lalu baru saja di operasi. Semua biaya pengobatan dan perawatan di biayai oleh pt askes. Hingga sekarang, ayah saya masih check up setiap bulan dan masih gratis karena menggunakan kartu askes (tentu saja sebenarnya ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh pt askes sehingga harus kita sendiri yang membelinya di apotik).
Hanya saja memang, untuk berobat ke rumah sakit dengan menggunakan kartu askes kita harus membuat surat rujukan dari puskesmas setempat. Untuk pengguna kartu askes seperti ayah saya, yang berobat ke luar kota, kita harus meminta surat rujukan dari puskesmas setempat kemudian meminta surat rujukan ke rumah sakit umum daerah setempat. Itulah mengapa, setiap bulan, saya dan adik saya akan meliburkan diri selama dua hari. Hari pertama digunakan untuk membuat surat rujukan dan hari kedua digunakan untuk berobat.
Biasanya untuk membuat surat rujukan di puskesmas sih tidak akan lama, paling hanya beberapa menit saja. Tapi tentu saja, yang agak lama adalah membuat surat rujukan di rumah sakitnya. Karena selain dari askes center, kita harus meminta surat rujukan dari dokter di poli tertentu. Setelah itu kita meminta capnya dari petugas apalah namanya (saya tidak ingat, karena petugasnya jutek abis dan angkuh). Untuk membuat surat rujukan saja bisa sampai setengah hari,hehe
Oia, lupa, askes memberi izin untuk berobat ke rumah sakit di luar kota bila penyakit yang kita derita tidak ada dokternya di rumah sakit daerah kita. Contohnya ayah saya harus dirawat di poli ortopedi, karena di Cianjur tidak ada poli ortopedi, maka kita bisa ke rumah sakit Bandung yang ada poli ortopedi.
Kemudian kita lanjut ke rumah sakit yang kita tuju. Kita masih harus berangkat pagi-pagi, karena pengguna kartu askes yang akan berobat pun tentunya banyak. Pengalaman saya, ketika saya datang, saya mendapat antrian nomor 300 sedangkan yang dipanggil baru antrian nomor 100,wew ah... :p
Setelah berabad-abad mengantri untuk mendapatkan SJP, saya kemudian beralih ke petugas polinya. Itupun harus menunggu lagi. Lagi-lagi pengalaman saya, saya menyerahkan SJP jam 10 dan baru dipanggil pukul 11.30 atau lebih. Diperiksa ma dokternya sih ga nyampe 30 menit, paling cuma 10-15 menit, udah gitu keluar lagi.
Biasanya sih, setelah diperiksa dokter akan diberi resep. Jadi, kita harus ngantri lagi deh di loket apotik khusus pemegang kartu askes. Nunggunya sih yaaaa lumayanlah, paling sejaman,wkwkwkwk....
Dan setelah itu, pulang deh. Pake kartu askes memang gratis sih berobatnya juga obat-obatannya (selama obatnya masih dibiayai askes :p), tapi ngantrinya itu looooo.... bikin beruban,wkwkwkwk...
Jadi untuk para pemegang kartu askes, saat anda akan check up, jangan lupa bawa gadget, makanan, juga minuman biar tidak bosan selama menunggu.
Akhir kata, semoga cepat sembuh bagi anda yang sedang sakit.....




